Mabit Ramadhan 1429 H: the Night Session


Ngabuburit dan Buka Puasa…
Selepas sholat ashar dan mandi sore, para peserta diajak bermain Arabic Games oleh Umi Laila (Btw, ada yang kelupaan. Selama acara mabit kali ini, para peserta wajib memanggil guru-gurunya dengan sapaan “umi” dan “abah”, sedangkan secara peserta menyapa dengan sebutan “ning”). Games ini digelar sembari ngabuburit.

Sementara itu, para OC yang sedari pagi sudah bekerja keras menyiapkan sesi-sesi acara, masih bersemangat menyiapkan buka puasa dan makan malam. Meski sudah mulai kelelahan, mereka masih giat menyapu dan mengepel lantai ruang makan serta menata makanan dan minuman untuk para peserta.
Saat bedug maghrib tanda buka puasa tiba, semuanya tiba-tiba menjadi bertenaga kembali. Meski dengan makanan kecil dan minuman sederhana, tidak mengurangi keceriaan dan kebersamaan di antara semua “umi”, “abi”, dan “ning” keluarga besar SPiLuqkim.

Usai sholat maghrib, semuanya bersantap malam dengan penuh keakraban. Acara makan malam bersama mungkin sudah biasa. Tapi makan malam dalam suasana mabit ramadhan bersama warga SPiLuqkim di sekolah tentu sangat berbeda dan tidak akan terlupakan.

Malamnya…
Ba’da sholat isya, acara dilanjutkan dengan games seru yang dipandu oleh Umi Ulfa dan Umi Uni. Permainan pertama, peserta membentuk lingkaran besar sambil bergandengan tangan. Mereka ditugaskan mengoperkan hula hop dari satu peserta ke peserta lain tanpa melepaskan pegangan tangannya. Kebayang kan gimana serunya?! Permainan berikutnya, peserta secara berkelompok diminta membuat sebuah bangunan dari sedotan plastik dan jarum. Kelompok pemenang adalah kelompok yang berhasil membuat bangunan yang paling tinggi dan mampu berdiri dengan kokoh. Ternyata, susah banget, coy!

Puas games seru, selanjutnya peserta diajak menonton film oleh Abah Andri dan Abah Novrian. Tapi sebelum itu, mereka dihibur oleh penampilan dua kelompok nasyid yang membawakan lagu Alhamdulillah dan The Purity of Faith. Adapun film yang diputarkan oleh Abah Andri adalah tayangan dokumenter tentang kebanggan muslimah Amerika yang mengenakan hijab dengan sempurna. Meski mendapat tanggapan buruk dari orang-orang sekitarnya, mereka tetap istiqomah berhijab. Semoga semua peserta jadi termotivasi untuk behijab sempurna seperti mereka. Amiin…
Nah, sebelum tidur, Umi Suci selaku ketua panitia Mabit Ramadhan 1429 H mengumumkan dan membagikan reward kepada: peserta teraktif, kelompok terbaik, dan OC teraktif. Penilaian ini dilakukan oleh para umi sejak pagi harinya. Well, congratulations gals!
Mimpi indah…
Eit, nanti dulu! Ternyata peserta tidak bisa buru-buru tidur. Karena setelahnya mereka menjalani muhashabah yang dikemas dalam bentuk jurit malam. Mereka diajak melakukan perjalanan fantasi ke alam kubur.
Mulanya, mereka dikumpulkan di musholla bersama seluruh umi dan abi. Kemudian semua lampu di sekolah dan musholla dimatikan. Kebayang kan gelapnya?! Umi Ina yang memimpin acara ini membawa suasana menjadi semakin mencekam. Kemudian satu persatu para umi dan abi meninggalkan peserta di musholla. Segini aja sudah ada peserta yang mulai histeris. Padahal masih rame-rame bareng temannya.
Berikutnya mereka berkumpul di lapangan dan kemudian matanya ditutup dengan slayer. Satu persatu peserta diarahkan untuk berjalan dengan pedoman tali rafia yang dibentangkan. Karena matanya tertutup, mereka tidak tahu tujuan perjalanannya. Sepanjang jalan, umi dan abi bertugas mengkondisikan seolah-olah mereka diajak ke kuburan beneran.
Bisa ditebak, banyak kelakuan “lucu” dan “konyol” yang ditunjukkan peserta. Meski tujuan acara ini bukan untuk lucu-lucuan apalagi sekedar “ngerjain”. Tapi benar-benar ingin mensimulasikan betapa rapuhnya hidup manusia jika tidak mendapat petunjuk dari ALLAH Swt. Sayangnya karena memang kondisi sangat gelap, tidak ada foto yang bisa diambil.
Jurit malam berakhir hampir pukul 24 malam. Selanjutnya peserta bisa beristirahat. Mungkin karena benar-benar kelelahan, tidak butuh waktu lama untuk mereka tertidur pulas.
Pukul 02.15 peserta dibangunkan untuk sholat tarawih. Sementara itu OC kembali bekerja menyiapkan hidangan sahur. Btw, semua makanan dan minuman mulai dari buka puasa hingga sahur disiapkan oleh jasa katering yang biasanya menangani katering makan siang SPiLuqkim. Jadi panitia tidak repot-repot masak, hanya tinggal menghidangkan saja.

Setelah makan sahur, peserta sholat subuh dan bersih-bersih. pagi harinya mereka diajak jalan-jalan pagi di sekitar kampus oleh Umi Nia.
Sekitar pukul 07.15 peserta sholat dhuha dan dilanjutkan dengan acara penutupan dan maaf-maafan. Sudah deh, kelar acaranya…

3 thoughts on “Mabit Ramadhan 1429 H: the Night Session

  1. Izza mengatakan:

    baca jawa pos tanggal 24 september 2008 bag. metropolis halaman 30, di interaktif ijazah instan.

  2. Bina Izzatu Dini mengatakan:

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H
    MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN

    kalo aku punya salah, maafin ya…….

  3. ning tya mengatakan:

    dear umi, abah, ma ning2 SPi
    rasanya masih terganjal dihatiku berbagai kesalahan yang kulakukan.
    kurang puas hati ini untuk tidak minta maaf.
    kalau harus didata, banyak sudah khilafku.
    untuk itu,
    “Ied Mubarrak 1429 H.Mohon maaf lahir batin”
    Maafin aQ ya.. biar hatinya bersih bareng2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s