Fisika ‘Gasing’ ala Pak Yo


Oleh: Ust. Andri (Mathematics)

SPiLuqkim’s Mathematics & Sciences Development Team

Siapa tidak kenal Yohanes Surya? Dialah, orang yang berada dibalik kesuksesan putra-putri Indonesia di kancah kompetisi Fisika internasional. Sabtu, 28 Pebruari lalu penulis dan beberapa guru sains SMP-SMA Luqman Al Hakim mengikuti sebuah acara seminar dengan beliau sebagai nara sumber. Beliau mengupas Pembelajaran Fisika Gasinggampang, asyik, menyenangkan atau sambil berkelakar kata Yohanes gasing adalah Ga’ (pu)sing.
Dari sekian lama berkecimpung di dunia pembelajaran fisika, Yohanes Surya sering dilapori para guru, siswa dan ortu yang mengeluh kalau pelajaran fisika itu sulit. Bahkan ada kasus dari Medan, kata beliau, ada psikolog yang menangani 50 anak yang terkena sindrom takut fisika. Mengapa? Karena nggak ngerti, rumusnya banyak banget dan sukar dihafal. Sebagai seorang yang berpengalaman, Yohanes cukup cermat terhadap permasalahan itu. Solusi yang diberikannya saat ini adalah dengan mengembangkan pembelajaran fisika tanpa rumus. Kok bisa, sih? Yohanes menilai fisika itu mempunyai logika tersendiri yaitu logika fisika yang berkaitan dengan peristiwa fisis (kebendaan) yang teramati oleh indera. Para fisikawan sebenarnya mendasari setiap pembahasan obyek-obyek dalam fisika dengan logika ini. Patut disayangkan jika cara berlogika ala fisikawan itu akhirnya malah kurang dikuasai para siswa sekolah di Indonesia. Fisika, dalam pikiran para guru dan pelajar bukan ilmu tentang fenomena fisis dan konsepnya, tetapi yang mengemuka dalam fisika adalah rumus…hitungan…rumus…dan pusing deh! Model mencekoki siswa dengan hafalan rumus membuat Fisika menjadi hal abstrak sebagaimana matematika. Oleh karena itu tidak mengherankan kalau akhirnya banyak anak yang bermasalah dengan fisika.
Presiden Olimpiade Asia itu memberi contoh, dalam membahas gerak. Misalkan seorang siswa di tanya, apakah kecepatan itu? Kata beliau, banyak anak menjawab kecepatan itu V ….lho??? Kok bisa? Jawabannya simpel, tetapi jelas itu bukan jawaban yang diharapkan, bukan? Abstrak dan tampak bahwa anak hanya mengenal itu karena menghafal rumus. Selanjutnya misal ditanyakan, apa satuan kecepatan? Meter per detik. Exactly! Tetapi kalau ditanya mengapa satuannya meter per detik? Jawabannya kadang menggelikan: udah dari sononye (he.he..) atau bahkan gurunya berkata “ sudah telan aja, yah!”

Catatan dari saya:

  1. Sebagai guru matematika dan sains, saya sering mendapat laporan dari guru Fisika bahwa kesulitan anak-anak memang dari rumus dan simbol-simbol variabel untuk menyatakan besaran. Sering tertukar dan terbalik-balik. Selain itu kemampuan berhitung operasi dasar perkalian pembagian penjumlahan dan pengurangan sebagai basic tetap menjadi kunci.
  2. Dari pengamatan penulis, Pak Yo menerangkan fisika memang benar-benar dari sisi analisis fisis. Setiap persoalan tidak lupa beliau membuat gambar sketsa fenomenanya. Nah, ini barangkali salah satu sisi dari fisika yang masih sering terlewatkan yaitu adanya pengembangan kecerdasan spasial (menggambar obyek, posisi benda terhadap benda lain/acuan, arah).
  3. Logika fisika (klasik) yang diajarkan di sekolah kita  sebenarnya jelas, simpel, dan bisa menyenangkan. Bukan abstrak (tak dikenal fenomenanya, simbol), rumit (rumus yang banyak dan sangat matematis) dan memusingkan.  Pak Yo beberapa waktu lalu bahkan merekomendasikan di Forum Fisikawan Asia suatu pembelajaran fisika dengan pendekatan kata-kata (Physics by words) untuk para siswa supaya mempermudah dalam belajar. Kata salah seorang peraih hadiah Noble yang pernah beliau temui, itu boleh-boleh saja.

Penasaran? Untuk lebih jelasnya silakan kunjungi website: www.yohanessurya.com atau http://groups.google.com/group/fisikagasing. Jangan lupa download materinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s