Happy Mother’s Day…


Ungkapan Cinta Siswi SPiLuqkim Buat Sang Bunda di Hari Ibu…
heart

Kelas IX

Dhita: “Ibu, kau bintang di hatiku. Kau terangi malam-malamku dengan sinarmu yang indah. Suaramu bagai suara ombak. Senyummu bagai matahari di langit biru. Dan cintamu bagai bumi yang tak pernah berhenti berputar. Ibu, kau yang slalu di hatiku hingga akhir hidupku dirimu kan slalu ada disini temaniku. Love U…”

space
Nisa: “Di hari ibu ini ku ucap kata doa tulusku padamu. Kau begitu tulus menemani aku sepanjang waktu. Hingga ku beranjak dewasa. Tak hentinya kau mendoakan aku. ‘tuk masa depanku. Walau ku tak mengerti apa yang kau lakukan. Tapi semua ini demi aku anakmu. Terima kasih bunda. Maafkanlah aku bila ku tlah lukai hatimu dan aku hanya bisa berkata bahwa, AKU SAYANG BUNDA…”

Hilyah: “Oh bunda… Ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku… Hanya ini ku nyanyikan senandung dari hatiku untuk mama. Hanya sebuah lagu sederhana, lagu cintaku untuk mama…”

sunrise
Tya: “Cahaya benderang yang slalu menaungi. Lembut belaian yang hadir tiap pagi. Cinta yang datang tiap sembah sujudnya. Yang slalu mengiringi tiap tapak jalan hidupku. Tak pernah lelah, tak pernah terlupa. Rabbi, tak ada yang dapat terucap, tak ada yang dapat terungkap. Rabbi, ijinkanku bertemu dengannya di surgaMu kelak. Beribu tetes air mata tak dapat ku balas. Meski hanya dalam doa di tiap ruku’ padaMu…”

praying
Ayu: “Maaf… Maaf… Maaf… Sampai saat ini aku belum bisa mengungkapkan kalau aku sayang sama ibu. Tapi, walau aku nggak mengungkapkan rasa sayangku secara langsung di depanmu… Sebenarnya di dalam hatiku aku sangat sangat sayang dan aku takut kehilanganmu…”

Azizah: “Ibu… Kau yang mengandungku… Kau yang melahirkanku… Kau yang menjagaku… Kau yang sayang padaku… Kau tiada pernah lelah… Kau tiada pernah mengeluh… Kau tiada pernah menyiakanku… Kau tiada pernah sengsarakanku…”

Inas:”ibuku,beliau selalu endampingiku setiap saat,beliau tidak pernah lelah melihat perkembanganku,beliau juga tidak pernah lelah mengingatkanku, meski beliau sering marah tetapi menurutku beliau tidak mengekangku, karena ku tau apa yang dipilih beliau adalah yang terbaik buatku. Aku ngerasa tidak pernah bisa membahagiakannya, tetapi beliau tidak pernah lelah membuatku senang, bersyukur, ya ALLAH terima kasih telah memberikan ibu yang terbaik buatku. Jangan engkau ambil dulu ibuku ya ALLAH, karena aku masih ingin disampingnya, merasakan kenyamanan yang tiada duanya. I LOVE MOM FOREVER”.

Fathin:”Peluh istimewamu” wahai ibu… kaulah pelita dalam kegelapan, kaulah pehuntun dalam kesesatan kaulah sang guru dalam ketidaktahuanku. walau keringat bercucuran, walau kekelahan menghujam, tak kau hiraukan keringatmu, dan abaikan rasa letihmu. Hatiku menangis…, ketika melihatmu kesakitan, ketika melihatmu kelelahan, ketika melihatmu marah. Namun…, satu kata yang ingin ku ucapkan, yang teramat dalam.” TERIMA KASIH…..

