Libur Tlah tiba


libur-tlah-tiba (doc)

HOLLIDAY SEASON IS COMING! DOING WHAT?

oleh: Novrian Eka Sandhi*

♫ Libur t’lah tiba… ♪ Hore… Simpanlah tas dan bukumu…♫ Lupakan keluh kesahmu…♪ Libut t’lah tiba…♫ Hatiku gembira… ♪

(Libur T’lah Tiba – Song by: Tasya)

Ada dua hal yang paling difavoritkan oleh para pelajar dan mahasiswa, jam kosong dan libur! Benar, kan?! Hayo ngaku aja, dech. Pasti kayak gitu di seantero jagad dari jaman baheula.
Setelah dua semester berjibaku dengan buku, catatan, tugas, ulangan harian, UTS, UAS, UKK, dan U-U lain-lainnya, liburan menjadi saat-saat yang sangat ditunggu. Terutama bagi siswi yang bukan tingkat akhir. Sementara itu bagi siswi kelas VI, IX, dan XII liburan mungkin bukanlah hal yang terlalu menyenangkan. Karena mereka harus berjuang memburu sekolah atau perguruan tinggi (PT). Lebih horor lagi jika nilai kelulusan mepeeet bgt, alias pas-pasan. Akibatnya bargaining position untuk memilih sekolah/PT negeri top jadi menipis. Kecuali mereka yang memiliki ortu berkantong tebal, tidak jadi masalah. Tinggal tunjuk aja mau sekolah dimana, pasti keturutan.
Anyway… Let’s not talk about that. I’d like to discuss this holiday issue with you, 7th graders and 8th graders. Of course, alhamdulillah, I’m sure right now you already advance to the next grade. Congratulations, gals!
Meski ditunggu-tunggu, namun lucunya hanya sedikit siswi (baca: siswi SPiLuqkim) yang bisa menikmati liburannya. Umumnya mereka hanya happy 1 – 2 hari. Memasuki hari ke-3 dan seterusnya mereka sudah mulai bored alias mblenger. Mulailah berdatangan SMS di ponsel gurunya. Sekedar tanya, “Pak/Bu, lg ngap?”, atau “Lbr gn enakx ngap?”, atau “Hr ni da film bgs g?”, atau “Kl jln2 enakx kmn y?”, dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan bernada boring dan kesepian lainnya.
Entah karena asatidz/asatidzah sukses menjadikan sekolah kita sebagai ‘the second home’, ataukah karena ada siswi yang gak bahagia di rumah (dengan sejuta alasan), selalu ada siswi yang nyeletuk, “Enakan di sekolah. Rame, banyak yang bisa diajak bercanda, ngobrol, dan maen”. Tapi lucunya, kalo sudah di sekolah, maunya cepat pulang atau libur lagi. Pusing kan?!
Sekarang, mari kita bahas tentang liburan.


Ketika tenggelam dalam tumpukan kesibukan dan tugas yang menggunung, terlintas dalam benak kita, betapa nikmatnya jika kita bisa liburan di tempat yang indah, unik, dan menarik. Di Bali misalnya. Atau bisa liburan ke luar negeri mengunjungi tempat dan wahana yang seru, mencicipi makanan dan minuman yang enak-enak, shopping ini-itu, dan menikmati fasilitas serta kenyamanan di hotel bintang tujuh (kayak puyer aja).
Nah, masalahnya adalah: semua itu kan gak gratis, Non! Butuh uang banyak. Hare gene! BBM naik, sembako naik, apa-apa mahal. Sementara itu gaji ortu belum tentu naik. Sedangkan ortu-ortu yang wirausaha, bisa jadi saat-saat seperti ini adalah masa-masa penuh kelesuan karena omzet menurun. Sementara ortu-ortu yang menjadi produsen sedang dilanda kesulitan keuangan, kelangkaan bahan baku, pajak dan retribusi yang mencekik, tagihan kredit jatuh tempo, ongkos transport melambung, dsb. Di lain pihak permintaan menurun, harga gak bisa dinaikkan, dan belum lagi serbuan produk Cina yang membanjiri pasar.
