Publikasi SPiLuqkim: Dari Kuli Tinta ke Dunia Blogger


Oleh: Blog Admin*

Sebagai sebuah unit pelayanan publik di bidang pendidikan, SMP Putri Luqman Al Hakim (SPiLuqkim) juga dituntut untuk membuat publikasi sebagai media informasi kepada customer (siswi dan orang tua/walinya), sebagai sarana edukasi kepada masyarakat luas, dan corporate image development. Publikasi ini juga sangat penting sebagai alat kompetisi mengingat semakin menjamurnya sekolah-sekolah swasta Islam yang bersaing merekrut murid setiap tahunnya. Tentu tidak lupa pula misi dakwah yang diemban SPiLuqkim sebagai bagian dari Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya khususnya dan gerakan perjuangan Islam umumnya.

Dalam rangka renungan setahun hadirnya blog https://smpputri.wordpress.com, admin mengajak pembaca melakukan kilas balik hadirnya blog ini. Admin juga mengharapkan kesediaan pembaca untuk memberikan kritik dan saran sebanyak-banyaknya agar dapat menjadi bekal perbaikan ke depan. Oh ya, tidak perlu sungkan atau ragu menyampaikan pendapat tentang perlu atau tidaknya blog ini untuk terus hadir. Karena jika memang tidak ada gunanya, buat apa diteruskan. Lebih baik sumber daya yang ada dialihkan ke fungsi dan peran lain yang lebih berdayaguna sebagaimana yang terpapar dalam paragraf awal artikel ini. Nah,

Begadang dan Belepotan Tinta Suntik

Sejak awal kelahirannya, sekolah putri yang diawaki oleh tiga diva: Ustd. Rita, Ustd. Ulfa, dan Ustd. Mila dengan segala keterbatasannya, SPiLuqkim telah berupaya keras membuat publikasi sebagai sarana penyebaran informasi ke dunia luar.

Dengan piranti pendukung apa adanya, kebanyakan milik pribadi, serta pengelola SPiLuqkim yang masih fresh graduate dan minim pengalaman, ketiga diva bergerak tanpa kelamaan menunggu petunjuk dari atasan. Terbitlah newsletter dalam format dua bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Meski sederhana, newsletter ini cukup ceria karena dicetak full color. Dan lagi, jarang-jarang kan ada sekolah yang menerbitkan newsletter. Lumayan lah…

Bergabungnya empat guru ke SPiLuqkim (Ustd. Feni, Ustd. April, Ust. Andri, dan Ust. Novrian) di tahun 2006 menambah kekuatan SPiLuqkim. Dengan hadirnya dua ‘jejaka’ di pasukan SPiLuqkim, tugas-tugas berat membuat newsletter dialihkan kepada keduanya. Pelaksanaan penerbitan menjadi tanggung jawab Ust. Novrian sedangkan guru-guru lain berperan sebagai kontributor artikel.

Dengan bergantinya formasi pengelola, newsletter SPiLuqkim banyak mengalami perbaikan pula. Mulanya tiap artikel ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pada terbitan berikutnya setiap artikel ditulis hanya dalam satu bahasa. Berita liputan dan artikel feature ditulis dalam bahasa Indonesia. Bahasa Inggris digunakan untuk cerita inspiratif (Inspiring Story), ayat bulan ini (Verse of the Month), dan anekdot (Just for Smile). Sedangkan bahasa Jawa digunakan untuk artikel hadits shahih. Tentu saja tampilan wajah juga berubah, ada pembaca yang komentar “Benar-benar mirip newsletter sungguhan.”, alhamdulillah

Meski bondho nekad, publikasi newsletter SPiLuqkim kala itu dapat bersanding dengan bangga bersama publikasi-publikasi lain di Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, sebut saja: Buletin Integral (SD), Buletin Az Zahra, dan Newsletter SMP-SMA Putra.

Ust. Novrian menuturkan, saat itu redaksi newsletter dihadapkan kepada dua pilihan sulit mengenai pencetakan. Jika meng-order pencetakan ke percetakan, butuh dana besar karena harus mencetak dengan kuantitas besar minimal seribu eksemplar. Meski sesungguhnya jika dihitung per eksemplar biaya cetaknya jauh lebih murah, namun karena kuantitasnya harus banyak jadinya tetap saja membuat ongkos total jadi mahal. Sedangkan jika mencetak sendiri, terkendala kehandalan printer maupun waktu dan tenaga untuk mencetak namun kuantitasnya tidak bisa banyak.

Meski sulit, akhirnya pilihan kedualah yang diambil. Biaya pencetakan menghabiskan sekitar 150 ribu rupiah per bulan untuk membeli satu rim kertas HVS F4 80 GSM dan empat paket tinta suntik DataPrint (dua hitam, dua warna) serta tidak termasuk ongkos kerja pencetakan. Tiap Kamis minggu terakhir seluruh konten artikel harus sudah siap dan file master (yang dibuat dengan Microsoft Publisher 2003) newsletter harus sudah fix. Sepulang sekolah hari Kamis itu, biasanya Ust. Novrian boyongan printer sekolah ke kos-kosannya untuk lemburan mencetak newsletter. Butuh waktu sekitar empat malam (Kamis – Minggu) untuk menghabiskan satu rim kertas dan melipatnya menjadi newsletter (per eksemplar terdiri dari delapan halaman, dua lembar F4, dicetak double-side). Aktifitas produksi penerbitan pers ala kamar kos ini bisa menghasilkan rata-rata dua ratus eksemplar.