Tartila: “Apa yang ku berikan u/ (untuk) ibu ???, Tercinta…, Apa yang ku berikan u/ ibu ???, Tersayang…, Selama ini…, ananda telah membuat berbagai macam kesalahan yang telah membuat ibu marah padaku…, Begitu banyak kesalahan yang kuperbuat sehingga ibu menjadi kesal!!!, Tapi begitu sabarnya engkau u/ selalu menasehati diriku…, Tak bosan-bosannya engkau mengalah dan terus bersabar u/ menghadapi diriku…, Ibu…maafkan diriku diri ini yang belum sanggup tuk membahagiakan dirimu…, Ibu…maafkan diri ini yang selalu membuatmu kesal, marah, dsb…, Maafkan ananda ibu…, Maafkanlah diriku…

Intan: ”Ketika aku lahir ke dunia ini…, aku menangis… sendirian, aku tak tau harus bagaimana…, tapi ibu…, kau selalu membibing ku…, kau selalu menghiburku…, kau selalu menemaniku…, kenangan terindah.., adalah saat bersamamu…, tanpa mu…, aku bukanlah apa-apa, lambat laun..,aku tumbuh dewasa …, telah banyak kata, yang telah menyakitimu, tapi tak pernah kau membalasnya, tak pernah kau menyakitiku, kau hanya berdo’a… terus berdo’a, memohon ampun atas kesalahanku…

Izza: ”Sembilan bulan kau mengandungku, tanpa keluh kesah…, Kau korbankan segalanya demi diri Q,Kau merawat Q dan membimbing Q…,Ummi,terima kasihku tulus kuucapkan atas semua yang kau korbankan dan atas semua yang kau berikan.Happy Mother’s Day!

Rani:”Ibu…, Di dalam ke heningan jiwa…, Aku teringat semua jerih payahmu…, Sejenak aku hanyut dalam ke indahan kenangan bersamamu sungguh aku tak ingin melupakannya…, Aku termenung memikirkan kasih sayangmu, Kau sungguh ikhlas merawatku, menjagaku, tanpa imbalan, Setetes keringat yang jatuh sangat berat untuk dilupakan. Tapi kebahagiaan itu telah pergi ditelan oleh waktu. Sungguh aku ingin berada disisimu selamanya. Mulut ini susah terucap kata bahwa aku sayang ibu. Berat sekali rasanya…, Aku tak kuat mengatakannya karena aku terlalu sayang. Aku tdk ingin ibu meninggalkan aku. Aku harap kau selalu di sisiku untuk selamanya. Sampai matamu terpegap meninggalkan dunia ini. Aku Cinta Ibu.

Dhona:”Apa yang Qberikan u/ mama? u/ mama?, Tercinta …, Hanya ini…Qnyan, ikan…, Senandung dari hatiku u/ mama…, Hanya sebuah lagu sederhana…, Lagu cintaQ untuk mama…, Hanya satu pintaQ untuk memandang langit biru dipangkuan seorang ibu…, Hanya satu pintaQ untuk bercanda n tertawa bersama seorang ayah…, Bila semua ini hanya sebuah mimpi. Q akan slalu berharap dan tak pernah terbangun…, Hanya satu pintaQ tuk memandang langit biru bersama…, Ayah dan Ibu…, Slamat Hri Mama…

Khansa:”Ibu…, kau tlah b’susah payah mlahirkanq.Bersusah payah membesarkanq dan mendidikq…, Doa Mu slalu mengikuti q, Kemanapun dan dimanapunq berada…, Ibu jasa Mu tak bisa q balaskan air matamu, tenagamu,waktumu. Semua kau berikan kpd Q. Oh, ibu apa yang hrus q lakukan. Untuk membahagiakan u. Terima kasih ibu.

