Tips Memasak Mie Instan


rit

oleh: Ustd. Rita (Guru Biosains)

Mie instan merupakan makanan sehari-hari bagi anak kos-kosan, apalagi pada hari-hari di penghujung bulan 😀 Banyak dari mereka mengkonsumsi mie instan dengan banyak alasan, salah satunya antara lain menghemat pengeluaran uang. Namun masih banyak lagi alasan-alasan lain, di antaranya: malas beli makan keluar, gak repot masaknya, dan mereka emang menyukai mie instan. Salah satu kelebihan mie instan ini memang sangat mudah disajikan. Hal inilah yang membuat produk ini selalu berada dalam daftar belanja kebutuhan keluarga. Bahkan mie instan sudah menjadi life style bagi sebagian besar masyarakat perkotaan. Untuk meminimalkan dampak produk ini terhadap kesehatan tubuh kita, berikut ini ada beberapa tips untuk memasak mie instan:
1. Buang air sisa rebusan mie! Coz bahan pengawet mie terlarut di dalamnya saat direbus (biasanya terlihat seperti lapisan lilin/minyak pada air tersebut). Untuk membuat kuah mie, rebus air secara tersendiri beserta bumbunya (khusus untuk jenis mie kuah).
2. Tambahkan sayur-mayur pada mie instan, agar kebutuhan tubuh akan vitamin, serat dan zat-zat bergizi lain tercukupi. Sayur-mayur juga direbus tersendiri, jangan dimasak bersama mie. Sayur mayur direbus 3 menit saja agar zat-zat penting dalam sayur tidak rusak oleh pemanasan. Untuk menjaga warna sayuran tidak layu, tambahkan sedikit garam pada air rebusan.
3. Jika menggunakan sayur mentah (misal: selada), cuci selada terlebih dahulu dengan air bersih.
Penambahan lauk-pauk seperti telur, ayam, dll. sangat disarankan untuk menambahkan nilai gizi pada makanan instan.
4. Mie instan lebih baik disantap sebelum dingin
5. Mengkonsumsi mie instan setiap hari sangat tidak disarankan untuk penderita maag ataupun penyakit pencernaan lainnya.
5. Mie instan tidak baik dikonsumsi oleh bayi atau anak kecil.
6. Saat belanja mie instan biasakan melihat tanggal kadaluarsa produk pada kemasannya (kode: Exp: tanggal, bulan, dan tahun).
Mungkin tips tersebut agak ribet tapi tidak ada salahnya jika kita memulai kebiasaan hidup sehat mulai dari hal yang sepele seperti ini. Efek bahan aditif pada mie instan memang tidak secara langsung dapat kita rasakan, tetapi sifat akumulatifnya pada tubuh akan sangat fatal bagi kesehatan di kemudian hari. Met hidup sehat, gals!!! (artikel: rit)

Iklan

3 thoughts on “Tips Memasak Mie Instan

  1. HIMAWAN Santoso berkata:

    SlmWrWb
    hehehee……. jadi ingat jaman nguliah dulu !
    ada satu hal lagi yang penting adalah mulai mencoba hidup sehat dengan natural-food. saat ini sdh beredar dipasaran produk2 jenis ini. bahkan untuk jenis mie (noodle dan keluagrganya) ada produk yang handmade with traditional recipe yang sama sekali tanpa bahan pengawet, sehingga hanya bertahan 2 x 24 jam dalam almari pendingin (dan harganya itu lho gamurah)
    terimakasih Ustdzah dengan artikel yg inspiratif ini !

    wa’alaikumslm.”mengingat waktu kita sehat sebelum sakit” sungguh tepat. Betapa nikmatnya sehat. Sekali-sekali pas kita ada acara bezuk ke RS macam Dr Soetomo, Grha Amrta bisa pula untuk mencari hikmah atau fakta. Di sana akan mudah ditemui pasien yang sakitnya kelas muahal. Kebanyakan pasien disana menderita sakit jantung, Diabetes, kanker dan sejenisnya. Sebuah ilustrasi dari keluarga pasien kanker: obat kemoterapi infus yang rata-rata berukuran 10-30 ml saja total harganya sampai Rp 20 juta. Padahal 1 seri kemoterapi bisa sampai 6-8 kali tidak terputus (tiap bulan). Kalau sampai putus dari jadwal harus mengulang dari awal lagi! Untuk radioterapi kanker, 1 kali sinaran 500 ribu rupiah, minimal 1 seri= 10-12 kali sinaran. Usut punya usut, rata-rata penyakit seperti itu bersumber dari satu hal MAKAN, yaitu pola makan (hanya konsumsi hewani saja terutama jerohan, malas makan buah dan sayur, berlebihan makan gorengan), jenis makanannya sendiri (fast food, penuh pengawet, kolesterol tinggi, bahan kimia sintetis salah guna) dan ritme kerja (stress, jarang olah raga). Tentunya, permohonan doa minta kesehatan (rabbighfirli…wa’afini….) dalam sholat dan dzikir (Allahumma ‘afini fii badanii…) kita, juga perlu diselaraskan dengan penjagaan kesehatan

  2. Huwaaa……yummi.!!!!
    my favorit food tuch….
    hwehehehehe….
    tp…biasanya klw quw bwt mie kuah tuch…
    kuah sisanya rebusan mie..quw jadiin kuah mie yg disajikan di mangkuuk….
    knp haruz pke’ air rebusan baru????
    khan lbh menghemat waktu n air….
    hehehe….
    simpel n praktis khan enak…..
    ya khan??? ya donk??? pazti khan??? pazti donk???

    Baca lagi, jangan dilewati: “Buang air sisa rebusan mie! Coz bahan pengawet mie terlarut di dalamnya saat direbus (biasanya terlihat seperti lapisan lilin/minyak pada air tersebut). Untuk membuat kuah mie, rebus air secara tersendiri beserta bumbunya (khusus untuk jenis mie kuah).” Jelas? Pasti jelas banget!!!!Bahan pengawetnya itu lho yang BAHAYA

  3. Iya”…..jelas bgd….
    ooouuuwww….githu yach…
    ya dech….nanti klw masak mie rebus….
    kuahnya dgn air bru ya bu????
    ok….thx yach bu….
    terima kasih….^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s