Distribusi newsletter biasanya dilakukan di hari Senin berikutnya melalui wali kelas diberikan kepada setiap siswi untuk disampaikan ke orang tua/walinya. Sisanya digunakan sebagai salah satu alat promosi dalam kegiatan PSB (Penerimaan Siswa Baru). Kadang (jika sisa) dibagi-bagikan saat pameran pendidikan atau di-drop di SD rekanan, Perpustakaan Daerah, dan Toko Buku Media Idaman.

Lama kelamaan, pembiayaan newsletter memberatkan anggaran operasional SPiLuqkim. Meski sudah disisipkan di sana-sini, terutama di pos anggaran kegiatan PSB, ternyata masih juga menjadi beban. Belum lagi dua unit printer (satu unit HP Deskjet 3744 milik Ust. Novrian dan satu unit Canon Pixma IP1880 milik sekolah) jadi korban. Waktu itu pengelola bersikeras menggunakan tinta suntik daripada modifikasi tinta infus. Lagi-lagi karena pertimbangan biaya dan keraguan atas durability sistem tinta infus.

Salah satu cara menyiasati, namun sangat memalukan dan diprotes keras para orang tua/wali, pengelola terpaksa memperbanyak newsletter dengan fotokopi, tidak lagi mencetak berwarna lembar demi lembar.

Sempat terbit dua edisi dengan fotokopian (berkualitas rendah yang memalukan), akhirnya di bulan Maret 2008, volume 16, newsletter SPiLuqkim mengakhiri terbitnya. Meski banyak orang tua/wali yang menyayangkan, namun keputusan ini terpaksa diambil dengan pertimbangan yang sangat sulit. Bagi para pengelola newsletter tidak ada yang patut disesali karena begitu banyak hikmah dan pelajaran telah dipetik dari ‘jungkir balik’ dan ‘berdarah-darahnya’ pengelola dalam menerbitkan newsletter ini.

Newsletter SPiLuqkim Volume 16, edisi Maret 2008, terbitan pamungkas:

newsletter vol 18 page 1

Halaman muka

newsletter vol 18 page 2

Halaman 2 dan 3

newsletter vol 18 page 4

Halaman 4 dan 5

newsletter vol 18 page 6

Halaman 6 dan 7

newsletter vol 18 page 8

Halaman penutup

Akankah newsletter SPiLuqkim terbit kembali? Wallahu’alam… Anything could possibly happen… Only time will tell…

Beralih ke Alam Blog

Blog https://smpputri.wordpress.com adalah wujud reinkarnasi dari newsletter bulanan kami yang telah mati suri (mungkin suatu saat nanti bisa bangkit kembali dari tidur panjangnya, wallahu’alam). Media publikasi bebas di dunia maya ini dibangun dengan hanya berbekal dua modal: semangat jihad fi sabilillah dan idealisme tinggi untuk memperbaiki kualitas generasi muslimah penerus peradaban umat. Kedua modal tersebut sangat koheren dengan misi dan misi SPiLuqkim sebagai sebuah unit pendidikan underbow Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

(Sebelum blog https://smpputri.wordpress.com hadir, pernah muncul http://spiluqkim.wordpress.com yang mungkin hingga sekarang masih bisa diakses. Saat itu, BMH Surabaya masih berkantor di Pondok Pesantren Hidayatullah dan bertetangga ‘mepet dinding’ dengan SPiLuqkim. Mereka memiliki jaringan internet nirkabel atau wifi yang sinyalnya masih bisa tembus ke kampus SPiLuqkim di dekat rak sepatu. Jadi, jika hendak mengelola blog, admin harus otong-otong meja dan laptop untuk mencari sinyal. Dari sinyal ‘curi-curi’ inilah dirintis blog sebagai pengganti newsletter. Tetapi ALLAH berkehendak lain. Password untuk memasuki dasbor admin blog tiba-tiba terhapus dari memori para pengelolanya, alias lupa. Segala cara sudah ditempuh untuk mendapatkan atau mengganti password yang lama ternyata gagal dan akhirnya memaksa lahirnya blog yang baru.)

Memang harus diakui, pilihan ini diambil mengikuti tren di tengah marak di masyarakat pengguna internet yang beramai-ramai membuat blog, bergabung dengan layanan jejaring sosial (friendster, hi5, facebook, muxlim, dsb.), dan menitipkan file di layanan virtual harddrive.

