Bilangan kromosom manusia dan Al Quran


Oleh: Ust.  Andri (Mathematics)

Spiluqkim’s Mathematics  & Science Development Team

Menjelang shalat ashar sambil melangkah menuju Masjid Aqsho-l- madinah, penulis dipertemukan oleh Allah dengan KH Fahmi Basya,  seorang matematikawan, seniman, akademisi, budayawan dan peneliti yang termasuk ‘langka’ di Indonesia. Beliau secara tekun mendalami matematika-Al Quran dan  telah menulis beberapa karya buku di antaranya “One Million Phenomena“,  “Al Bayyinah 1&2″, “Paleo Konstantia“, dan pelukis ” Bumi itu Al Quran”. Di internet karyanya bertebaran dengan istilah “Flying Book” yang beberapa saya koleksi sebagai bahan renungan terhadap materi matematika yang saya ajarkan.

Salam dan jabat tangan dari saya disambutnya dengan hangat. Begitu beliau tahu saya mengenalinya dan bertanya apakah launching karya baru, beliau serta merta memberi edisi revisi salah satu karya beliau: “Matematika Al-Quran” terbitan Pustaka Quantum. Setelah sholat sunnah, sambil menunggu saat sholat saya sempat diajak sedikit pembahasan tentang Quran dan matematika. Beliau menjelaskan tentang bilangan kromosom (23) pada manusia berkaitan dengan Al Quran. Menurut beliau begini.

1. Bilangan kromosom dan jumlah ayat Al Quran

bilangan kromosom    : 23

jumlah ayat quran       :  6236

Saya bertanya apa hubungannya? Beliau jabarkan bahwa Allah Yang Maha Kuasa, Maha Tahu,  sungguh Maha teliti dalam merencana dan menentukan suatu nilai angka dalam ciptaan-Nya. Ada keterkaitan dengan Quran itu bukan secara  kebetulan.

Beliau menunjukkan saat  kedua bilangan disusun sebagai:

23 6236 dan dibagi dengan 7 maka hasilnya tepat habis yaitu 33748, kalaupun susunannya dibalik dari posisi satuan (dari belakang) menjadi:

632632 dan dibagi 7 maka hasilnya tepat habis juga yaitu 90376

Maa sya- Allah! Sebuah angka yang unik dan menarik bagi penggemar matematika karena memang hal-hal seperti itulah yang jadi ‘mainannya’ matematikawan. Angka-angka tersebut tidak sembarangan jadi  bukan dibuat-buat oleh manusia, tetapi rahasia Allah. Rahasia Allah ini juga tidak akan mudah diketahui, kecuali dengan ilmu dari-Nya semata kepada orang-orang yang mau berfikir.

2. Bilangan kromosom dan jumlah surah dalam Al quran

bilangan kromosom     : 23

jumlah surah                   : 114

Dengan cara yang sama:

23114 : 7 ternyata tepat habis yaitu 3302,

kalau disusun dari satuan (belakang) maka:

41132 : 7 ternyata juga tepat habis yaitu 5876

artinya, menurut KH Fahmi Basya,  penciptaan kromosom manusia mempunyai suatu korelasi dan ketelitian yang dekat dengan susunan Quran. Manusia semestinya dekat dengan firman Allah ini secara fitrahnya.

Berikutnya beliau coba tunjukkan susunan banyak surah banyak ayat quran saat dibagi 7:

1146236: 7 = 163748 (tepat habis) . Bagaimana dengan susunan dari belakangnya? Coba saja!

6326411 : 7 = 903773  (subhanallah, tetap konsisten habis terbagi 7)

Ada lagi? Ya, susunan angka banyak juz (30) dan banyak surah (114) Quran juga habis dibagi 7, yaitu:

30114 : 7 = 4302

(tetapi, jika 41103 : 7 hasilnya bilangan pecahan 5871,857143)

begitu pula susunan angka banyak juz (30) dan banyak ayat (6236) juga habis dibagi 7, yaitu:

306236: 7 = 43748

(ini tidak berlaku untuk dibalik dari belakang karena hasilnya 90371,85714)

Sebenarnya saya masih tergelitik dan ingin bertanya mengapa dibagi 7. Bukan angka yang lain? Namun rupanya iqamah menghentikan  diskusi kami.

Tentang angka tujuh di Quran, saya coba cek dan bisa di baca pada Quran yaitu surah 2:29, 2:196, 2:261, 12:43, 12:46. 12:47, 12:48, 15:44, 15:87, 17:44, 18:22, 23:17, 23:86, 31:27, 41:12, 65:12, 67:3, 69:7, 71:15, 78:12.  Yang saya temukan angka tujuh ini dalam Quran diikuti dengan kata langit, hari, bulir, sapi, tahun, pintu (jahanam), ayat, pemuda (kahfi), jalan, laut, dan malam. Misalnya:

QS 15:87.

Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Qur’an yang agung.

Walaupun tanpa bermaksud untuk keluar dari tafsir para sahabat, mufassirin atau  salafushalih, kadang tafakur terhadap Al Quran model seperti ini dianggap asing dan ‘nyleneh‘ oleh sesama muslim.Terkesan mengada-ada, memaksa, gothak-gathuk, dan sebagainya. Tanggapan semacam wajar karena ilmu matematika secara umum dipahami bukan untuk menafsirkan Quran. Apalagi pendidikan sekuler ala barat parah menjangkiti dunia pendidikan negeri ini. Termasuk kalangan santri banyak yang ‘alergi’ ilmu hitung menghitung. Adapun Allah jelas memerintahkan pada hamba-Nya untuk berpikir dan menggunakan akal tetapi harus pada rambu-rambu tidak sampai mendudukkan wahyu di bawah akal. Orang barat yang terbiasa dengan matematika dan rasio bisa saja ada yang terbuka hatinya dengan hal ini. Walaupun ada pula yang tetap menganggap hasil penelitian semacam itu bukan mukjizat ( miracle)  tetapi malah menganggap tahayul (superstitious) dan menentangnya di berbagai forum. Untuk bisa dikatakan scientific dan disampaikan di muka umum memang tidak bisa hanya mengandalkan hasil yang terlihat indah. Metodologi pun perlu dikaji, ditelaah, sudah benar teruji atau belum.

Penulis masih merasakan efek pendidikan sekuler ala barat yang pernah diterima sehingga  tidak mudah mengintegrasikan matematika dan Quran walaupun terus berusaha saat menyampaikan materi kepada murid. Setelah berpikir-pikir saya berpendapat pemikiran KH Fahmi Basya ini kiranya masih terbuka untuk dikritisi dari segi metodologi dan semoga beliau berkenan menerima masukan meskipun bukan dari matematikawan.  Kajian beliau cukup ‘baru’ dan perlu uji dari berbagai macam ahli sehingga terlalu terburu-buru kalau  sampai hasil kajian beliau disamakan dengan tafsir. Saya menganggap tafsir Alquran telah terbangun sejak berabad lampau dan penemuan baru kiranya sebagai penambah dukungan, tetapi tidak sampai membuat pemahaman tafsir baru seperti yang dilakukan lewat metode hermeneutika ala para orientalis dan islam liberal.

QS 59:21.

Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir.

Thanks to Ust Fahmi Basya atas bagi-bagi ilmunya.  Sebelumnya saya pernah membaca juga hasil penelitian Rashad Khalifa tentang Matematika Quran dan walaupun itu cukup fenomenal di AS sana, ada beberapa hal yang saya tidak sependapat, misalnya dengan pemahaman ingkar sunnahnya dan bahkan mengarah kesesatan sepeninggalnya.  Sebagai penutup tantangan dari orang yang masih ingkar dengan Quran dalam forum dialog biasanya adalah:

Buktikan dari Quran melahirkan ilmu baru! Mungkinkah ada model matematika yang lain daripada sekarang dengan mempelajari Quran? Sebagai muslim dapatkah Anda menjawabnya?

Wa Allahu a’lam.

Terkait:

Kromosom dan Quran

Quran dan Kimia

Keistimewaan Quran

Iklan

2 thoughts on “Bilangan kromosom manusia dan Al Quran

  1. Izza berkata:

    7777777!!!!!!!

    benar-benar angka spesial -7-

    nggak salah aku suka angka spesial ini -7-

    well,
    semakin lama blog SPILUQKIM makin berisi,
    makin berbobot, makin banyak pengetahuannya,
    pokoknya makin mendekati perfect!

    semoga bisa terus berbenah menjadi lebih baik dan lebih baik

    hidup angka 7!

  2. AWIK berkata:

    angka 9 juga menarik pak, karena mendekati sempurnah.
    yang lebih menarik itu komentarnya bapak itu lho… bahwa se fenomenal dan se ajaib appun itu angka tetap belum bisa dijadikan pegangan untuk melakukan sesuatu, apalagi untuk menafsirkan ayat-ayat al-qur’an yang lainnya. sehingga pas kalau hal itu berhenti pada BETAPA TERATURNYA ALAM INI. DAN SEMAKIN MEYAKINKAN KITA BAHWA ALAM INI DICIPTAKAN TIDAK SECARA KEBETULAN DAN ADA DENGAN SENDIRINYA, TETAPI SUDAH DIRANCANG DENGAN RANCANGAN YANG MAHA DASYAT OLEH PERANCANGNYA, YAITU ALLAH SWT. ALLAHU AKBAR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s