Apa yang Membuat Pemecahan Soal Matematika Jadi Sulit?


Oleh: Ust. Andri (Mathematics)

SPiLuqkim’s Math & Science Development Team

Salah satu faktor terpenting pada kurangnya kemampuan pemecahan persoalan matematika para siswa adalah buruknya manajemen mental, yaitu:

  1. Siswa tidak memberikan perhatiannya pada jalan/cara/ langkah dalam kegiatan pemecahan masalah
  2. Mereka sering tidak berpikir untuk menggunakan suatu heuristik (susunan pendekatan kepada pemecahan masalah) yang telah mereka ketahui, mereka temukan, dan mungkin dapat dipakai
  3. Mereka lebih sering/suka mengulang-ulang kembali cara-cara sebelumnya yang keliru dan tidak menghasilkan penyelesaian dari pada mencari jalan lain
  4. Mereka sering menyerah tanpa mencoba mencari/berburu dari orang lain yang mampu sebagai masukan baru bagi dirinya

Seperti perkataan:

“Bagaikan di dalam hutan, tapi mereka tak melihat pepohonan…”

Apa kira-kira yang diperlukan bagi perbaikan manajemen mental mereka?

Sebagai guru, kami  pikir untuk mengatasinya siswa perlu untuk memperhatikan 2 hal berikut.

Heuristik adalah seni dan ilmu pengetahuan dari penemuan. Kata ini berasal dari akar yang sama dalam bahasa Yunani dengan kata “eureka“, berarti ‘untuk menemukan’. Suatu heuristik untuk masalah yang diberi adalah cara menujukan perhatian Anda secara berhasil sampai pemecahan. Ini berbeda dari algoritma di mana hanya dipergunakan sebagai peraturan atau garis pedoman, bertentangan dengan prosedur invarian.

Heuristik mungkin tidak selalu mencapai hasil yang diinginkan, tetapi bisa teramat berharga untuk mengantar sampai proses yang memecahkan masalah. Heuristik yang baik secara dramatis bisa mengurangi waktu yang diharuskan untuk  memecahkan suatu masalah. Dengan heuristik kita menghapuskan kemungkinan atau status tidak relevan yang tak mungkin atau tidak diperlukan.

Pikiran kita bekerja seperti websites: sekelompok halaman atau ide atau konsep yang dihubungan satu sama lain, atau berpindah sendiri ke kelompok atau websites yang lain.

Pembelajaran mengkombinasikan apa yang telah anda ketahui dengan apa yang ingin anda ketahui, dan menghubungkan informasi baru ini ke dalam gudang pengetahuan kita. Ingatan kita kemudian memproses ‘hubungan’ baru ini dan mempersiapkan untuk digunakan sewaktu-waktu.

Suatu pemetaan pikiran berfokus pada satu ide;

Konsep memetakan, bekerja dengan beberapa atau banyak hal.

Dengan memperhatikan keduanya penulis merasa yakin problem solving dalam matematika menjadi mudah karena penanaman  keduanya itulah  yang diperlukan memperbaiki manajemen mental siswa yang kadang amburadul.

Semoga bermanfaat.

One thought on “Apa yang Membuat Pemecahan Soal Matematika Jadi Sulit?

  1. hayh mengatakan:

    ternyata matematika itu asyik klao kita mau BELAJAR!!!

    makasi y buat para guru yg mau ngajari aku menghitung…
    hehehe…^_^

    Alhamdulillah, Ananda telah memiliki kesadaran utk menuntut ilmu. Sesungguhnya kami asatidz/asatidzah berkomitmen memberikan layanan pendidikan yg terbaik bagi siswi2 kami. Sekarang terpulang kepada diri para siswi sendiri, apakah hendak memanfaatkan kesempatan ini ataukah tidak. Karena belajar adalah proses internal pribadi yg harus dimotivasi dari dlm diri sendiri, org lain tdk dpt memaksa jika Ananda memang tak ingin belajar. Sesungguhnya bukan guru yg membuat siswi pintar, tetapi ALLAH Swt. Sedangkan ALLAH akan menurunkan hikmah dan ilmu-Nya kepada siapa saja (org kafir sekalipun) yg sungguh-sungguh berikhtiar untuk menuntut ilmu dan mencari hikmah di balik segala tanda-tanda kebesaran-Nya.
    Teruslah menuntut ilmu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s