Blog ini dinisiasi secara swadaya oleh Ust. Andri yang sedang gandrung internet. Awalnya hanya bermodalkan sebuah desktop Pentium II (super lawas, yang kini sudah almarhum dan menjelma menjadi alat peraga) dan sebuah ponsel Haier D1200 paket SMART yang kala itu gratis akses internet 1 gigabyte yang dibeli oleh Ust. Andri seharga 388 ribu rupiah. Tepat tanggal 2 Juni 2008 artikel pendek pertama terbit di blog SPiLuqkim.
firstpost

Terdorong untuk membantu, Ust. Novrian segera bergabung dengan berbekal laptop Compaq Evo N610C berkekuatan Pentium IV Mobile (yang sejak awal 2009 ini juga telah syahid setelah mengabdi di berbagai misi di SPiLuqkim) dan ponsel Nokia 6225i yang digerakkan oleh kartu pra bayar StarOne dan Smart.

Tanpa perlu ribet, ribut, dan rebutan job-desc, kedua blog admin nekad ini secara alamiah menempatkan diri dengan peran masing-masing. Ust. Andri banyak berperan dalam penataan visual blog mulai dari pemilihan tema, layout, fitur, tools, widget, pengorganisasian link, tampilan aksesori, dan sejenisnya. Sedangkan Ust. Novrian fokus kepada konten/isi blog berupa liputan kegiatan siswi. Sesekali keduanya juga mencurahkan pemikiran dan perasaannya lewat artikel feature, baik dalam peran mereka selaku koordinator bidang maupun pengasuh dan pengelola SPiLuqkim. Sebagai guru mereka juga melengkapi blog dengan materi pelajaran dan soal-soal latihan. Selain mereka berdua, tercatat pula Ustd. Rita, Ustd. Ulfa, dan Ustd. Feni yang pernah berkontribusi menuliskan artikel maupun menyetor materi/soal untuk di-upload.

Sejak tahun akademik 2008 – 2009 kedua pengelola berhasil memasukkan blog ke dalam program rutin SPiLuqkim dan memperoleh kucuran dana 10 ribu rupiah per bulan dalam APBS SPiLuqkim. Tidak kurang pula Ustd. Ina, waka SPiLuqkim, mempromosikan blog ini di setiap even rapat pimpinan. Sedangkan Ustd. Ulfa, manajer keuangan SPiLuqkim, tak henti-hentinya putar otak mencari-carikan dana untuk membelikan sarana pendukung dari berbagai anggaran yang posnya sangat ketat.

Kini, alhamdulillah, Ust. Andri sudah dipersenjatai unit desktop yang lebih mumpuni (Pentium IV – 2GB, DDR SDRAM 1GB, harddisk 80GB). Bahkan sejak Senin (01/06) lalu, unit yang diawaki Ust. Andri sudah mendapat sambungan jaringan lokal (LAN) internet dari LabKom Hidayatullah yang bermarkas di SDILH (many great thanks to Ust. Abu yang berpeluh-peluh pene’an mengolor kabel di hari Sabtu).

Sedangkan Ust. Novrian masih harus banyak bersabar. Sepeninggal laptopnya (yang sekaligus menjadi istri pertamanya. Lho, kok?!), Ust. Novrian harus mendaur ulang unit desktop yang seharusnya sudah apkir agar organisasi blog tidak berjalan pincang. Memanfaatkan cassing dan harddisk bekas PC yang dulu di-drop yayasan di tahun kedua SPiLuqkim, ditambah mainboard (sejatinya sudah 3 tahun mati suri dan dititipkan di dealer komputer tempat kerja salah satu kerabatnya, subhanallah, tidak lama setelah laptop Compaq wafat, mainboard ini tiba-tiba bisa ON) dan CPU Pentium III – 800 MHz (yang dulu mengantarkan Ust. Novrian meraih gelar sarjana Fisika dari FMIPA ITS), menculik monitor LG Studioworks 15” dari rumah kerabat di Singosari, serta dua keping SDRAM 128 MB yang diburu di High-Tech Mall (THR).

Berbagai pujian dan apresiasi positif kerap disampaikan lewat comment maupun secara lisan oleh para petinggi Hidayatullah, orang tua/wali, maupun peselancar blog yang (kebetulan) mampir di blog ini. Semuanya menjadi suntikan motivasi dan peneguh tekad bagi kedua laskar ini untuk terus menghidupkan blog SPiLuqkim. Mungkin, pujian dan apresiasi positif tersebut hanya bisa dinikmati sesaat dan sama sekali tidak dapat dikonversi menjadi rupiah maupun dolar. Namun itu sudah cukup bagi mereka berdua, selebihnya biar ALLAH saja yang membalasnya (lewat tangan-tangan suci hamba-Nya yang terpilih).

Sampai kapan blog ini akan hidup? Akankah survive di tahun-tahun berikutnya mengandalkan kemandirian pengelolanya. Hanya ALLAH jua yang tahu. Biar ALLAH sajalah yang menentukan.

Persembahan (kecil dan tak seberapa berarti) dari ‘wong-wong cilik lan nekad’ kepada ALLAH Swt. dan dunia Islam…

ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR… ALLAHU AKBAR…

* Blog Admin

  1. Ust. Rahmi Andri Wijonarko, S.T.
  2. Ust. Novrian Eka Sandhi, S.Si.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s