Inside the Class: Carbondioxyde and Hydrogen Synthesis


VII/C Chemistry – 30 April 2009

Dalam pelajaran Kimia kali ini dipraktekkan proses sintesis (pembuatan) gas karbondioksida dan hidrogen melalui reaksi kimia sederhana. Tujuannya untuk mengenalkan gas karbondioksida dan hidrogen beserta sifatnya.

Siswi kelas VII/C yang terbagi dalam 4 kelompok mempersiapkan alat dan bahan praktikum. Bahan-bahan yang diperlukan untuk praktek kimia ini dapat diperoleh dengan mudah di rumah. Untuk praktikum mengenal karbondioksida diperlukan: soda kue, cuka makan, air, bola pingpong, balon, lilin, korek api, sendok, dan toples. Larutan soda kue bereaksi dengan asam cuka akan menghasilkan gas karbondioksida. Sedangkan untuk praktikum mengenal gas hidrogen yang dibutuhkan adalah: aluminium foil (diserpih kecil-kecil), soda api, air, balon, botol, dan kantong plastik. Reaksi larutan soda api (NaOH) dengan aluminium menghasilkan gas hidrogen.

Mari kita lihat!

  1. Memproduksi gas karbondioksida: Isi botol/toples dengan air dan asam cuka. Masukkan serbuk soda kue, lalu aduk/guncangkan. Gas ini bisa diamati berupa gelembung –gelembung yang menempel pada dinding bola pingpong/balon yang dimasukkan ke dalam toples. Gas ini dapat ditampung dengan memasang balon karet di mulut botol saat reaksi berlangsung. Balon karet akan mengembang yang menandakan telah terisi karbodioksida. Bagaimana sifat gas ini? Untuk mengenalinya digunakan lilin menyala. Saat gas ini dialirkan pada lilin menyala maka apinya padam. Mengapa? Pembakaran membutuhkan oksigen bukan karbondioksida, sehingga apabila lingkungan sekitar api lilin lebih banyak karbondioksida maka reaksi pembakaran berhenti, sebab kekurangan oksigen. Karbondioksida dapat dipakai untuk memadamkan api.
  2. Memproduksi gas hidrogen: Isi botol dengan air (100 mL) lalu larutkan sekitar 1 sendok soda api/NaOH (biasanya dipakai untuk memperlancar pipa yang tersumbat, bisa dibeli di toko kimia rumah tangga). Botol akan sedikit terasa hangat. Masukkan 1 sendok makan aluminium foil yang sudah diserpih kecil ukuran persegi (sisi 3-5mm) ke dalam balon karet. Pasang balon di mulut botol dan masukkan aluminium foil ke dalam botol. Guncangkan botol. Hati-hati pada saat reaksi akan timbul panas! Balon akan mengembang karena terisi gas hidrogen sebagai hasil reaksi. Di botol juga terbentuk endapan hitam.

Kali ini Ust. Andri juga mendemonstrasikan sifat gas hidrogen (karena siswi rupanya agak takut kalau meledak!). Dari balon gas hidrogen dipindahkan ke kantong plastik lalu di dekatkan ke api lilin. Apa yang terjadi? Wow, letupan keras yang mengejutkan. Hidrogen memang gas yang mudah terbakar/meledak. Hati-hati!

Di akhir sesi, siswi mengerjakan laporan kelompok dan mengambil kesimpulan dari reaksi produksi gas-gas tersebut beserta ciri-ciri yang menyertainya yaitu: perubahan suhu, perubahan warna, terbentuk gas, dan terbentuk endapan. (artikel: and/foto: diba7C)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s