Inside the Class: Electromagnets and Transformer


IX/C: Physics 12 Dec 08

Jumat (12/12), Assembly Room, kelas IX/C mengamati cara kerja magnet listrik (electromagnet) dan trafo (transformer).
Seperti yang dipelajari di buku sebelumnya, sebuah magnet listrik dapat dibuat dengan menggunakan benda logam ferromagnetik dan lilitan kawat konduktor. Dalam sesi pelajaran Fisika ini digunakan kawat email, yang bisa dibeli di toko elektronik serta biasa digunakan untuk membuat dinamo dan trafo. Diameter kawat adalah 0,7 mm dengan panjang sekitar 30 m. Kawat ini dililitkan dengan rapi di gulungannya (bawaan dari tokonya) yang berdiameter 25 mm dengan panjang 40 mm. Sebagai inti digunakan pasangan mur-baut M.20 x 75 mm P2.5 yang bisa dibeli di toko material. Namun perlu diperhatikan bahan mur-bautnya. Harus dipilih yang bersifat ferromagnetik, umumnya dari baja. Karena dari pengalaman sebelumnya, ternyata ada mur-baut yang terbuat dari logam alloy (campuran). Akibatnya ia tidak dapat termagnetisasi alias bersifat paramagnetik. Catu daya yang digunakan adalah 5 Vdc. Magnet listrik ini mampu menarik puluhan gotri (bola-bola besi yang biasa digunakan sebagai bearing/klaker sepeda atau motor) berdiameter +/- 4 mm, saat dihubungkan dengan catu daya. Saat catu daya dimatikan, seketika itu pula sifat kemagnetannya hilang.
Selain mencoba magnet listrik, siswi juga mengamati sebuah model trafo yang terdiri dari dua buah kumparan kawat masing-masing berjumlah 300 lilitan dan 1200 lilitan (sayangnya tidak ada spesifikasi teknis tentang ukuran kawat), dua buah inti besi berlapis-lapis (laminated iron-core) ada yang berbentuk huruf U dan I. Model trafo ini bisa difungsikan step-up maupun step-down, tergantung kumparan mana yang dijadikan primer dan sekunder. Tegangan listrik yang diberikan ke model trafo berasal dari sebuah trafo 1 A biasa yang dihubungkan ke jala-jala PLN. Jadi, sekalian bisa membandingkan antara peralatan laboratorium dengan peralatan komersil. Sayangnya, tegangan listrik yang terukur di jala-jala PLN hanya 208 V sehingga tegangan keluaran dari trafo 1 A tidak seperti yang tertera pada pinnya (3, 4.5, 6, 7.5, 9, dan 12). Namun secara umum, dalam sesi pelajaran kali ini siswi dapat memahami cara kerja magnet listrik dan trafo secara praktis. (artikel & foto: nov)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s