Berbagi di Hari Guru


Ada yang spesial di SPiLuqkim pada tanggal 25 November yang diperingati sebagai Hari Guru Nasional ini. Sebagai wujud kepedulian kepada para guru yang tetap gigih berjuang meski dalam keadaan serba minimal, SPiLuqkim bekerja sama dengan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Surabaya bersilaturrahim ke TK/SD Kencana yang beralamat di jalan Ngagel baru I/3.
Sekolah swasta yang berlokasi tepat di pinggir rel kereta api ini dikelola oleh 10 guru dan mengasuh 52 siswa walau hanya memiliki 4 ruang kelas. Meski sebenarnya terletak di kawasan padat penduduk, sekolah ini seolah kurang mendapat perhatian. Ini terlihat dari kondisi fisik bangunannya yang sudah tua.
Kepala SD Kencana, Bapak Sukardi, beserta guru dan murid dengan ramah menyambut rombongan SPiLuqkim yang terdiri dari 5 guru (Ustd. Ina, Ustd. Ulfa, Ustd. Feni, Ust. Andri, dan Ust. Novrian) 22 siswi kelas VIII, Ust. Anwar Djaelani (Humas Pondok Pesantren Hidayatullah), Ust. Ihya Ulumuddin dan Ust. Abdan Syakura (BMH Surabaya).
Acara sederhana yang digelar selama kurang dari satu jam ini dipandu oleh Ainur dan diawali dengan pembacaan surah Al Alaq ayat 1 – 5 oleh Inges. Berikutnya, gelaran drama singkat yang mengisahkan seorang guru yang disiplin. Dia tak segan menegur dan menasehati murid yang malas dan suka terlambat.  Setelah fragmen acara dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Maya. Usai pentas drama dan puisi, SPiLuqkim dan BMH Surabaya menyampaikan sedikit oleh-oleh untuk guru TK/SD Kencana berupa Voucher Peningkatan Mutu Guru (yang dapat digunakan untuk mengikuti seminar dan pelatihan) dan beasiswa untuk putra dan putri guru selama setahun. Acara silaturrahim ditutup dengan doa dan ramah tamah.

Dalam ramah tamah seorang guru SD Kencana bercerita tentang murid-muridnya. Memang rata-rata murid SD itu dari kaum tak punya. Suatu hari ibu ini melihat seorang siswa begitu lesu, mengantuk terus, dan tidak mengerjakan PR. Setelah ditanya, dengan polosnya murid itu menjawab pendek, “Bu, saya lapar, belum makan. Ibu saya tidak punya uang lagi”. Kontan ibu guru tadi tertegun dan terenyuh. Setelah dicek ke rumah murid tadi memang kondisinya sangat memprihatinkan. Itu adalah suatu realita. Masih ada murid yang seperti itu di negeri kita sampai detik ini. Bersyukurlah wahai para murid yang orang tuanya mampu menyekolahkan dengan dukungan fasilitas yang memadai. Jangan sampai disia-siakan.

Kepada Asatidz/Asatidzah (guru) di seluruh pelosok nusantara, SPiLuqkim mengucapkan:
Selamat Hari Guru Nasional, tetaplah berjuang untuk mencerdaskan kehidupan umat, semoga ALLAH Swt. menuntun langkah ke jalan yang lurus, memberkahi dengan hikmah dan ilmu yang bermanfaat, menjaga kesucian dan keteguhan hati, dan membalas semua amal perbuatan dengan pahala dan derajat yang mulia di sisi-Nya, amiin…

(artikel: nov, foto: raw/nov)

Iklan

One thought on “Berbagi di Hari Guru

  1. ai berkata:

    buka blog q ya pak…

    niafi.blogspot.com

    jgn lupa and tinggalkan comen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s