Inside the Class: Penggunaan Ekstrak Tanaman sebagai Indikator Asam – Basa


IX/D: Chemistry 18 Nov 08

Siang itu, seusai sholat Dhuhur dan makan siang, tiba waktunya kelas IX/D praktikum Kimia Asam Basa. Tujuan praktikum ini adalah siswa dapat membuat indikator pH sendiri dengan menggunakan bahan dari tumbuhan di sekitarnya. Satu minggu sebelumnya, Ust. Andri (guru Kimia) sudah memberi instruksi kepada para siswi untuk membuat ekstrak dari bunga, buah, maupun daun yang akan diuji coba sebagai indikator.
Jurnal praktikum yang berisi judul, tujuan percobaan, alat dan bahan, langkah kerja (diagram alir), dan data pengamatan harus dimiliki tiap kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang. Bahan kimia yang digunakan adalah basa Natrium hidroksida (NaOH) dan asam cuka (asetat) yang tersedia di sekolah.

Experiment time!
chem9_181108_1Setelah pengantar dari Ust. Andri, praktikum pun dimulai. Para siswi mulai mengambil asam dan basa yang tersedia. Karena konsentrasi kedua zat masih cukup tinggi, mereka harus mengencerkannya terlebih dulu kemudian membagi dalam gelas-gelas transparan. Gelas yang diisi diberi label/nama sesuai isinya (asam/basa). Nantinya, cairan ekstrak yang dibawa akan diteteskan pada gelas-gelas tersebut sebagai indikator. Selanjutnya, hasil pengamatan dicatat para siswi.

Ekstrak-ekstrak yang diuji antara lain kunyit, wortel, bunga rosella, daun pandan, daun pepaya, dan teh. Masing-masing kelompok mendapatkan hasil yang cukup variatif dan tak terduga. Ada ekstrak berwarna merah yang menghasilkan perubahan warna yang cukup kontras. Saat diteteskan dalam larutan basa maka warna larutan yang tadinya bening menjadi hijau ada juga yang coklat. Ada juga ekstrak berwarna kuning mengubah warna basa jadi merah. Subhanallah!
chem9_181108_2Begitu warna-warni perubahan yang didapatkan sehingga terasa praktikum ini begitu mengasyikkan. Eit, jangan sampai lupa mencatat hasil dan mengidentifikasinya, ya Mbak! Yang lucu, ada kelompok yang lupa nama bunga yang diambil ekstraknya. Cuma tahu bentuk bunganya. Padahal perubahan warnanya sangat kontras. Walhasil, harus identifikasi lagi, mencari tahu nama bunga tersebut.
Laporan praktikum lengkap dengan pembahasan dan kesimpulan dikumpulkan seminggu kemudian, diketik rapi sesuai format yang ditentukan. Melalui pembelajaran seperti ini, diharapkan siswi menyukai praktikum dan tergerak untuk meneliti fenomena alam lainnya. Bon courage! (artikel & foto: raw)

Iklan

One thought on “Inside the Class: Penggunaan Ekstrak Tanaman sebagai Indikator Asam – Basa

  1. restu a a berkata:

    *aslm wb.

    Bon courage!

    mercy beaucoup monsieur/madame/mademoiselle

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s