Metamorfosis


Aha…. cantik nian dikau…

Masa ujian sekolah telah usai. Liburan pun datang. Siswi dan guru turut senang saat jeda seperti ini. bagi yang merasakan penuhnya agenda dan kesibukan sudah tentu saat lburan seperti ini terasa beda dan mungkin sedikit yang akn mengisinya dengan tidur saja. Yang namanya manusia tidak bisa lepas dari kreatifitas.  Tentang mengisi liburan sudah ada pada tulisan sebelumnya. Tulisan ini juga tidak melengkapi yang sebelumnya kok.

Tertarik dengan dunia kupu-kupu? adakah yang bisa kita pelajari darinya?

Sudah tentu semua tahu kupu-kupu cantik itu keluar/lahir tidak serta merta menjadi demikian. Ada proses yang disebut metamorfosis. Dari telur menjadi ulat. kepompong lalu keluar sebagai kupu-kupu bukan proses sederhana. Ada pertanyaan kecil: mengapa ada SMP dan SMA?

Mengutip dari Ibu Murniramli:

Banyak pendapat dari pakar psikologi yang mengatakan bahwa usia anak didik mempengaruhi daya tangkap dan kemampuan belajarnya.  Usia SMP berkisar antara 11 th-14 th, dan usia SMA berkisar antara 15 th-18 th. Pada usia SMP, anak-anak memasuki usia remaja, yang mengubah kondisi fisik dan mentalnya dari alam kanak-kanak menjadi alam remaja. Pada tahap ini anak mulai mencari jati dirinya, siapa dia, dari mana dia berasal, ke mana dia akan menuju (cita-cita). Dan tentu saja jawaban itu tak bisa didapatnya dalam pendidikan di SMP. Oleh karena itu pendidikan di masa SMP hendaknya menyediakan peluang/pilihan ilmu, keahlian yang banyak kepada para siswa.

Adapun anak-anak usia SMA, mereka mulai menyadari eksistensinya, dan mulai membentuk diri dan karakternya.  Anak-anak mulai mantap cita-citanya dan sudah melatih diri untuk menjadi sesuai yang dicita-citakan.  Misalnya anak-anak yang bercita-cita menjadi olah ragawan, mulai latihan menggembungkan otot.  Anak-anak yang ingin bekerja di bidang sains mulai menyukai dan melatih diri di bidang ini. Karenanya pendidikan di masa SMA harus dibuat dengan pilihan yang menyempit dan mendalam.

Secara garis besar kurikulum SMP harus bersifat : banyak, luas, tidak mendalam/general, pendek, dan ringan.  Sedangkan kurikulum SMA harus bersifat sedikit, sempit, mendalam, panjang, dan berat dari segi muatannya.

Di Jepang, kurikulum SMP terdiri dari mapel wajib dan mapel pilihan yang diberikan di kelas 2 dan 3.  Jumlah mapel pilihan hanya 2 atau 3 saja.  Sedangkan di SMA, melalui penjurusan, mapel pilihan lebih banyak daripada mapel wajib. Selain pelajaran yang termuat dalam intrakurikuler, minat dan keinginan siswa juga dikembangkan melalui ekstrakurikuler yang biasa disebut `bukatsudo`.

Di Indonesia tampaknya pembinaan ekstrakurikuler masih belum optimal, dan hanya dianggap sebagai pelengkap kurikulum intra.  Oleh karenanya kita agak sulit menghasilkan olahragawan atau seniman berprestasi dari jalur sekolah.  Berbeda halnya dengan di Jepang, karena ekskul menjadi salah satu rute untuk menjadi `orang` di masa depan, maka tidak mengherankan jika banyak atlet yang terlahir dari kegiatan ekskul sekolah.

Landasan berfikir di atas, yaitu bahwa usia SMP dan SMA memiliki dampak pada daya tangkap dan nalar siswa, menjadikan kita mudah memahami pemisahan jenjang ini.

Tetapi apakah sisi psikologis ini secara umum akan senantiasa demikian adanya dengan kemajuan IT dan informasi yang menyebabkan anak SMP mungkin lebih cepat berkembang secara psikis (mental) daripada fisiknya ? Atau pertanyaan lain, globalisasi yang menuntut kompetisi di semua bidang menyebabkan anak-anak SMP harus diajarkan materi SMA agar dapat mengejar kemampuan anak-anak di negara maju ?

Paling tidak kutipan di atas merupakan renungan seorang guru yang memang sangat konsen pada dunia pendidikan. Seringkali kita tidak begitu peduli dengan pertanyaan sepele semacam itu. Asal ikut sistem saja.

Fenomena yang terjadi termasuk dengan adanya kelas akselerasi (percepatan) seakan akan suatu upaya untuk mempercepat ‘metamorfosis’ , tetapi generasi instan masih ‘dicurigai’  belum bisa mengatasi tantangan jaman.

So, apakah kita saat ini sedang metamorfosis?

Sudah ditetapkan oleh Allah SWT manusia juga mengalami perkembangan dan pertumbuhan, mengalami kemajuan tingkat kedewasaan dan kemampuan berfikir. Barangkali ini juga bisa kita anggap metamorfosis. Termasuk dalam aktifitas kita di sekolah, manjadi satu bagian dari  rentang waktu metamorfosis. SMP kita tercinta bervisi Excellent with integral Character (istimewa, unggul dengan karakter yang integral/tauhid). itulah tujuan metamorfosis kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s