What’s Going on with My Daughter?


Oleh: Ustd. Feni, Guru Bimbingan dan Konseling

Sejak anak kita memasuki gerbang sekolah SMP Putri Luqman Al Hakim dengan seragam baru, kita mungkin baru menyadari bahwa ter-nyata anak kita sudah bukan “anak-anak” lagi.
Ini terlihat dari perubahan fisik, sikap, dan gaya bicara. Mereka sudah mulai menutup diri dan sembunyi-sembunyi dari ortu untuk membicarakan “sesuatu” dengan saudara atau teman sebayanya. Mereka telah bertransformasi dari “anak” menjadi “remaja”.
What’s going on with my daughter? Does she have problems? What kind of problems is she going through?
Wajar bila ortu khawatir dengan perubahan mendadak dalam diri remaja. Inilah remaja yang sedang menjalani masa puber. Menghadapi mereka ternyata butuh strategi khusus. Manajemen masa puber yang tepat dapat berperan memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan bagi remaja putri buah hati kita.
Bagaimana sikap yang tepat bagi ortu untuk menciptakan suasana kondusif yang dibutuhkan remaja?
Langkah awal adalah mengenali kecenderungan sikap dan perilaku mereka. Umumnya remaja putri lebih dulu mengalami puber dibandingkan remaja putra. Karena itu biasanya mereka:

  • ingin dianggap sudah besar dan bisa mengatur dirinya sendiri, sehingga tidak suka disuruh, diatur-atur, dan dinasehati
  • ingin tahu hal-hal baru yang lebih menantang
  • mulai tertarik dengan lawan jenis, yaitu laki-laki
  • ingin populer, gaul, dan funky
  • lebih percaya kepada teman atau sahabat
  • mulai peduli pada image dan penampilan diri termasuk hal-hal yang berbau fashion

Ortu bijak yang memahami perubahan-perubahan ini harus segera menyiapkan diri dengan memberikan teladan yang baik dalam bersikap dan bertutur kata. Dalam rangka usaha menasehati remaja, ortu harus melakukan pendekatan dengan cara:

  • memberi kesempatan kepada mereka untuk berpendapat atau sekedar bercerita tentang pengalamannya hari ini
  • menjadi pendengar yang baik di kala mereka punya keluhan atau uneg-uneg
  • memberi saran yang simple, enjoy, dan disertai joke segar, tentu saja yang sesuai dengan syariah islam
  • memahami harapan, keinginan, dan kesukaan mereka agar ortu tahu cara memotivasinya
  • menghindari berbicara de-ngan nada yang formal, mendikte, atau mencari-cari hal yang tidak ingin mereka bicarakanmenjauhi prasangka, amarah, kata-kata kasar, dan terutama tindakan kekerasan sekalipun ortu emosi karena ulah mereka
  • membantu mencari solusi, karena sesungguhnya remaja belum mampu menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya

Wahai Ayah dan Bunda, saat ini anak-anak remaja putri kita sedang menjalani sebuah proses pematangan dan pendewasaan diri. Masih banyak lagi hal yang bisa kita lakukan. Sedikit demi sedikit, marilah kita belajar.
Belajar apa? Belajar untuk menjadi ortu. Dari merekalah kita belajar menjadi ortu yang baik. Mereka membutuhkan orang yang bisa membimbing mereka menjalani proses ini.
Memang tidak mudah. Namun apakah kita akan menyerah dan membiarkan mereka gagal dalam melalui proses ini sendirian? Tentu saja tidak! Kita harus yakin bahwa ALLAH akan menuntun kita untuk menjadi ortu yang baik.
Ingatlah selalu bahwa anak adalah amanah dari ALLAH dan kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas diri mereka. (fen)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s