So, ortu kita tuh dah beraaat bgt bebannya.
Sebagai anak muslimah yang sholehah, sudah tentu haram bagi kamu untuk menambah-nambahi beban bagi ortu kamu. Daripada uang dihambur-hamburin buat sekedar liburan gak penting (baca: hura-hura), ya mending kan buat beli sembako atau kebutuhan lain. Misalnya, tahun ini ada adik atau kakakmu yang masuk sekolah atau PT yang pasti butuh biaya banyak. Pendidikan mahal, lho.
Jangan lupa, Non! Setiap tahun, ortu kamu harus menyisihkan hampir 7 juta rupiah buat nyekolahin kamu di SpiLuqkim ini. Itu belum termasuk uang saku, stationary, sepatu, HP + pulsa, transport, dan segala tetek-bengek pating krenthil lainnya. Makanya, jadi anak harus penuh kesyukuran kepada ALLAH.
Sekarang, fokus kita adalah gimana caranya mengisi liburan tanpa harus membebani ortu. Syarat: harus fun, edukatif, bermanfaat, gak boleh menghalangi kamu dari menegakkan syariah, dan gratis (syukur-syukur kalo bisa jadi duit).
Eit, tunggu dulu! Kita harus bahas dulu syarat pertama: fun.
Fun alias menyenangkan. Aspek yang satu ini ternyata sangat relatif. Bagi seseorang, melakukan satu hal mungkin sangat fun. Tapi bagi orang lain mungkin sangat tidak fun. Bahkan boring and killing, maksudnya menyiksa banget gitu loh.
Sebagai contoh, saya pernah memperhatikan, ketika praktik Tata Boga ada sebagian 8th graders yang begitu enjoy. Mengupas, mengiris, merebus, menggoreng, memeras santan, memblender bumbu, sampai kora-kora peralatan masak. Ini kan pekerjaannya cewek, gitu kali pikirnya. Tapi di sisi lain, ada 8th graders yang totally not enjoy. Gimana mau enjoy, lha wong nyalain kompor minyak aja bisa kalah sama angin, alias gak nyala-nyala.
Begitu pula dengan 7th graders waktu pelajaran Despro. Yang enjoy, bisa dilihat kalo menggunting tuh cermat banget. Gak ada yang mencang-mencong. Bandingkan dengan yang gak enjoy, pasti ngguntingnya kesana-kemari, perlu ditunjukin jalan yang lurus.
Dalam kondisi kepepet seperti sekarang, kamu gak punya banyak pilihan selain mencoba enjoy dengan apapun yang bisa dilakukan nanti saat liburan. Try to open up your mind. Mencoba sesuatu yang baru dan menikmatinya. Atau mencoba menikmati sesuatu yang selama ini tidak kamu sukai.
Asal tau aja, rasa enjoy berkorelasi dengan rasa kesyukuran. Bukti dari syukur kamu kepada ALLAH adalah kamu enjoy dengan apapun yang ALLAH berikan kepada kamu. Pada akhirnya, ketika bisa enjoy saat melakukan sesuatu, maka kamu akan menemukan yang namanya fun. Mudheng, gak?
Masalahnya, kalo menunggu kamu enjoy atau menuruti enjoy berdasarkan perspektifmu, bisa jadi repot. Ya kalo kamu orangnya simpel dan nrimo. Lha kalo kamu tipe rewel, bawel, ruwet, dan rese’, semuanya gak akan jadi enjoy buatmu. Kalo dah gitu, yang namanya fun gak bakalan ketemu meski sampai lebaran monyet.
Ok deh. Berikut ini alternatif dan tips untuk mengisi liburan. Boleh dipilih, boleh juga gak. It’s all up to you.