Anet: “-Happy Mother’s Day- “Mama, mama you know I love you Mama, mama your queen of my hearts,Your love is like tears from the stars, Mama I just want you to know, Lovin’ you is like food to my soul” (Boys II Men – A song for mama) Mom, I just wanna say: I Love U mom… I Love U so, much… I Love now, yesterday, tomorrow, and forever… I Love you Muwwach…”
Kelas VIII

Ula: “Mom… tanggal 22 Desember adalah hari ibu. Tiap anak se-dunia tau itu. Mereka juga memberi hadiah atau semacam penghargaan pada ibunya. Aku gag ingin Mom… Aku tidak tertarik memberimu hadiah atau sebuah penghargaan… Tapi aku cuma mau Mom tau. Cintaku pada Mom bukan cuma pada tanggal 22 Desember… Cintaku tiap hari kok mom… Jangan khawatir, aku akan mencintai Mom sampai akhir hayat. Tapi cintaku tidak buat Mom aja… Dad, sister, dan teman-teman yang ku sayang juga butuh cintaku… Jadi, jangan berebut…”

Tika: “Selamat hari ibu… makasih semua yang sudah dikasih mama sama aku. Maaf kalau aku belum bisa nyenengin mama. Maaf juga aku udah banyak salah. I just wanna say, I love you…”

Annis: “Ibu itu adalah orang yang mulia. Yang telah membesarkan saya sampai besar. Ibulah yang menjaga, melindungi saya dari kecil dengan kasih sayang yang besar. Ibu maafin saya kalau saya punya salah. Bagi saya ibu itu segalanya. Orang tua yang mendidik dengan baik, yang selalu mengajarkan hal yang baik. Dan ibu itu tempat curhat, bisa dibilang kayak sahabat sendiri. Aku sayang banget sama Ibu… I love Mom forever…”

Ainur: “Sepasang mata bening memandangku. Dengan penuh harap ia berdoa. Untuk kebaikanku di masa depan. Dialah seorang ibu. Yang telah melahirkanku. Memandangku dengan senyum. Berharap aku berbakti kepadanya…”

Furqoona: “Ibu… Kau telah mengandungku dengan gratis. Engkau telah merawatku dengan gratis. Dan engkau melahirkanku antara hidup dan mati. Oh, Ibu… Sungguh kau memberikan jasamu kepadaku banyak sekali. Tapi jika kau menyuruhku, aku meminta imbalan. Tetapi Engkau mendidikku dan merawatku dengan gratis. Ibu… Betapa sayangnya Kau kepadaku. Betapa cintanya Kau kepadaku. Dan betapa senangnya jika aku mendapatkan sesuatu. Yang bermanfaat dan meringankan bebanmu. Oh, Ibu… Betapa berharganya jasamu selama ini. Ibu terima kasih atas semua jasamu. Yang telah Kau berikan kepadaku. Ibu tak kan kulupakan jasamu. I love you, Ibu…”

Ida: “Saat Engkau menderita, aku tak merasakannya. Waktu engkau sibuk, aku tak menghiraukannya. Betapa keras kepalanya diriku. Engkau selalu peduli padaku, tapi apa peduliku. Engkau memberiku belas kasihmu dengan gratis. Apa yang kau kerjakan, semuanya untuk anak-anakmu. Demi aku, kau lakukan dengan susah payah. Terima kasih Ibu…”

Lina: “ibu itu sabar, kadang terlalu posesif =D. Pesan buatn Ibu: ‘terima kasih telah mendidikku sejak kecil… terima kasih sabar mengurusku..”

Arofah: “-Terima kasih Ibu- Terima kasih ibu yang selama ini merawatku dari kecil hingga dewasa dan mengandungku selama 9 bulan. Dan membelaku dari kejahatan, menjaga. Terima kasih ibuku, takkan kulupakan kasihmu untukku”

Maya: “Terima kasih Ibu atas semua kasih sayang yang tak ternilai harganya yang telah mendo’akanku, merawatku dan menanti kesembuhanku. Dalam setiap kata maafku aku yang selalu merepotkanmu, mengucapkan maaf atas segala kesalahanku dan terima kasih, Ibu.”

