Inside the Class: Membuat Sirup Buah


Cooking Class VIII/C – 27 Jan 09

Pada praktik tata boga kali ini, Selasa (27/01), Ustd. Ulfa menugaskan masing-masing kelompok siswi kelas VIII/C untuk membuat satu jenis sirup buah dan menghidangkannya. Ada melon, rambutan, sirsak, dan jambu biji, bukan biji jambu 😀 Biar tambah seru, setelah menghidangkan, masing-masing kelompok diminta mempresentasikan sekaligus memerinci biaya yang dihabiskan untuk membuat sirupnya.

Bahan dasar: buah-buahan yang cukup matang (tua, tidak terlalu matang) dan segar. Tidak ada pantangan khusus dalam pemilihan jenis buah. Silahkan bereksperimen dengan berbagai jenis buah-buahan yang ada. Mungkin ada yang mau mencoba membuat, sirup buah naga??? Selain buah bisa pula digunakan saripati atau ekstrak tanaman yang lain, misalnya daun pandan.

Bahan-bahan tambahan: gula pasir 65 % dari berat bersih buah (berat bersih maksudnya berat buah setelah dikupas, dipisahkan dari bijinya, jika ada, dan dicuci bersih), zat penjernih (putih telur atau citrun), zat pewarna makanan, dan zat pengawet makanan. Khusus untuk dua zat terakhir, harus menggunakan bahan khusus untuk pengolahan makanan (food grade). Dilarang keras menggunakan zat pewarna atau zat pengawet untuk keperluan industri non pangan! Misalnya, pewarna tekstil atau pengawet jenazah (hiii, syerem…). Ingat membahayakan kesehatan, apalagi nyawa, adalah kedhaliman, dus dosa besar!

Peralatan khusus untuk mengekstrak sari buah: blender dan saringan atau lebih baik menggunakan kain yang bersih dan steril untuk menyaring.

Proses pembuatan:

cook8_270109_01

* buah-buahan dikupas, dicuci bersih, dan dipotong-potong

cook8_270109_03

* potongan buah diblender hingga halus

cook8_270109_04

cook8_270109_05

* hasil blenderan disaring hingga didapatkan sari buah

cook8_270109_06

* sari buah direbus hingga mendidih, saat menjelang mendidih biasanya sari buah tersebut memuai, diaduk agar tidak meluber dari panci
* setelah mendidih, bahan-bahan tambahan dicampurkan, untuk zat pewarna dan zat pengawet ditakar sesuai keperluan atau petunjuk
* agar menjadi sirup, adonan direbus kembali sambil diaduk-aduk hingga mengental
* setelah didapatkan sirup yang cukup kental, diangkat dan didinginkan (boleh disaring kembali agar lebih bersih), kemudian disimpan di dalam botol kaca

cook8_270109_08

* siap dihidangkan

Q: Mengapa masih diperlukan zat pewarna?
A: Meski saat diblender dan disaring, didapatkan sari buah yang segar dan berwarna menarik, ternyata setelah direbus warnanya berubah menjadi pucat (puyeh, kata orang kulon). Karenanya perlu ditambahkan zat pewarna secukupnya agar didapat warna yang menarik disesuaikan dengan jenis buah (masa sirup melon warna merah?! pliss deh…)
Q: Apakah harus ditambahkan zat pengawet?
A: Jika membuat sirup dalam jumlah banyak dan ingin bertahan lama, maka perlu zat pengawet.

cook8_270109_07

(artikel/foto: nov)

update 06 April 09

Mohon maaf, ada satu bahan yang terlupa untuk disertakan yaitu garam dengan takaran 3 – 4 gram per liter adonan sirup… (redaksi)

Iklan

5 thoughts on “Inside the Class: Membuat Sirup Buah

  1. awik berkata:

    kalau direbus sampai mendidih, apa tidak menghilangkan zat-zat bermanfaat (vitamin dll) yang terkandung dalam buah tersebut?