1. Silaturrahim ke rumah kerabat. Ini adalah metode paling klasik dalam mengisi liburan. Tetapi tetap fun buat dilakukan. Sekaligus menjaga tali silaturrahim dengan kerabat. Jika selama ini ortumu terlalu sibuk, maka kamulah yang mewakili mereka buat menjalankan sunnah Rasul yang satu ini. So, go ahead. Pergilah mengunjungi sanak saudara atau kerabat, terutama yang di luar kota. Minimal kan kamu ganti suasana.
Tapi, jangan sok jadi ratu atau tuan putri! Karena keluarga sendiri, kamu gak usah sungkan untuk membantu pekerjaan rumah. Bangun tidur, rapikan kamarmu. Setelah itu bantu-bantu, menyapu rumah kek, menyiram kembang kek, dll.
Ingat pula, liburan model ini bukannya tanpa resiko. Perilakumu bakal jadi pusat perhatian para tetua, seperti kakek-nenek, pakde-bude, dan om-tante. Meski tidak semua, kenyataannya ada keluarga, yang entah sengaja atau tidak, ‘hobi’ membanding-bandingkan cucu yang satu dengan yang lain, keponakan yang satu dengan yang lain. Apalagi kamu kan santriwati. Bisa-bisa, kalo ada sikap dan ucapanmu yang gak berkenan, itu bakal jadi stigma negatif di kalangan keluarga. Nama baik ortumu dan sekolah bisa ikutan tercemar. Jadi biarpun berada di lingkungan keluargamu sendiri, tetap jaga sikap dan ucapan ya, Ndhuk.
2. Jika ortumu punya unit usaha, belajarlah berbisnis. Salah satu kunci sukses orang Cina dalam berbisnis adalah mereka mempelajarinya sejak usia yang sangat muda. Tanpa sengaja saya memperhatikan bengkel motor langganan saya di kawasan Manyar milik seorang Tionghoa. Di masa awal saya kuliah, si Koko anak sang pemilik mulanya hanya bermain-main di bengkel ayahnya karena sekolahnya libur. Lama-kelamaan ia mulai diperintah ayahnya untuk membantu. Entah sekedar mengambil spare part, bersih-bersih, atau mengantar minuman kepada customer yang sedang menunggu.
Kini, setelah beberapa tahun berselang, saya menjadi guru dan si Koko pun menjadi bos muda di bengkel itu. Ia dipercaya menerima order, menemui sales, melayani dan memberi input kepada customer, dan bahkan mengambil keputusan. Semua itu dilaksanakan si Koko mulai dari ‘bawah’, disuruh-suruh ayahnya, tanpa malu dan gengsi.
Saya dibesarkan di Pontianak yang kental dengan budaya Melayu. Bahkan disana pun etnis Tionghoa juga terkenal sukses dalam berbisnis. Sampai-sampai ada ungkapan, “Orang Cina berani rugi asal si pelanggan puas dan mau belanja lagi di tempatnya. Kalau orang Melayu tidak peduli si pelanggan kecewa dan tidak mau belanja lagi di tempatnya, asal untung.” Mengapa begitu? Ada yang bilang, “Orang Melayu kan pengin buru-buru naik haji.” Walaupun hanya sekedar sindiran, tapi sejujurnya itu sangat mengena kepada kondisi mental kaum muslimin saat ini. Kita ini maunya sukses besar secara instan, enggan berproses, malu sengsara, dan berani curang.
Nah, ALLAH membukakan 20 pintu rejeki. Yang 1 pintu dari bekerja, sementara 19 pintu lainnya dari berdagang. So, di liburan kali ini, jika ortumu punya unit usaha, meski hanya sebuah warteg, buang jauh-jauh gengsimu! Mulailah belajar berbisnis. Kamu gak punya alasan untuk gengsi-gengsian, karena toh selama ini rejeki ALLAH yang dimakan kamu da keluargamu berasal dari situ. Makan gengsi gak kenyang loh!
Jangan mimpi langsung jadi manager, tapi mulailah dari bawah. Sebagaimana kita sekarang bisa berlari, dulunya kita belajar dari bawah dan permulaan. Merangkak, berdiri, berjalan tertatih-tatih, hingga akhirnya sekarang kita bisa berlari secepat dan melompat sejauh apa pun yang kita mau.