Ica: “-Ibu- Terima kasih….. untuk semua kasihmu. Kau selalu menjagaku sejak kecil hingga kini….. Tetap sabar menjagaku….. Tidak peduli secapek apapun…. aku sungguh beruntung ……. Mempunyai ibu sebaik itu…..Terima kasih ibu

Shoby: “Terima kasih ibu- Kau telah mengandungku selama 9 bulan. Telah merawatku hingga dewasa. Kadang kau juga pernah memarahiku tetapi aku tahu itu demi kebaikanku. Terima kasih ibu atas jasamu yang telah merawatku.”

Vina: “Selamt hari Ibu… Terima kasih ya bu, sudah mengandung selama 9 bulan dan merawat saya mulai dari kecil hingga dewasa. Ibu, saya sangat sayang sekali sama ibu… dan ibu juga menunjukkan jalan kebaikan untuk saya ‘Maafkan Vina ya bu, kalau vina pernah salah ke ibu’ I LOVE YOU MOM –vina sayank ibu- FoReveR mMuaaChhh”

Vanny: “-Hanya Mama- Hanya mama yang ada saat aku membutuhkan. Hanya mama yang selalu ada di hatiku. Hanya mama tempat curahan hatiku. Hanya mama yang bisa buat aku tersenyum kembali. Hanya mama yang bisa membuat aku tergila-gila pada masakannya. Hanya mama yang paling spesial di hidupku.”

Lia: “Thank’s to “MOM”, Thank’s to “MOM”, Thank’s to “MOM”. “Makasih buat mama yang udah ngebesarin aku dan ngedidik aku sampe sekarang” I Love U MOM”

Putri: “Tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata betapa aku mencintaimu, menyayangimu. Ibu,… terima kasih”

Marwah : “Ibu itu orang yang mulia,ibu itu seperti sahabat ibu yang selalu jadi tempatku curhat,ibu itu sayang selalu bantu aku kalau lagi susah. Kalau ibu marah pasti itu untuk kebaikan aku. Ibu selalu adil sama anaknya. Ibu selalu mengalah demi anaknya selalu mementingkan anaknya dahulu dan mengajarkan hal yang baik demi kepentinganku. AKU SAYANG SAMA IBU. I LOVE MY MOM. Aku sayang ibu slalu. SELAMAT HARI IBU.

Yuridna: “-thanks for mother- aku nggak tahu harus berbuat apa dan berbuat apa. Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada ibu yang telah membesarkan dan menyayangiku dari kecil sampai sekarang. Yang telah mengandung aku selama sembilan bulan. Dan telah melahirkan dan mengasuhku sejak lahir sampai saat ini dan aku sekarang sudah remaja. Waktu aku masih kecil, aku menangis pada waktu malam dan engkau rela bangun dan menggendongku meskipun engkau masih merasa ngantuk. Yang telah membesarkan aku penuh penuh dengan kasih sayang dan aku tak tahu harus bagaimana untuk membalasnya selain dengan kata” terima kasih yang sebanyak-banyaknya” aku akan menjadi anak yang berbakti, taat pada orang tua dan agama. Sekali lagi terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Ibu…”

Rany:”Thanks For Mother, I Love mother. Aku ingin berterima kasih pada ibu yang selalu menyayangiku, mengajariku pelajaran yang tidak aku bisa. Sudah bekerja keras untuk mencari uang agar aku bisa sekolah, makan, dan hidup dengan layak. Terima kasih juga karena ibu telah mengandung ku selama 9 bulan dan membesarkan kakak, aku, adek sampai sekarang. Dan terima kasih lagi karena ibu sudah sabar menghadapi ketiga anakmu yang nakal ini. Semoga ibu diberi kesehatan, umur panjang, dan tetap sabar dalam menghadapi cobaan. Amin…………..”