    Tanggapan Ustd. Ulfa (guru Tata Boga):

    Mengkonsumsi buah sangat dianjurkan dalam keadaan segar karena kandungan vitaminnya masih banyak. Tetapi apabila tidak segera dikonsumsi, buah tersebut akan busuk dan akhirnya terbuang. Salah satu cara agar buah dapat dimanfaatkan secara optimal adalah dengan Teknologi Pengawetan Makanan (TPM). Sebenarnya sirup adalah salah satu bentuk TPM yang bertujuan: (1) mendapatkan variasi atau jenis makanan, contohnya mangga dapat dioah menjadi sirup, selai, dan manisan; (2) memanfaatkan hasil panen yang berlebih; dan (3) mempermudah dan mempercepat proses konsumsi, contohnya sirup mangga dapat dengan mudah dan cepat dikonsumsi, hanya cukup dicampurkan dengan air dan/atau es, yang rasanya tidak jauh berbeda dengan jus mangga.
    Memang, efek negatif dari proses pengolahan makanan adalah berkurangnya kandungan vitamin di dalamnya, termasuk buah-buahan. Ada beberapa tips untuk (paling tidak) meminimalkan kandungan vitamin yang hilang terutama yang larut dalam air seperti vitamin B dan vitamin C, yaitu: (1) mencuci buah-buahan terlebih dahulu sebelum memotongnya dalam ukuran yang lebih kecil, hindari proses yang sebaliknya; (2) menggunakan api kecil dalam proses pemasakan; dan (3) menutup panci saat memasak, boleh membuka tutup panci untuk mengaduk-aduk sesekali waktu.
    Demikian, semoga bermanfaat…

  2. tito pramaartha berkata:

    bagus neeh, boleh donk minta resepnya yang detail (mis. takarannya) terutama untuk membuat sirup yang menggunakan sari buah (essence) dan pengawet. tolong kirim ke email ku, thank’s

    Terima kasih sdh berkunjung ke blog kami. Jawabannya diposting disini aja, ya. Biar semua juga bisa baca.

    Menurut Ustd. Ulfa, dalam praktek ini beliau tdk menginstruksikan siswi utk menggunakan pengawet krn hanya utk konsumsi sendiri. Kalo mau pake pengawet takarannya kira2 0,3 – 0,5 gram per liter adonan sirup. Sedangkan utk penjernih citrun (yg rasanya asam/kecut) bisa gunakan kira2 10 gram per liter adonan sirup (utk pengawet putih telur Ustd. Ulfa belum pernah coba) utk buah yg rasa asamnya rendah spt melon, apel, dsb. Utk buah yg rasa asamnya tinggi (jeruk, sirsak, dsb.) bisa dikurangi sekitar 5 gram per liter adonan sirup. Terakhir utk pewarna silahkan ditakar sendiri yg penting kalo dirasa warna adonan sdh kelihatan bagus, ya sudah cukup. Karena disini menggunakan bahan-bahan food grade makanya takarannya tdk terlalu eksak, boleh dikira-kira.

    Sekali lagi kami sangat melarang penggunaan bahan-bahan industri non pangan utk dicampur ke dalam makanan!!!

    Selamat mencoba… Kalo sdh jd sirupnya, boleh donk bagi2 pengalaman disini. Bagi2 hasil sirupnya juga boleh… he3x…

  3. pungki berkata:

    bagus… sekali.
    bisa tidak sari buah diganti dengan air + perasa buah buahan ?
    kira kira berapa yach komposisinya ?

    untuk mengentalkannya memakai bahan apa?

    Sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas kunjungan ke blog kami.
    Mengapa menggunakan sari buah? Tentu agar sirup yg dihasilkan benar-benar “orisinil”, ya gak? Boleh saja sih pake air dicampur essence rasa buah yg mungkin rasanya akan mirip buah yg dimaksud. Tapi kan jadi gak orisinil lagi. Setuju? Selain itu akan muncul masalah baru, bagaimana mengentalkannya?
    Maha Suci ALLAH yg telah menciptakan berbagai jenis buah, yg ternyata mengandung zat pectin yg dpt membuat adonan sirup menjadi kental. Zat pectin ini berbanding terbalik dgn kadar gula. Semakin matang buahnya, semakin tinggi kadar gula namun semakin rendah kadar zat pectin. Sebaliknya, semakin muda buahnya, semakin rendah kadar gula namun tinggi kadar zat pectin-nya. Makanya digunakan buah-buahan yg belum terlalu matang sebagai bahan utama pembuatan sirup. Karena itu jika Anda menggunakan sari buah sebagai bahan pembuat sirup, untuk mengentalkannya cukup dgn merebusnya lebih lama hingga mengental. Namun jika Anda menggunakan ‘bahan palsu’ (air + essence buah) maka dibutuhkan zat pectin untuk mengentalkannya. Bahan ini bisa diperoleh di toko bahan makanan.
    Semoga bermanfaat…

  4. ali marmanto berkata:

    gimana caranya sirp bisa lebih kental? apakah ada pengental khusus? terima kasih

  5. adams berkata:

    bagus sekali.. aq pngin mencoba..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s