Tips Menghadapi MOS


Oleh: Novrian Eka Sandhi*

Tahun ajaran baru telah dimulai, terutama bagi sekolah-sekolah negeri baik SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA (kalo SPiLuqkim sih masuknya baru tanggal 21 Juli). Beberapa alumni SPiLuqkim melayangkan curhat lewat pesan singkat. Umumnya mereka ‘takut’ menghadapi MOS di sekolahnya yang baru. Apalagi setelah menghadiri pra-MOS kemarin (Minggu, 12/07) mereka semakin ‘ngeri’ karena umumnya mendapatkan penugasan yang aneh-aneh. So, disini kami mau berbagi sedikit tips agar kamu bisa menghadapi MOS dengan gagah berani tanpa ada perasaan terintimidasi.

INGAT: MASA-MASA PERPLONCOAN SUDAH LEWAT!!!
Sebelumnya, kita inventarisir dulu segala macam tindakan yang disebut perploncoan (bullying):

  1. kata-kata yang bersifat mengancam dari senior kepada junior, biasanya terjadi saat junior menolak melakukan sesuatu yang diinginkan senior atau salah melakukan tugas, termasuk pula kata-kata makian (misuh)
  2. panggilan atau sebutan yang tidak pantas dari senior untuk juniornya, misalnya kamu dipanggil ‘BEBEK’ (padahal kamu kan manusia, bukan bebek) atau namamu ‘TIA’ diplesetkan dengan menukar posisi huruf ‘A’ dengan ‘I’, dan sebagainya
  3. hukuman fisik dalam bentuk apapun misalnya: lari, push-up, dijemur di tengah lapangan siang-siang bolong (ikan asin, kaleee…), dan sebagainya
  4. kekerasan fisik dalam bentuk apapun misalnya pukulan, tamparan, tendangan, bahkan hanya sekedar menarik kerah baju pun sudah bisa dibilang kekerasan fisik
  5. senior menyuruh (atau menghukum) junior melakukan hal-hal yang di luar konteks pendidikan misalnya menyuruh junior merayu senior ‘A’ (biasanya senior yang paling cantik atau yang paling ganteng), menyuruh junior bernyanyi sambil goyang ngebor (plis deh?! Yang begini kan termasuk pelanggaran syariat), atau bahkan melakukan pelecehan seksual baik antara laki-laki dan perempuan, kepada sesama laki-laki, maupun kepada sesama perempuan
  6. berbagai macam penugasan yang di luar konteks pendidikan, misalnya kamu disuruh membawa tempe yang separuhnya digoreng dan separuh sisanya direbus, atau bikin telur mata sapi yang matanya melirik ke kanan (mungkin kalo kamu siswa SMK jurusan Kuliner atau Tata Boga tugas itu masih make sense, tapi kalo kamu siswa SMK jurusan TI, Mesin, atau Kesekretariatan??? Seniormu pasti gak waras, tuh!), atau kamu disuruh mengepang rambut tujuh ikat dengan warna pita yang berbeda (apa kamu siswa jurusan Tata Rias???) biasanya tugas-tugas itu bukan hanya sulit tapi juga sangat mendadak dan hanya punya sedikit waktu untuk dikerjakan

dan sebetulnya masih banyak lagi. Contoh-contoh yang kami ambil ini hanya beberapa modus operandi yang paling sering muncul. Tindakan-tindakan seperti di atas dulu marak terjadi di berbagai kampus.

Jadi, jika OSIS di sekolahmu yang sekarang masih melakukan hal-hal seperti itu, maka sudah pasti sekolahmu termasuk sekolah zaman purba dan sebaiknya kamu berpikir ulang untuk tetap sekolah disitu. Logikanya sederhana saja. Jika para seniornya, yang notabene adalah siswa-siswi hasil didikan para guru di sekolah itu, masih melakukan hal-hal primitif maka jangan harap nantinya kamu akan dididik oleh guru-guru yang moderen karena mereka pasti juga primitif seperti murid-muridnya. Ingat pepatah: GURU KENCING BERDIRI, MURID KENCING BERLARI. Nah, bisa disimpulkan sekolahmu itu gak punya tata krama. Betul, gak?!