Nadia:”Kasih Sayangmu, Tangan halus dan suci membasuh tubuh mungil ini, kasih sayang tulus ikhlas selalu kau berikan, Senyum manis dari bibir mungil selalu dilakukannya, Bahkan ketika malam tiba dan aku menangis, dia tidak pernah mengeluh, Tapi ketika ku tumbuh dewasa, Kasih sayang itu kubalas dengan dosa, Hati yang suci slalu tersakiti, meskipun ku tak katakan maaf, Maaf dari hatimu slalu kauberi, Apa yang harus kulakukan, Untuk semua kasih sayang yang kau beri, Beribu maaf kuucapkan tuk menembus, Dosa-dosaku yang tlah lalu.”

Puput: “- Cinta Bunda- Bunda tlah banyak dosaku padamu, Tapi tetap saja kau berikan cintamu, Meski tanganmu mulai lemah, kau tetap lindungiku, siang malam kau menjagaku,setiap tetes keringatku adalah cinta untukku,bunda ku ingin slalu dalam dekapmu…pelukmu…cintamu…kasihmu… kau telah berikan semua yang kau punya, tapi apa yang ku beri…apa…apa…hanya maki, cacian, marah padamu, Nanti-nantikah ku berikan yg terbaik sampai air matamu habis tak menetes, Bunda maafkan aku”

Dilla: “-Ibu- Ibu…kau mengandungku 9 bulan, kau melahirkanku dengan keringat, kau juga mendidikku dengan kesabaran. Ibu…tanganmu adalah kesetiaanmu, dekapmu adalah ketulusanmu, hangat senyummu adalah rasa sayangmu. Ibu…kau terlahir bagaikan malaikat, kau tidak pernah mengeluh, kau pun sempurna ibu…di mata semua orang yang melihatmu, Ibu…I Love always MoM muachh……….”

Kelas VII
rose

Alya: “Bunda… Senyummu seindah bulan purnama. Pelukanmu sehangat mentari pagi. Tutur katamu selembut helaian sutera. Harum tubuhmu sewangi bunga mawar. Karena cintaku hanya untukmu… Luph You 4ever… ”

Mutia: “Dahulu… tak bisa bicara, tak bisa berjalan, tak bisa menulis. Kini… Aku bisa!!! Bisa bicara, berjalan, dan menulis. Karena… Semua jasamu. Ya, benar! Karena semua belas kasihmu. Sekarang… Ku t’lah dewasa. Dan kini… Ku kan berlari sekencang-kencangnya. Untuk menyongsong matahari. Menyongsong masa depan. Meraih cita-citaku. Guna membahagiakanmu, Ibu… I love U forever…”

graduate
Itsna: ”Kau melindungi aku dari bahaya. Kau mengajariku dengan tulus. Kau menyayangi aku setulus hati. Oh, Ibu… Kau beri aku semangat. Kau cahya hatiku. Kau selalu memaafkanku bila aku salah. Oh, Ibu… terima kasih Ibu…”

Firdha: “Ibu, betapa baiknya hatimu, seperti bunga melati. Kau telah membimbingku sejak kecil sampai besar. Dan jasamu sangat besar sekali. Saya tidak akan pernah melupakan jasamu itu. Dan saya adalah anak yang keluar dari rahimmu, Ibu. Saya tidak akan pernah lupa untuk mengucapkan, SELAMAT HARI IBU, untuk ibuku tersayang. Semoga doamu selalu menyertaiku dan saya akan berdoa untuk Ibu…”

Fara: “Bu, maafin segala kesalahanku selama ini. Sebenarnya aku sayang kok sama Ibu. Tapi, kenapa ya… aku tidak bisa mengungkapkan rasa sayangku kepada Ibu… I love you, Mom…”

C. Ayu: “Mama… Kasih sayangmu seindah sayap kupu-kupu yang baru keluar dari kepompong. Nasehatmu slalu ada jika ku mengeluh… I love Mama…”

Keumala: ”Ibu…Jasamu sungguh berharga bagimu. Engkau mempertaruhkan nyawa untukku. Ketika aku sakit engkau yg mengobatiku. Ibu…I love you Ibu…”

Rafifah: ”Hari Ibu…Ibu…Ibu baik sekali kepadaku. Ibu menyayangiku di waktu aku kecil hingga besar seperti ini. Telah mendukung hingga aku tidak mudah menyerah. Aku akan mendoakanmu selamanya.”

