UAN dan Hamil – Masalah Akhlak


Oleh: Novrian Eka Sandhi*

Senin (20/04) bertepatan dengan dimulainya Ujian Akhir Nasional (UAN) tingkat SMA/MA/SMK. Pagi-pagi sekali saya dilanda nyeri perut yang luar biasa. Mestinya saya bisa tidak masuk dengan alasan sakit. Namun karena sudah janji untuk membantu panitia UAN di SMA Luqman Al Hakim menyiapkan sound system, saya kuatkan diri untuk berangkat juga. Setelah beres, saya kembali ke kantor di SPiLuqkim dan nggelethak di lantai sambil menahan sakit perut. Akhirnya sekitar pukul setengah sembilan setelah menghabiskan teh hangat buatan Ustd. Ulfa, saya minta ijin ke Ustd. Ina (Waka SPiLuqkim) untuk pulang.

Di kos-kosan, saya terkapar sendirian tak berdaya sambil sesekali terbirit-birit ke toilet. Seperti biasa jika berada di kamar kos, radio saya nyalakan dan tune-in di Suara Surabaya FM (SS). Seharian itu isu yang dibahas seputar UAN SMA/MA/SMK. Beragam info dan opini masyarakat diudarakan sejak pagi.

Salah satu isu yang mengusik saya sebagai pendidik adalah kasus siswi SMK Negeri 8 Surabaya yang di-DO sekolahnya sebulan menjelang UAN karena kedapatan hamil. Sang kepala sekolah berargumen bahwa tiap awal tahun ajaran siswa-siswinya telah menandatangani klausul pernyataan menyanggupi peraturan dan tata tertib sekolah, yang di antaranya menyebutkan larangan menikah dan hamil. Sanksi atas pelanggaran aturan tersebut adalah dikembalikan ke orang tua/wali, bahasa halusnya dari dikeluarkan. Di pihak lain, sang siswi (yang di-back up oleh seorang anggota Komisi D DPRD Surabaya) berdalih aturan itu baru diberlakukan tahun 2009 sedangkan ia masuk SMKN 8 tahun 2006. Selain itu ia mempertanyakan mengapa sebelum UAN ia dibolehkan ikut ujian-ujian lain di sekolahnya, kenapa tidak dari dulu-dulu dilarang ikut ujian kalau toh akhirnya tidak boleh ikut UAN.

Pihak SMKN 8 hanya bisa memberi solusi akan memfasilitasi siswi tersebut ikut ujian kesetaraan paket C. Sedangkan pihak Diknas menegaskan independensi dan otonomi masing-masing sekolah untuk menetapkan aturan yang berlaku bagi siswa-siswinya yang tentunya sejalan dengan tujuan pendidikan serta visi dan misi sekolah. Dari pemerintah sendiri tidak ada ketentuan apapun tentang peserta UAN, selain bahwa siswa-siswi yang bersangkutan telah dinominasikan oleh pihak sekolah untuk mengikuti UAN. Bahasa sederhananya, untuk mengikuti UAN, seseorang harus tercatat sebagai siswa aktif di sebuah sekolah yang terdaftar untuk mengikuti UAN. Logika sederhananya, jika siswa tersebut keluar dari sekolahnya, baik karena pelanggaran tata tertib sekolah ataupun mengundurkan diri, maka haknya mengikuti UAN juga hilang seketika.

Kehamilan Sang Siswi dan Masalah Akhlak (Moral)

Mengapa sang siswi hamil? Pasti karena melakukan hubungan seks. Apakah ia sudah menikah? Saya kok yakin ia belum menikah.

So? Tinggal dua kemungkinan.

Pertama, sang siswi adalah korban pelecehan seksual (perkosaan). Jika ini yang terjadi maka haknya untuk mengikuti UAN harus kita bela mati-matian. Karena kehamilannya sama sekali bukanlah keinginannya.

Kedua, sang siswi melakukan seks bebas dengan pasangannya hingga ia hamil. Nah, jika ini yang terjadi, mohon maaf kalau hanya sekedar di-DO dari sekolah sebenarnya terlalu ringan. Karena menurut syariat Islam seharusnya ia dirajam dan diasingkan!!!