Trus, bagaimana menghadapinya???

Eit, tunggu dulu, ada pra syaratnya yang menyangkut diri pribadimu. Tanpa ini semua, ya percuma saja karena kamu akan selalu berada dalam posisi sebagai korban yang tertindas. Untuk menghadapi MOS termasuk resiko perploncoan dengan sukses, kamu harus orang yang:

  1. berkeyakinan dan berpendirian kuat
  2. memiliki mental juang tinggi dan pantang menyerah
  3. berani karena benar dan berani bertindak membela kebenaran
  4. tawadhu alias rendah hati (ini bukan kontradiksi dengan ketiga hal sebelumnya, tapi sikap tawadhu akan menghindarkan kamu dari sombong, skeptis, apatis, dan tindakan yang membabi buta karena tidak semua seniormu brengsek loh, hanya oknum-oknum tertentu saja)

Tips ini kami sarikan dari pengalaman kami (para guru) sendiri yang sudah kenyang mengalami berbagai jenis orientasi entah itu MOS atau OSPEK atau apalah namanya. Apalagi kami dulu sempat mengalami segala perploncoan yang menjurus kepada pelecehan dan pelanggaran HAM. Semoga bermanfaat…

PERSIAPAN

  1. Kamu dan ortumu seharusnya sejak kemarin-kemarin sudah menemui kepala sekolah dan wakasek bidang kesiswaan selaku pembina OSIS dan penanggung jawab kegiatan, PAKSA mereka berkomitmen bahwa dalam kegiatan MOS tidak akan mengandung unsur perploncoan dan siap mengambil tindakan tegas jika ada senior yang melanggar komitmen ini.
  2. Kamu dan ortumu harus punya contact person para pejabat Dinas Pendidikan baik tingkat provinsi maupun kota, karena jika ternyata terjadi perploncoan dan kepala sekolah atau wakasekmu tidak bisa diandalkan (membiarkan), kamu bisa segera adukan kepada pemerintah.
  3. Catat nomor telepon ini: 031 560 0000, ini adalah nomor telepon gate keeper Radio Suara Surabaya (SS) 100 FM, jika kamu mengalami tindakan tidak menyenangkan selama MOS, kamu bisa mengudara di SS sehingga keluhanmu didengar paling tidak oleh dua juta pendengar setia SS di Jawa Timur bahkan di seluruh dunia karena mereka punya fasilitas radio satelit dan radio online via internet, dan sudah pasti para kru SS akan membantu dengan mengklarifikasi pihak-pihak terkait agar masalahmu terselesaikan dan tindakan perploncoan bisa dihentikan.

SAAT MOS

  1. Positive thinking, ingatlah bahwa pada prinsipnya kegiatan MOS dirancang agar para siswa baru bisa lebih cepat mengenal lingkungan sekolahnya (guru, karyawan, siswa senior) dan segera berbaur dengan teman-teman seangkatannya yang latar belakangnya beraneka ragam.
  2. Laksanakan segala penugasan atau instruksi sesuai dengan yang ditentukan, jangan lebih dan jangan kurang, seaneh apapun tugas itu kerjakan saja, paling tidak kamu bisa belajar bagaimana nanti saat kamu kuliah atau terjun ke dunia kerja yang sesungguhnya dan mengurangi resiko kamu mendapat hukuman.
  3. Datanglah tepat waktu bahkan lebih awal, ini juga bisa mengurangi resiko kamu dihukum senior dengan alasan telat.
  4. Bertemanlah dengan sesama siswa baru sebanyak-banyaknya serta segera bangun rasa kepercayaan, kekompakan, dan solidaritas (jangan menjadi manusia solitaire, penyendiri), karena jika nanti kamu terpaksa harus ‘bertindak’ saat ada senior yang keterlaluan, kamu tidak akan sendirian dan ada rekan-rekan senasib dan sependeritaan yang mendukungmu.
  5. Be casual and low profile alias jangan lebay (kayak De Rahma) atau menjengkelkan (kayak Jeng Kelin), biasa-biasa aja, jangan menarik atau mencari-cari perhatian, karena siswa baru yang ‘bertingkah’ akan menjadi sasaran empuk para senior jahil.