3. Ikut program liburan di perusahaan. Ada BUMN (seperti Telkom dan Pos Indonesia) dan perusahaan swasta yang punya program liburan bagi remaja. Biasanya gratis. Mereka mengalokasikan dana sebagai wujud Corporate Social Responsibility (CSR). Bahasa gampangnya, balas budinya perusahaan berupa program sosial untuk masyarakat.
Temanya berkisar tentang leadership, teamwork, dan enterpreneurship. Bentuknya bisa camping, outbound, home stay, on-job training, study tour, field study, seminar, dsb. Karena gratis, pesertanya pasti dibatasi jumlahnya. Makanya kamu harus cepat-cepat mendaftar. Cari infonya di internet atau tanya keluarga dan tetangga yang kerja di BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta besar.
Selain fun dan edukatif, kamu bisa memperluas pergaulan karena pesertanya berasal dari berbagai latar belakang (etnis, agama, budaya, dsb.). Bahkan mungkin dari luar negeri (dan luar angkasa ). Sekaligus jadi kesempatan buat kamu memperkenalkan sekolah kita. Jadi kalo ditanya, “Sekolah dimana, Mbak?”, maka kamu harus menjawab dengan lantang dan bangga, “SMP Putri Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya”. Kamu juga harus bisa nyebutin alamat sekolah kita dengan lengkap. Serta yang juga penting, kamu harus bisa menjelaskan mengapa di sekolah kita murid cowok dan cewek dipisah. Gitu! Selain itu, ini kesempatan buat menguji kualitas aqidahmu dan berdakwah dengan mencontohkan tata pergaulan Islami di dunia nyata.
4. Ikut pelatihan, seminar, dan workshop gratis. Bukan promosi, nih. Sebagai contoh, Hi-Tech Mall yang berlokasi di jalan Kusuma Bangsa, punya jadwal seminar dan pelatihan tentang dunia komputer di sepanjang liburan ini. Kamu hanya perlu cari infonya. Bisa di radio, koran, atau internet. Kebanyakan gratis serta dipandu oleh para expert dan praktisi. So, kurang fun dan edukatif apa lagi?!
5. Ikut lomba. Banyak lho mal dan pusat perbelanjaan yang mengadakan lomba-lomba di musim liburan ini. Asal kamu rajin hunting info kamu tinggal pilih lomba yang sesuai dengan minat dan bakat kamu. Usahakan cari yang gratis uang pendaftarannya namun berlimpah-ruah hadiahnya.
Tapi… Seperti yang kamu tahu sendiri. Mal dan pusat perbelanjaan adalah area yang bebas nyaris tanpa syarat. Banyak wanita yang tidak menutup aurat. Ada pula laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim dan belum menikah bergaul dengan bebas. Jadi, kamu harus pintar-pintar menjaga dan menundukkan pandangan. Bukannya malah TePe-TePe (Tebar Pesona)! Ih, emangnya kamu cewek apaan?!
Satu lagi, perhatikan jadwal. Jangan sampai meninggalkan sholat hanya gara-gara lomba. Meskipun berkaitan dengan syiar Islam, seperti nasyid, khitabah, atau tartil Qur’an, tetap sholat fardhu adalah prioritas hidup nomor wahid. Lebih baik tinggalkan aja lombanya dan gak menang, daripada sengsara di akhirat karena meninggalkan sholat fardhu.
6. Menyimak tayangan edukatif di radio dan tv. Hindari tayangan ghibah berkedok infotainment maupun tayangan absurd seperti: Playboy Kabel, CLBK, Fans, Empat Mata, Termehek-mehek, dan masih banyak lagi. Haram!
Saya merekomendasikan MetroTV, tv-e, dan Suara Surabaya untuk mengisi liburan kamu. Minimal, ketiga stasiun itu yang paling minim dampak negatifnya. Ada begitu banyak tayangan dokumenter dan talk-show yang edukatif. Terutama di jam-jam yang biasanya kamu berada di sekolah.