Di antara penelepon yang masuk ke SS berpendapat bahwa tindakan kepala SMKN 8 adalah salah karena merenggut masa depan siswi tersebut. Di antara argumen begini:

  1. meski berkaitan dengan masalah akhlak (moral), dosa zinah adalah urusan sang siswi dengan tuhan yang tidak bisa kita campuri
  2. hukuman yang diberikan tidak seharusnya merampas hak-hak sang siswi untuk mendapatkan pendidikan
  3. siswa yang terlibat kriminal saja bisa ikut UAN meski di lapas atau penjara, mengapa yang hamil tidak?
  4. tidak ada aturan baku yang melarang siswi hamil untuk ikut UAN

Saya kok terenyuh mendengar argumen-argumen yang dilontarkan para pendengar yang membela sang siswi tersebut. Dalam berbagai kesempatan dialog Kelana Kota di SS, banyak pendengar yang prihatin dengan kualitas moral generasi muda kita. Para generasi tua menggembar-gemborkan pentingnya untuk kembali mengajarkan pendidikan etika dan tata krama di sekolah. Lalu untuk masalah perzinahan ini, dimana etika dan tata kramanya???

Jawaban saya atas keempat argumen tersebut adalah:

  1. Jika agama adalah urusan masing-masing pribadi (private area), lalu mengapa khalifah Abu Bakar ra. memerangi kaum yang tidak membayar zakat? Mengapa ada hukum rajam bagi pelaku zinah? Tidak, saudara! Masalah akhlak (moral) adalah masalah kita bersama. Sejarah membuktikan, kehancuran semua peradaban besar dunia diawali dengan kehancuran moral setiap elemen masyarakatnya. Harus diakui, kekhalifahan Islam pun hancur karena bobroknya moral umat Islam kala itu (sudahlah, jangan terus-terusan pake teori konspirasi untuk menjelaskan bubarnya Dinasti Turki Utsmani).
  2. Bicara soal hak, berarti bicara juga soal kewajiban. Jika kewajiban dipenuhi, maka hak dapat dituntut. Namun sebaliknya, jika kewajiban dilanggar, maka dengan sendirinya hak akan terampas. Ini berlaku dalam hal apapun secara universal. Para narapidana sesungguhnya telah mengalami diskriminasi dan juga telah terampas haknya untuk hidup bebas. Tapi memang harus begitu, karena mereka telah merampas hak orang lain (mencuri, membunuh, korupsi, dsb.). Adalah hak bagi sepasang pria dan wanita untuk melakukan hubungan seksual, jika dan hanya jika mereka telah menjalankan kewajibannya yaitu menikah. Akan tetapi jika mereka melakukan hubungan seks sebelum menikah, sama saja mereka telah merampas hak yang belum saatnya mereka dapatkan. Karena itu hak-hak mereka untuk diperlakukan sama dengan orang yang tidak berzinah menjadi tercabut.
  3. Sejauh yang saya tahu dari media, siswa-siswa yang terpaksa ikut UAN di penjara karena terlibat tindak kejahatan berupa pencurian dan tawuran. Kedua macam tindak kriminal itu tentu sama sekali berbeda konteksnya dengan perzinahan. Karena itu dalam Islam bentuk hukumannya pun berbeda.
    Hal lain yang juga harus dipertimbangkan adalah pembelajaran bagi siswa-siswi lain agar tidak mengikuti jejak siswi yang hamil tersebut. Jika siswi jelas-jelas melanggar aturan dan melakukan perbuatan asusila mendapat perlakuan yang sama dengan siswa lain yang taat aturan dan menjaga moral, maka apa gunanya dibuat aturan??? Anda sendiri, maukah Anda mengepalai sebuah sekolah yang dipenuhi siswi-siswi yang hamil di luar nikah???
  4. Saya justru mendorong kepada lembaga-lembaga pendidikan di semua jenjang untuk kompak menerapkan tata tertib yang dapat mengawal moral peserta didiknya untuk tetap berada di jalan yang lurus. Tidak usah ribut soal standar. Karena toh semua agama resmi negara di Indonesia tidak ada satu pun yang menghalalkan zinah (jika ada, tolong saya diberi tahu).