SAAT TERJADI PERPLONCOAN

  1. Ingat-ingat wajah dan nama para senior yang mengerjai dirimu, ini penting saat kamu harus mengadu ke pihak-pihak berwenang dan menunjuk sang tersangka maka kamu akan bisa menunjuknya dengan akurat, bukan asal tunduh atau gebyah uyah alias menyalahkan semua seniormu yang belum tentu terlibat.
  2. Tolak segala tindakan-tindakan yang mengarah kepada perploncoan dengan sekuat tenaga, secara persuasif dan diplomatis. Gunakan komunikasi yang efektif. Pandanglah mereka sebagai manusia berpendidikan yang semestinya mengedepankan intelektualitas, bukan keganasan dan kebrutalan.
  3. Jangan takut mengalami kekerasan fisik (dipukul atau ditendang) karena itu (meski sakit) justru akan menjadi bukti bahwa telah terjadi perploncoan. Serta jangan memulai tindakan kekerasan kepada seniormu karena bisa melemahkanmu secara hukum, bersikaplah defensif alias membela diri.
  4. Jika kamu mengalami kekerasan fisik, segera ke RSUD Dr. Soetomo untuk meminta visum, lalu segera ke markas Polsek yang terdekat untuk mengadukan terjadinya tindakan kriminal.
  5. Segera adukan ke pihak-pihak yang disebut di atas (kepala sekolah, wakasek kesiswaan, kepala dinas pendidikan, dan radio SS), jangan menunda-nunda karena detil kronologi peristiwa perploncoan bisa terlewatkan.
  6. Galang dukungan sebanyak-banyak dari sesama siswa baru dan ortu siswa baru, kalau perlu lakukan boikot dan demonstrasi hingga senior pelaku perploncoan mempertanggungjawabkan perbuatannya dan pihak pengelola sekolah meminta maaf serta menjamin tidak akan ada lagi perploncoan.

Wallahu’alam

* Penulis adalah pengasuh dan pengelola SMP Putri Luqman Al Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Iklan

4 thoughts on “Tips Menghadapi MOS

  1. hera berkata:

    artikel ni sangat bermanfaat wat sy yg mw lanjutin scul ke SMA. Coz aq agak, tkut ikut MOS smenjak bnxk brita ke2rasan saat MOS, Tp stlh aq bc artikel nie aq dah lebih tenang.

  2. Kevin berkata:

    yg Saya Takutin Tuh , tidak Lulus . Saya SMP Dan Buku MOS Saya Dipinjam . Saya Takut Kalau Org Tersebut Tdk Kembalikan. Paling tidak tips nya sangat membantu

  3. runD berkata:

    Hahaha, teman saya 6 tahun lalu pernah ikut MOS, trus salah satu temannya entah kenapa dibentak-bentak senior tanpa alasan yg jelas. Teman-teman anak itu kesal & langsung nyamperin si senior itu, kyknya mau ngegebukin, malah ada yg udah lepas ikat pinggang buat jadi senjata. Eh ternyata itu becanda doang krn si anak itu ultah. Langsung suasana jadi ceria. Wkkkkk!!!!!

  4. ady berkata:

    assalaamu’alaikum wr.wb

    duh bagusnya artikel ini, sangat bermanfaat bagi penguatan hati.
    siswa baru. trims. wass

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s