Hari Pendidikan Nasional dalam Persepsi Masyarakat


Oleh: Alifia Faradiba*

Surabaya – Saat saya menuju ke SMP Putri Luqman Al Hakim, saya bertemu Balqis, rekan saya di kelas VII/C. “Menurut Balqis, bagaimana perjuangan Ki Hajar Dewantara?”, tanya saya. “Beliau sangat baik, karena mendidik para muridnyanya dengan sabar. Beliau juga dermawan selalu bekerja keras agar muridnya dapat meneruskan pendidikan yang lebih tinggi.” jawab Balqis.

Lalu saya pun menuju ruang kelas. Saya bertemu seorang ustadzah (guru wanita) dengan pakaian coklat dan berkaca mata. Guru ini bernama ibu Nia atau akran disapa muridnya Ustd. Nia. Saya pun tidak segan untuk bertanya, “Apa tujuan Ki Hajar Dewantara membangun Taman Siswa?”

“Supaya orang Indonesia pintar. Karena penjajahan itu didasari dengan kebodohan. Jadi untuk mengalahkan kebodohan harus mempunyai ilmu.” jawab Ustd. Nia dengan lemah lembut.

Di antara sekumpulan keramaian siswi saat istirahat, saya bertemu dengan seorang siswi yang mengenakan kawat gigi, namanya Nanda. Saya pun bertanya, “Menurut Nanda, sosok Ki Hajar Dewantara seperti apa?”

“Menurutku, beliau sosok yang tegas, rendah hati, serta benar-benar bertanggung jawab atas perkataannya.” tegas Nanda.

Sepulang sekolah, saya sempatkan bertanya kepada ibu saya yang saat itu sedang bersama adik sepupunya di teras rumah kami di kawasan Keputih Tegal Timur, “Bagaimana pendapat Ibu tentang Ki Hajar Dewantara?”

“Beliau setahu Ibu terkenal sebagai Bapak Pendidikan dan beliau yang pertama kali mendirikan sekolah Taman Siswa.” jawab Ibu.

* Penulis adalah siswi kelas VII/C angkatan 2008 SMP Putri Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya dan anggota Writing Club SPiLuqkim.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s