Deteksi CON Mading 2K8: Report from the Battlefield – Day 2


Yang namanya ABG memang mudah sekali terpengaruh lingkungan. Di hari pertama, tim SPiLuqkim yang dilanda demam panggung sempat kebingungan harus melakukan apa. Jadinya semua rencana yang sudah dilatihkan berminggu-minggu nyaris bubar total. Gara-garanya sepele, selain grogi dengan suasana hingar-bingar, mereka juga terprovokasi melihat tim-tim lain yang sepertinya memiliki desain serba bagus dan wah serta peralatan nan lengkap. Padahal mungkin tim-tim lain juga sama groginya dengan tim SPiLuqkim.
Pagi-pagi sebelum berangkat perang di hari kedua, Ust. Andri dan Ustd. Feni terpaksa “mencuci otak” anggota tim SPiLuqkim. Intinya, mereka harus tetap berpegang kepada rencana yang sudah dibuat dan target yang harus dicapai. Baru selebihnya silahkan berkreasi dan berimprovisasi. Saking nemennya proses cuci otak, sampai ada yang hampir menangis segala (ah, dasar ABG…). Tapi mau bagaimana lagi? Itulah resiko perjuangan. Kalau memang salah, ya harus mau dikoreksi.
Sabtu (22/11) tim SPiLuqkim berangkat sekitar pukul 9 dengan agak ringan karena bahan dan alat sebagian ditinggal di paddock. Setibanya di PTC mereka berbelanja sedikit bahan-bahan yang kurang. Sambil menunggu perang hari kedua dimulai, mumpung di mall, tim menyempatkan jalan-jalan dan makan serta sholat dhuhur.
Penggarapan Mading On the Spot (MOS) dimulai pukul 12 siang. Lucunya, banyak peserta yang kelihatan santai. Sepertinya mereka mengira mulainya pukul 14 seperti hari sebelumnya. Sampai-sampai panitia Deteksi harus obrak-obrak peserta. Ust. Andri sempat menyaksikan salah satu anggota tim sekolah lain yang saking buru-burunya masuk paddock, padahal baru saja pesan makanan, akhirnya melemparkan begitu saja makanannya ke tong sampah meski baru dicicipi sedikit. Naudzubillah! Benar-benar pemborosan.
Ust. Andri yang hari itu piket sendirian bisa santai sambil berkeliling dan berkenalan dengan sesama guru pendamping. Sekitar pukul 15 barulah Ust. Novrian datang menemani Ust. Andri. Posisi paddock tim SPiLuqkim yang jauh dari pagar pembatas menyebabkan guru pendamping SPiLuqkim sulit mengambil gambar. Jadinya cuma bisa mengandalkan kamera ponsel milik Ridha. Apesnya lagi, batereinya nge-drop!
Sementara itu di luar suasana hiruk pikuk dengan supporter mading SMA yang mulai berkampanye. Seperti tahun-tahun sebelumnya mereka berlomba-lomba menjadi yang paling unik (atau nyeleneh kali ya?). Pantas jika Deteksi berani mengklaim ajang anak muda ini sebagai yang terbesar se-Indonesia.
Alhamdulillah, akhirnya proses penggarapan Mading On the Spot (MOS) berakhir pukul 17. Setelah mengemasi barang-barang bawaan tim SPiLuqkim keluar dari SSCC dengan wajah lelah namun puas karena telah mengerahkan segenap upaya. Sekarang segalanya terserah ALLAH, apapun hasilnya pasti telah dipilihkan yang terbaik untuk hamba-Nya.
Bravo Espresso DetEksi CON Mading 2K8

(liputan: nov/raw)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s