Nanda: ”Mama “Met Hari Ibu” (^_^) Aku sayang banget sama mama…Mama kau Ratu dalam hatiku (T_T)”

Nadia: “naDHia lauph bunda. Selamat HaR! !bhu…”

Diba: “- Bunda – Bunda cintamu sebening kristal tak bernoda. Doamu seputih kapas. Kasihmu sesejuk embun. Kau buat aku tahu indah dunia. Kau beri aku nafas kehidupan. Kau ajari aku tentang benih cinta. Kata-kata to Bunda: I Love U mom,U are my Friend 4-V. You my Queen di hatiku. Mamaku orang yang sabar. Selamat Hari Ibu.”

Serlin: “Ibu adalah seorang wanita yang begitu besar jasanya. Saat ibu melahirkan, Ibu bertaruh dengan nyawa karena beliau ingin anaknya selamat. Ibu begitu sabar. Waktu anaknya sakit, ibu merawatnya. Jika anaknya rewel, dengan sabarnya ibu menenangkannya. Waktu kita masih kecil dan kita butuh pertolongan. Siapa yang pertama kita butuhkan? Pasti Ibu, Aku ingin…sekali membahagiakan Ibuku, dan memberikan yang terbaik. Agar ia selalu tersenyum.”

Rista: “-Hari Ibu-Ibu hatimu baik sekali kau telah mengandungku selama 9 bulan. Kau telah merawatku dari kecil hingga besar seperti ini. Aku tidak bisa membalas kebaikanmu ibu. Kau telah mendukungku kau telah membiayaiku membelikan baju hingga aku senang. Semoga kebaikanmu akan dibalas oleh Allah. Aku akan mendoakanmu. Dan aku tidak akan melupakan jasamu ibu. Terima kasih Ibu, Selamat Hari Ibu.”

Laras: “-HARI IBU- Ibu! Betapa besar jasamu engkau telah membimbing kami dengan baik aQu tidak akan melupakan jasamu Ibu. Terima kasih ibu aQu adalah anak yang telah keluar dari rahimmu Ibu! aQu tidak akan lupa mengucapkan Hari Ibu untuk beliau/Ibu ku tersayang selamat hari Ibu ya semoga sehat selalu do’a Ibu selalu menyertaiku dimanapun aqu Berada!! AMIN!”

Balqis: “-Hari Ibu-Ibu terima kasih atas semuanya, Terima kasih atas semua perhatian yg engkau beri kepadaku. Cintamu sangatlah besar, Ibu aku sayang padamu. Ibu aku cinta padamu, Semoga Hari ini Engkau Bahagia, Bersama Ibu-Ibu yg lain Karena hari ini Hari Ibu, Ilove You”

Qonita:”Engkau… Matahari yang menghangatkan Embun pagi yang menghangatkan Bulan purnama yang memberikan cahaya bila malam Seperti angin yang mendorong dari mana saja agar ku trus berusaha Lebih dari… Sejuta sayang Sejuta kasih Sejuta cinta Sejuta senyuman tuk mu… Maafkanku K’arna ku tlah banyak salah salah banyak skali kekhilafan yang ada di diriku… MET HARI KHUSUS MAMA”

Inas:”-UNTUK UMIKU TERCINTA- Hari ini hari yang bersejarah bagi aq dan umiku. Umi walaupun aq sering membantah Denganmu. Tapi, engkau selalu memaafkan aq dengan senang hati. Pada waktu hari ibu ini aq ingin membahagiakan mu. Ibu betapa besar jasamu, kau mendidikku hingga aku dewasa. SELAMAT HARI IBU Semoga bertambah umur, bisa naik Haji, & selalu membimbingq ke jalan yang benar.

kupu2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s