Matematika Sedekah Ustadz Yusuf Mansyur


Oleh: Ust. Andri (Mathematics)

SPiLuqkim’s Mathematics & Sciences Development Team

Ustadz Yusuf Mansyur (UYM), namanya cukup populer walaupun usia dai ini masih berkepala tiga. Pendalaman ilmunya tentang berislam, seperti yang tertulis dari buku-bukunya, bukan hanya berasal dari buku tekstual dan guru tetapi lebih banyak lewat hikmah, pengalaman kehidupan yang pernah dilakoninya. Ustadz ini sering tampil di layar TV (minggu siang di sebuah TV swasta atau ba’da subuh) dengan gaya aksen ‘betawian,’ tetapi nyaris selalu mengulang-ulang dan bersyiar satu tema besar yaitu SEDEKAH (shodaqoh). Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, juga bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Kalau acara Aa Gym sering diberi judul yang dimulai “Indahnya….. “ acara Ustadz ini juga ditajuki dengan kata: “Nikmatnya…. Sedekah”. Ya, sedekah adalah nikmat.
UYM begitu getol mensyiarkan sedekah sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Selain dengan sederetan kisah hikmah dan pengalaman, bahkan uraiannya pun diperkuat dengan ilustrasi ala matematika yang unik namun cukup mudah diterima. (ingat: sedekah tidak sama dengan matematika lho)
Kata UYM, “Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat”.
Dasar hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur’an Surat: 6, Ayat: 160,

Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur’an Surat: 2, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Menurut ustadz muda ini, dengan berpedoman pada Al-Qur’an tersebut, maka kita bisa membuat “hitung-hitungan” matematika, yang disebutnya sebagai MATEMATIKA DASAR SEDEKAH. Nah, inilah yang luar biasa unik itu. Matematika sedekah ini, sungguh sangat berbeda dengan ilmu matematika yang kita pelajari di sekolah…tetapi operasinya ada tambahan unik.

Dia memberikan ilustrasinya sebagai berikut:

10 – 1 = 9 … ini ilmu matematika yang biasa kita terima di sekolah, yang berlogika sedekah adalah mengurangi nilai

Tetapi ilmu Matematika Sedekah adalah sebagai berikut:
Jika

s = operator sedekah= nilai sebelum tanda s dikurangi nilai setelah tanda s lalu hasilnya ditambahkan dengan 10 kali nilai setelah tanda s

maka:

10 s 1 = 19 … ini menggunakan dasar, bahwa 10 punya kita, kita sedekahkan 1,  tinggal 9 ( matematika pada umumnya), tetapi Allah membalas 10 x lipat pemberian kita (1) sehingga menambah yang 9 dengan 10 menjadi 19 . Begitulah cara operasinya. Ingat, ini bukan matematika biasa!
Sehingga kalau dilanjutkan, maka akan ketemu ilustrasi seperti berikut ini:

10 s 2 = 28 ( Matematisnya: (10-2)+ (2X10) sebagai balasan sedekah)
10 s 3 = 37
10 s 4 = 46
10 s 5 = 55
10 s 6 = 64
10 s 7 = 73
10 s 8 = 82
10 s 9 = 91
10 s 10 = 100

Nah, sungguh menarik bukan? Lihatlah hasil akhirnya. Kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapa pun yang kita sedekah kan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Ingatlah, balasan 10 x lipat dari Allah itu adalah balasan minimal.

Dan, kita pakai balasan dari Allah yang minimal saja sebagai acuan berhitung, yaitu 10 x lipat, tidak usah berhitung yang 700 x lipat…nanti terlalu banyakkkkk…(tenang…Allah Maha Kaya).  Saya juga pikirkan adanya variabel keikhlasan dan kesungguhan niat menjadi faktor pengali atau bahkan pemangkat sehingga mencapai 700 kali seperti firman Allah, bahkan ditambah syukur nikmat menjadikan balasan janji Allah yang tak terhingga. Oleh karena itu, semestinya merasa rugi besar dong jika hanya mengeluarkan sedekah dengan jumlah minimal. Semakin banyak bersedekah, maka pasti semakin banyak penggantiannya dari Allah Azza wa Jalla.
Benarkah demikian? Mari kita mau membuka mata, bahwa pengembalian dari Allah itu bentuknya apa? Umur, kesehatan, keselamatan adalah balasan yang tak ternilai bukan? Bukalah “mata hati” kita, selalulah berpikir positif kepada Allah. Bukankah Allah berfirman, “Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku”. Oleh karena itu, selalulah berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan dengan serta merta menunjukkan KeMaha Kebaikan-Nya kepada kita. Allah pasti membalas kebaikan kita dengan balasan yang setimpal dengan amal perbuatan kita. Amiin…

Kalau pas gak punya uang/harta? UYM sekarang juga gencar mensyiarkan Sholat Dhuha. Bukankah itu adalah sedekah bagi tiap anggota badan kita? Sekedar senyum juga bisa jadi sedekah. Sulit kalau harus menghitung? Ya, biarlah Allah Yang Maha Tahu yang Maha Cepat Hitungannya yang menghisabnya. Just do it!

Alhamdulillah, gerakan infaq/shodaqohkelas dan sholat dhuha pada morning spirit sebelum pelajaran pertama di SPiLuqkim masih terus berjalan. Ayo, Nak kita lebih giatkan lagi!

Patut direnungkan juga firman Allah:

Surat At Taubah
9:76. Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebahagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran).

Surat Al Isra’
17:100. Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai khazanah rahmat Tuhanku, niscaya khazanah itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.

Surat Al Furqaan
25:67. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.


Surat Muhammad
47:37. Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.

47:38. Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s