Ah, itu kan tv dan radio buat orang tua, politisi, dan para pemikir. Memangnya kenapa?! Negara, bangsa, dan umat ini sedang dililit masalah mega besar. Semakin dini kamu sadar dan peduli, semakin besar peluang kamu terhindar dari masalah itu. Kamu harus menjadi bagian dari solusi di masa depan, bukan menjadi bagian permasalahan.
7. Menjadi penulis atau jurnalis dadakan. Terutama buat alumni Writing Club atau yang berencana bergabung di tahun depan. Waktu luangmu tidak akan sia-sia jika kamu tuangkan lamunanmu ke dalam puisi, cerpen, ataupun artikel opini.
Setelah selesai, coba kirimkan hasil karyamu ke media-media besar nasional. Seperti Jawa Pos, Republika, Media Indonesia, Kompas, Sabili, dan Suara Hidayatullah. Semuanya punya rubrik khusus untuk public journalism serta kolom remaja dan pelajar. Jika dimuat, selain ngetop, kamu juga akan menerima honor sebagai penulis. Cukuplah buat beli pulsa.
Selain itu, berbekal kamera atau handycam digital kamu bisa mencoba menjadi news reporter untuk tv, seperti MetroTV. Banyak hal-hal dan peristiwa unik di lingkungan sekitarmu yang bisa jadi sasaran bidikan kamera. Pastinya menambah pengalaman, wawasan, pergaulan, keterampilan, serta melatih kepekaan dan kepedulian sosial. Kamu bisa berkolaborasi dengan sahabat atau adik/kakakmu.
8. Belajar ilmu dan keterampilan baru. Pernah membuat brownies? Atau black forrest? Atau es krim goyang lidah? Merajut sebuah sweater? Melukis di atas kain? Merangkai bunga atau janur? Membangun greenhouse? Menanam anggrek, adenium, anthurium, atau ‘gelombang cinta’? Menata aquarium atau aquatic? Menggembala kambing? Memerah susu sapi? Menyablon stiker? Menjahit pakaian? Merancang busana dan aksesori? Membuat blog atau website? Merancang aplikasi ponsel? Membuat software komputer sederhana? Cobalah belajar hal-hal baru! Pasti menantang dan fun.
Kalo kurang menantang, coba merakit antena tv, setelah itu pasang di atas genteng. Masih kurang menantang? Ambil obeng kombinasi (+/-) dan kuas kecil. Bongkar tutup case komputermu (minta ijin dulu ke abi, ya). Bersihkan debunya perlahan-lahan. Coba kenali satu-persatu komponen di dalamnya. Jika ada, minta orang yang ahli untuk mengajari membongkar dan merakit kembali komputer itu. Seru, kan?!
9. Kerja sosial. Sayangnya yang satu ini mungkin masih belum populer dan jarang di sini, atau saya yang kurang info, ya? Kalo memang ada, cobalah bergabung dengan LSM Islam yang mengurusi anak jalanan, merawat orang tua dan jompo, mengasuh anak-anak yatim dan bayi-bayi mungil tak berdosa yang ditelantarkan orang tuanya (karena miskin atau mungkin hasil perzinahan), menjenguk pasien HIV/AIDS atau mantan pecandu narkoba yang terbaring lemah tak berdaya menanti ajal, menggalang dana untuk pembangunan masjid, pesantren, dan panti asuhan, ikut kampanye pelestarian lingkungan, dsb. Cobalah menjadi pekerja sosial tanpa dibayar.
Dengan demikian, kamu akan menyelami pengalaman rohani yang sangat berharga. Pastinya, kamu jadi lebih menghargai nilai-nilai kehidupan, menyadari bahwa hidup ini bukanlah mengejar materi belaka, dan mensyukuri segala nikmat yang ALLAH curahkan tiada henti kepadamu dan keluargamu setiap detik. Satu lagi, setelah kamu menimang bayi-bayi yang terbuang atau melihat pasien HIV/AIDS yang sekarat, kamu pasti sadar sepenuhnya mengapa Islam melarang kamu pacaran dan bergaul bebas dengan cowok!
