Setiap kekurangan mesti diperbaiki… kekosongan bisa diisi..


Ujian tertulis sudah berlalu, tetapi eitt… ternyata masih ada yang nyantol satu dua. Nilai tidak mencapai standar ketuntasan minimal (SKM ) yaitu 70. Mesti gimana? Remedial, to?

Wait a minute, kerja dua kali. tapi gimana lagi? Kenapa setelah ketemu soalnya, ketemu susahnya baru kepikiran kalau belajarnya kemarin belum nyampe ke situ? Yah, nasi telah menjadi gosong…eh bubur…! Wah belajar lagi nih… padahal sudah pengin ikut classmeeting (kalau ada?!…ada gak??) atau nyiapin buat Unjuk Gelar Prestasi  ntar saat rapotan atau rencananya ada pemilihan umum ketua OPLH (Organisasi Pelajar LUqman Al Hakim)…

Setiap kekurangan mesti diperbaiki. Kesempatan yang diberikan oleh Allah jangan sampai dilewatkan dengan menyesali yang sudah-sudah. Bukankah kegagalan adalah enjoy kesuksesan yang tertunda?

Bagi yang tidak remidi isilah waktu dengan tetap belajar. Diluar akademis banyak hal yang bisa dipelajari. Ada siswi yang mulai baca-baca buku bahasa pemrograman  komputer. That’s good! Sebuah langkah bagus di usia muda. Suatu saat pasti berguna, karena jamannya nanti memang digitalized. Bgaimana dengan yang lain? (Dipikir-pikir daripada cuma bisa main game komputer mendingan sekalian bisa bikin gamenya kan???).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s