Friendster dan Facebook, Teman-teman Anak Zaman


al-baqarah-245

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim. (QS. Al Baqarah:254)

Generasi Friendster

  • Ber-SMS kapan dan dimana saja termasuk di dalam kelas, namun selalu mencari layanan dengan pulsa murah (kritis dan kreatif).
  • Mendengar musik dari MP3 player atau ponsel musik kapan dan dimana saja termasuk di dalam kelas.
  • Sangat ahli dalam pertukaran materi digital (file musik, gambar, dll.) antar gadget.
  • Lebih senang memakai IM (instant messenger), Y!M dan MiRC (chatting tool) dibanding e-mail.

Mengenal Friendster (FS)

  • Disebut aplikasi “social networking”, awalnya dipersepsikan sebagai tempat mencari jodoh, namun kemudian berkembang lebih luas.
  • Menghubungkan orang melalui jaringan internet untuk “saling berteman”.
  • Friendster memberikan fasilitas kepada penggunanya untuk membuat jaringan terdiri dari teman sendiri, teman dari teman, dst.
  • Berbagi cerita, foto, link dengan orang di dalam jaringan pertemanan tsb. menggunakan jalur komunikasi beragam (chat, messaging, email, video, voice chat, file sharing, blogging, discussion groups).
  • Fasilitas ini gratis tersedia di Internet (yang lain seperti FB atau Facebook.com dan MySpace.com), pengguna total mencapai 250 juta orang (2006).

friendster

Peluang Pemanfaatan

  • Penyebaran informasi ke kalangan luas secara cepat dan mudah.
  • Pengelompokan pengguna bisa dilakukan berdasar minat, lokasi geografis, dll., sesuai kebutuhan.
  • Adanya keterikatan dalam setiap kelompok.
  • Pengguna cenderung online semakin sering.
  • Adanya fasilitas “alert” untuk memberi informasi ke seluruh anggota kelompok apabila ada hal-hal baru dari teman lain (foto baru, pesan baru, dll.).

Ancaman & Sisi Negatif

  • Bersifat “addictive” (menjadikan kecanduan).
  • Kemudahan komunikasi dipakai untuk hal-hal tidak produktif bahkan kriminal.
  • Tidak ada batas-batas penyebaran informasi, baik jenis, waktu, dan tatanannya.
  • Potensi mendobrak privacy orang.
  • Banyak celah yang dapat dipakai untuk kejahatan atau tindakan merusak.

Mengapa “Addictive”?

  • Bayangkan putra-putri kita berhadapan dengan orang-orang yang “menggoda” seperti di gambar itu?
  • Apakah semua orang “baik-baik”?
  • Yang jelas, semua ingin mencari “kesenangan” dengan berteman dan membangun jaringan.
  • Selalu dampingi putra-putri anda dalam masuk ke “alam” seperti Friendster, atau paling tidak anda bisa “nyambung” berkomunikasi dengan mereka dan selalu memantau perkembangan mereka.

Dampak Bagi Kita di Indonesia?

  • Saat ini, tidak ada bedanya kita tinggal di New York, Tokyo, atau Loa Bakung. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa berbuat hal-hal kelas dunia.
  • 2006 adalah tahun dimulainya revolusi kultur dunia baru, dunia kolaborasi online. Kita mau ikut? Atau kita santai dan tertinggal…
  • Web 2.0 mampu membawa masyarakat kita untuk “go global” dan mendapat banyak keuntungan (finansial, sosial, kultural, edukasional, dll.).

Source: www.adriyanto.or.id

al-isra-73

Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia. (QS. Al Isra’:73)

Bagi netter muslim ada muxlim yang lebih santun dan bernuansa islam dalam berjejaring sosial.

Iklan

One thought on “Friendster dan Facebook, Teman-teman Anak Zaman

  1. tumetesingkabar berkata:

    terima kasih telah berkunjung di blognya ‘tiang cubluk’ http://www.tumetesingkabar.wordpress.com.

    soal jejaring sosial, sebenarnya ada yang lebih maju tinimbang friendster, yakni facebook atau bahasa gaulnya pisbuk (konon pencetusnya seorang keturunan Yahudi). ini penggunanya tidak hanya kaum muda, tapi semua kalangan. mulai pejabat, istri pejabat, dosen, mahasiswa, pelajar, profesional, politisi, dan anak-anak semua gabung disitus sosial ini. Jadi, jangan heran kalau anda masuk jejaring ini menemukan istri wali kota atau wawali dan istrinya, sekadar berunek-unek atau mejeng alias nampang cari simpati ….atau politisi-politisi sepuh dari semua partai cari dukungan, baik partai religius maupun abangan.

    jadi, ya… ini lah dunia teknologi, terus berkembang…mungkin dalam waktu dekat akan muncul lagi jejering sosial yang lebih dasyat dampak sosialnya…waspadalah ! waspadalah ! he he he…

    samalam kenal …

    matur nuwun. FB yang di sebut di judul maksudnya juga Facebook (terjemahan Jawanya: raibuku ;-D)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s