Kalo emang dah pengin, ya nikah aja! Halal, kok. Toh, kamu sudah baligh, kan. Yang haram tuh, mendekati zinah! Apalagi kalo sampai zinah beneran! Na’udzubillah!
10. Redecorating your bedroom. Ini jawaban favorit saya ketika ditanya siswi yang lagi suntuk liburan di rumahnya. Ya, menata ulang kamar tidurmu. Aktivitas yang murah dan meriah serta membakar kalori dalam jumlah besar.
Sekarang jawab dengan jujur, seberapa besar perhatianmu kepada kamarmu selama ini? Cuek? Atau care?
Your room shows your personality.
Sadarkah kamu betapa penting peran kamar dalam hidupmu? Dimana kamu tidur? Belajar? Berdandan? Melarikan diri ketika bertengkar atau bethe? Sembunyi dan menangis ketika ada masalah atau stress? Menyimpan kertas ulanganmu yang gak lulus SKM? Ngumpet-ngumpet ketika sedang bertelepon atau SMS-an soal … yang kamu gak ingin ortumu tahu? Menimbun dalam-dalam rahasia besarmu? Bahkan menyembunyikan boneka kelinci warna pink kado spesial dari seorang cowok yang nge-fans sama kamu? Ya, di kamar kan?! Ia menjadi saksi bisu romantika kehidupanmu.
Jadi tidak alasan untuk cuek pada kamarmu. Kamu harus peduli dan sayang pada kamarmu. Ayo mulai sekarang juga!
Siapkan dulu persenjataannya. Mulai dari kostum kerja, kacamata/google dan masker anti debu, sapu, kemoceng, pengki/cikrak, tong sampah, kain lap/kanebo, kain pel, ember berisi air plus pewangi lantai. Eit, jangan lupa minuman plus camilan, simpan di tempat yang aman dari debu dan kotoran tapi mudah dijangkau. Satu lagi, musiiik… So, let’s start now!
Fase pertama. Bongkar isi lemarimu. Sortir dan tatalah dengan rapi baju dan aksesori yang masih benar-benar perlu dipakai. Sisanya di-packing rapi siap untuk disumbangkan atau diloak. Kamu harus tegas, jangan menjadi sentimentil dengan menyimpan barang-barang yang aslinya gak dibutuhkan hanya karena mengandung unsur kenangan. Kamu kan tidak hidup di masa lalu! Tapi sekarang dan masa depan.
Beres dengan lemari, lanjutkan dengan meja belajar, meja rias, laci, bufet, rak, dan tempat-tempat penyimpanan lainnya. Sekali lagi, harus tegas! Simpan hanya yang masih perlu saja. Sisanya, wassalam. BTW, buku teks, catatan, buku tugas, dan fotokopian pelajaran, terutama mata pelajaran UAN jangan dibuang dulu. Pasti akan diperlukan saat mengikuti program bimbingan belajar intensif di kelas IX nanti.
Fase kedua. Keluarkan semua barang-barang dari kamar, sebanyak mungkin. Yang terlalu berat, ya dah biarin aja. Lanjut, bersihkan lantai, dinding, dan plafonnya dengan cermat hingga ke sudut-sudutnya. Bersihkan juga furniture yang ada di kamarmu. Setelah beres, break sebentar. Sambil minum dan makan camilan, pikirkan bagaimana menata ulang layout kamar. Mungkin posisi dipan perlu dipindah, meja belajar dan lemari perlu ditukar, dan seterusnya. Pokoknya, atur penempatan furniture (dipan, meja belajar, meja rias, lemari, rak buku, rak sepatu, dll.) agar efisien dan comfort. Gunakan feeling aja, gak usah pake feng-shui segala, syirik!