Pelajaran Bagi Diri Sendiri

Sudah terlalu sering kita bersikap reaktif. Ribut jika masalah sudah muncul. Mestinya kan energi kita dihabiskan untuk mengarahkan dan menuntun daripada menyalahkan dan menuntut.

Saya berusaha mawas diri. Terlebih dengan tanggung jawab saya sebagai pengasuh dan pengelola sebuah sekolah yang dipenuhi oleh siswa perempuan. Mendengar kasus siswi SMKN 8 yang hamil tersebut telah membuat saya benar-benar bergidik ngeri. Terbayang betapa beratnya pertanggungjawaban saya di hadapan ALLAH kelak.

Meski bertugas sebagai guru pembimbing bidang studi Fisika, namun bukan Fisika yang menjadi concern utama saya dalam mendidik siswi-siswi SPiLuqkim. Dengan memperhatikan perkembangan zaman dewasa ini, saya tidak pasang target muluk-muluk. Bagi saya, yang penting saya berikhtiar sungguh-sungguh untuk mengawal siswi-siswi saya melewati masa pendidikan di SPiLuqkim dengan berusaha istiqomah di jalan yang selurus-lurusnya. Minimal, lulus dari SPiLuqkim dalam kondisi tetap perawan. Bukan semata disebut perawan karena organ hymen-nya masih utuh. Akan tetapi, perawan secara hakiki: belum tersentuh secara seksual sebelum menikah.

Ya Allah, lindungilah siswi kami. Jauhkan kami dari musibah seperti yang telah menimpa saudara kami di SMKN 8. Berikanlah ketabahan baginya dan jadikanlah peristiwa ini sebagai hikmah bagi kami semua. Amiin…

* Penulis adalah pengasuh dan pengelola SMP Putri Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Iklan

4 thoughts on “UAN dan Hamil – Masalah Akhlak

  1. […] See the rest here:  UAN dan Hamil – Masalah Akhlak « SMP PUTRI LUQMAN AL HAKIM […]

  2. MNXZone berkata:

    Kasihan tuh cewe..Saya jadi ngenes kalo liat kata perkosaan

    Memang benar2 memprihatinkan. Sayangnya sampai sekarang tdk ada info apakah siswi ybs adalah korban kekerasan seksual ataukah pelaku seks bebas.
    Tapi yg ingin kamu soroti dan selalu kami tanamkan kpd siswi2 SPiLuqkim, apapun alasannya, seks pra nikah tetap akan merugikan pihak perempuan itu sendiri. Karena itu jika bicara soal pemberdayaan perempuan jgn hny soal profesi yg minta disamakan dgn laki2. Akan tetapi membangun kekuatan mental dan dignity untuk mengatakan “TIDAK”!!! Say NO to free sex!!!

  3. arsyak tegal berkata:

    begini yang namanya kenakalan remaja diantaranya ya kekasih yang menghamili pacarnya, dampaknya ya ada 6 yang melakukan zinah, 3 kena musibah di dunia dan 3 akherat, tetapi kebijakan kita ya bertobat dan meninggalkan perzinahan itu. prihatin atas kejadian itu, so musibah-musibah itu akan selalu berlanjut sampai kiamat

    Wahai saudaraku, yg peduli dgn masa depan bangsa… Marilah kita bersinergi utk membangun generasi penerus yg lebih baik.

  4. Joe Nisura Sebayang berkata:

    kenapa orang indonesia tidak bisa menahan nafsu nya sedikit aja

    klo dah kayak gini
    maw pha lg yang klen lakukan

    Hancur dah semua nya masa depan klen……

    Emang maw klen kasih makan pha anak klen nanti

    pake Otak lah…….

    Emang maw klen kasih makan rumput
    enggak khan?…….

    Ingat masa depan klen mase panjang

    qu jga klaz 3SMA skrg

    Tp qu taw masa depan qu mase panjang
    dan cerah suatu saat….

    penyesalan datang Terlambat teman…..

    by :
    Joe….
    Harapn Mandiri Medan…..
    XII IPS 2…………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s