Syiar Ramadhan: Siswi dan Guru Masuk Penjara


Ramadhan 1430H telah datang. Apa aktivitas yang dilakukan menjelang Ramadhan di SMP Putri? Setelah tahun lalu gerakan berdakwak aktif melalui syiar Ramadhan secara simpatik di Jalan Jarak (kompleks lokalisasi Dolly), kali ini SMP Putri melakukan syiar di rumah tahanan atau LAPAS wanita di komplek RUTAN Kelas I Medaeng dua hari menjelang bulan puasa. (Baca juga liputan SS)

Share: Teringat anak cucu yang seusia smp....

Share: Jadi teringat anak cucu yang seusia smp....dia pintar mengaji

Penjara. Yang tergambar di benak kita adalah tempat berkumpulnya orang-orang jahat (penjahat), orang yang bersalah di muka hukum, orang yang telah berbuat dzalim dan tentu orang yang berbuat dosa. Kini mereka berada di sana untuk menjalani hukuman atas sebagian  perbuatannya yang melanggar norma hukum. Benarkah demikian?
Sebenarnya ada banyak sekali alasan orang bisa berada di balik terali besi. Namun, keberadaan mereka di sana tak selalu dilihat sisi negatifnya, malah sebenarnya kita bisa mengambil hikmah bahwa keberadaan mereka di situ adalah sedang memperbaiki diri. Diri mereka ditahan dari kebebasan bermasyarakat secara luas.Hak mereka dikurangi.Tetapi sejatinya mereka yang paham justru itulah saat-saat mereka merenung dan mendekat kepada Allah SWT.
Pukul 12.30 siang, sesuai jadwal, seusai sholat Dhuhur dan makan siang di sebuah masjid di samping Rutan, rombongan kami pun sudah siap di depan pint masuk rutan. Setelah mendapat izin masuk, maka sekitar 16 siswi dan 6 guru pendamping melangkahkan kaki ke dalam rutan. Pada hari menjelang ramadhan ini terlihat para sanak keluarga tahanan juga ramai berdatangan. Dari pintu masuk kami berbelok ke kiri menuju ruang tahanan wanita. Penjagaan cukup ketat terdiri dari beberapa sipir wanita dan pria. Salah satu pintu penjara di buka dan kami dipersilakan masuk. Ada 7 ruang penjara ukuran kamar kos 3x 5 yang masing masing di huni sekitar 13 orang. Sempit sekali. Selain kamar juga ada sel yang fungsinya untuk mengisolir tahanan yang berulah misalnya berkelahi. Ukurannya lebih sempit lagi. Petugas dengan megaphone memerintahkan napi di penjara paling luar untuk keluar dan berkumpul di emperan berukuran sekitar 3m x 6 m. Usia para tahanan ini beragam dari sekitar duapuluhan sampai mungkin limapuluh tahunan. Yah, mereka memang sedang menjalani satu episode ujian. Bisa jadi mereka di situ juga karena musibah yang tidak diinginkan, dan tidak pernah dipikirkan sebelumnya, karena perbuatan yang dianggap sepele tetapi ternyata berakibat fatal. Setelah bersalaman dengan penghuni lapas kami duduk dilantai dan acara pun dimulai.
Sharing pun terjadi antara siswi dengan para penghuni lapas yang terlihat cukup kaget dengan kehadiran kami. Hal yang tidak biasanya memang. Apa yang di share? Tentu berkaitan dengan suasana hati saat berada di rutan, bagaimana mereka menjalani hari-hari di rutan, dan tentunya persiapan atau pengalaman menjalankan puasa di rutan.
Beberapa ibu sempat berbagi cerita ketika mereka belajar puasa, saat seusia para siswi SMP Putri. Tawa karena kelucuan pun sempat meledak di pertemuan itu. Semakin akrab kami berbincang dari hati ke hati semakin muncul kerinduan untuk membenahi diri. Banyak para tahanan yang mulai memerah wajahnya dan tak mampu menahan cucuran air mata. Begitu pula kami, benar-benar terharu, saat suasana menjadi begitu syahdu penuh pengakuan akan kelemahan diri.  Terbukti, bahwa mengikuti godaan syetan memang menghasilkan derita.
Acara ditutup dengan doa oleh ustazah Laila yang tak lagi mampu menahan tangisnya. Semoga Allah memberikan hidayah bagi hamba-Nya yang bertaubat. Puasa adalah menahan diri dari hawa nafsu.Penjara adalah tahanan diri secara fisik yang tidak bermakna jika tidak disertai penahanan diri (nafsu) yang sesungguhnya. Tak lupa bingkisan makanan dan majalah Hidayatullah yang dibawa dari SMP Putri di bagikan ke seluruh tahanan.(And)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s