Mumpung kamar lagi longgar karena barang-barang sedang dikeluarkan. Perhatikan seisi kamar. Lampu, apakah masih cukup terang? Kipas angin, apakah perlu diperbaiki dan dibersihkan? Poster dan tempelan di dinding, apakah perlu diganti? Dinding dan plafon, apakah perlu dicat ulang atau ganti warna? Kabel-kabel listrik, apakah perlu diatur lagi?
Selesai menata, cek ulang. Apakah sekarang kamarmu jadi lebih bersih, segar, lega, leluasa, nyaman, dan terasa berbeda? Kalo gak, berarti salah penataan, tuh. Ayo ditata lagi.
Yang penting, nikmati proses ini. Jangan terburu-buru. Mungkin perlu waktu 2 – 3 hari. Take your time.
Biar gak salah paham dengan orang rumah, beri tahu mereka di hari sebelumnya. Paling tidak, mereka siap mental dengan suara gaduh, debu-debu beterbangan, sampah-sampah berserakan, dan furniture yang malang-melintang selama proses mendekorasi ulang kamar tidurmu. Ya syukur-syukur kalo ortumu mengucurkan dana khusus buat renovasi kamarmu karena terharu melihat usahamu.
11. Last but not least: perbanyak ibadah! Alangkah ruginya jika kelonggaran waktu yang diberikan ALLAH ini berlalu begitu saja. Apalagi hanya digunakan untuk hura-hura. Kepikir gak kalo pas lagi hura-hura tiba-tiba malaikat maut datang dan mengambil nyawa kita?
Kamu semua kan sudah baligh, Neng Geulis. Artinya, kamu sudah mengemban tanggung jawab sebagai muslimah dewasa. Kalian diajarkan bahwa hidup harus berorientasi kepada akhirat, dunia ini hanya sarana menuju kesana. Ini kan kesempatan emas, waktu luang, dan kesehatan dari ALLAH.
Kamu bisa berlatih qiyamul lail tanpa khawatir bangun kesiangan karena gak perlu berangkat sekolah paginya. Kamu punya banyak waktu luang untuk menghafal surah di juz 29 – 30 yang jadi targetmu. Kalo masih dikasih ortu, uang jajanmu sebagian ditabung dan sebagian lagi disedekahkan. Sekalian kan kamu menabung amal sholeh yang banyak. Agar di tahun akademik mendatang, ALLAH memuluskan jalanmu. Biar kamu tuh gak langganan remedi melulu, kena masalah melulu, dipanggil bu Feni dan pak Andri melulu, dibentak pak Novri melulu, dan masalah-masalah nyebelin lainnya.
Nah, itu tadi sekedar sumbang saran aja. Masih banyak alternatif kegiatan lain untuk mengisi waktu liburanmu. Pastinya kamu dan ortu bisa temukan sendiri pilihan-pilihan yang lebih cocok buatmu. Yang penting, buatlah pilihan-pilihan yang make sense dan bertanggung jawab. Bukan asal senang-senang dan hura-hura saja, apalagi menghambur-hamburkan uang.
Have a wonderful holiday! Ditunggu cerita-cerita serunya. See you next academic year with the new spirit… Wassalam…

* staf pengajar SMP Putri Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

One thought on “Libur Tlah tiba

  1. little company mengatakan:

    Pa Eka, trnyata guru gaul ya, bisa tau lagunya Tasya..hehe2. Tpi emang msti gitu sih Pa, guru skrg hrs bisa mbaca prkmbangan jaman..dlm metode pmbalajaran tentunya. Trus brjuang membina generasi muda muslim menuju kebangkitan islam. Semoga tetap istiqomah. AMin.
    Tapi ngomong2, sy mampir ksini ga sngaja, sy lgi nyari lagunya tasya yg libur telah tiba di um gugel, lalu tdampar disini, sy pikir bisa download lagunya di sini. Tadinya kalo ada mo sy pasang di sini : http://littlecompany.wordpress.com/2009/12/15/taun-baru-telah-tiba/
    Tapi its ok, itung2 silaturahmi, iya kan pa Eka?

    Syukron.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s