Momen 17 Agustus dan 17 Ramadan 1432 H secara berbarengan diisi kelas putri SMP Luqman Al Hakim dengan mabit (Pondok Ramadhan). Di awali dengan apel Rabu pagi, dirangkai dengan Sholat Dhuha acara tersebut dibuka oleh ketua panitia, ustazah Nin Ros Laila. Sebagai materi pertama, diisi oleh ust Anwar Djaelani, dengan dialog interaktif ramadhan sebagai bulan pembelajaran mengendalikan nafsu, membentuk pribadi jujur meraih taqwa. Acara sangat menarik siswi. Mereka diajak mengemukakan pendapatnya untuk menggali potensi positif diri lebih dalam. Saking asyiknya sepertinya jatah waktu yang diberikan masih kurang. Lain kali bisa tambah, ustadz?
Nah ini dia tradisi fun game a la SMP kelas putri menyambut. Temanya ‘kejujuran’. Oleh host, Ustazah Ulfa dan Rita, siswi dibagi berkelompok. Disediakan aneka kaus kaki bayi yang warna-warni itu. Anggota tim bertanding versus tim lawan untuk mendiskripsikan satu kaus kaki bayi yang harus dicari. Nah, gimana, ya? Kalau jujur tim lawan kan dapat point karena bisa nebak kaus kaki yang dimaksud? Yah, begitulah. Jujur, enggak,jujur, enggak, …jujur…aja deh..! Lagian puasa, kan? Seru juga ya? Lagi-lagi waktunya kurang. Harus makan jatah break sebelum acara selanjutnya.
Setelah break, acaranya adalah kehidayatullahan oleh ustazah Arfi yang menyampaikan bagaimana sosok dan kegigihan para perintis awal Hidayatullah di Kalimantan.Cerita-cerita serunya memang nyata. Mereka ‘babad alas’ untuk berdakwah hingga sekarang dalam rangka hidup berislam dan mencetak kader penerus islam.
Setelah sholat dhuhur ada penyerahan zakat ke UPZ Hidayatullah. Setelah itu siswi bisa istirahat dengan RIANG (Rehat Siang). Dekat waktu asar, tadarus dulu baru mendirikan sholat asar berjamaah. Tiba waktunya setelah itu bersih diri, take a bath. Selanjutnya, menyiapkan ta’jil dan buka. Ada yang meneruskan tadarus.
Allahu akbar, allahu akbar….Azan sudah berkumandang, ifthar dimulai. Eit, siapa itu sudah pada makan duluan, he.he? Aha…biasanya di rumah langsung main serbu… us, kok…Ta’jil, sholat Maghrib, baru makan.Acara dikoordinir ustazah Resky. Tak terasa waktu isya’ sudah datang, para siswi kembali berjamaah sholat Isya’ dilanjutkan tarawih diimami ustazah Arofah.
Selepas sholat tarawih, Ustazah Rita mengisi tips sehat di bulan Ramadhan di assembly room.Sekitar 40 menit ia menyampaikan materinya, sesuai dengan pelajaran Biologi yang diampunya. Jam 8 lebih, keluarlah acara spontanitas yang dibawakan Ust Novrian dan Ust Andri. P. Novri mempersembahkan berikrim (berita criminal),beriteko (berita teknologi) dan berotot (berita olahraga dan tantangan). Lho? Tenang berita boleh criminal tapi pesan tetap positif supaya kita menjauhkan diri dari godaan hal negative. Penampilannya kali ini masih seheboh tahun lalu di acara Ketoprak Ramadhan tahun lalu. Pesan-pesannya juga jangan disepelekan. Ingat itu ya mbaak…mbak… ! Ust Andri sebagai rekan kolaborasi menyampaikan cerita ringan dan tips tetap produktif di bulan puasa. Sayang ust Nur Aziz yang teatrikawan itu tidak bisa ikut di rombongan spontanitas kali ini.
Setelah tergelak dan tersenyum di spontanitas, para siswi mengikuti acara muhasabah. Hiks, nangisnya sampai kedengaran dari luar ruang assembly. Yah, mudah-mudahan tangisan yang timbul dari hati itu jadi saksi untuk suatu perbaikan diri di masa depan. Amin.
Acara selanjutnya, mimpi indah, qiyamul lail, makan sahur, sholat subuh, kuliah subuh, dan outdoor activity berjalan lancar. Menjelang penutupan ada bersih diri dan bersih ruangan, sholat dhuha,dan reward. Sekitar jam 07.30 siswi meninggalkan ruangan untuk pulang sambil bersalam-salaman dan saling bermaafan sesama teman dan guru-guru. Alhamdulillah, semua lancar dan semoga berkesan. Sampai jumpa di mabit mendatang.Insya Allah.




Sanlat nya berapa hari?
Assalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuhu
SUBHANALLAAH, ALHAMDULILLAAH, ALLAAHU AKBAR satu lagi model pembelajaran melalui madrasah ramadhan !
Semoga usaha para asatidz dalam membentuk pribadi2 muslimah yang kaffah, disambut dengan nilai2 positif oleh para orangtua/wali santri yang dikembangkan dengan aktifitas2 rumah masing2. Sesungguhnya proses pendidikan tidak hanya disekolah yang 8 s/d 9 jam, akan tetapi rumah dan lingkungan mempunyai peran yang tidak sedikit.
Oleh karenanya penguatan dan pembelajaran bagi orang tua/wali santri tentunya harus mendapat perhatian semua pihak, baik oleh SpiLuqKim maupun oleh PPHS. InsyaALLAH dengan Forum Klas SpiLuqKim dengan didukung oleh Komite SMP Luqman Al HAkim, akan mengambil peran menjalin silaturrahim antara orangtua/wali santri sehingga menguatkan ukhuwah dalam mendukung PBM di SpiLuqKim.
Kepada para asatidz, tak terkecualikan “Jazzaakalaahu khoiron katsiroh” semoga menjadi investasi jariyah panjenegan semua kelah di akherat.
Wassalaamu’alaikum wa Rahmatullaahi wa Barakaatuhu
[abi enha]