Belajar Bahasa Untuk Abad 21


Seorang akademisi dari  Amerika mengemukakan : siswa harus diajarkan bahwa tidak ada perbedaan antara lemon dan sebuah floppy disk, maksudnya setidaknya bahwa data biner pada floppy disk ditulis dalam bahasa yang sama dengan kode genetik lemon. Hal ini mungkin terdengar gila, tapi pengetahuan ini membuat perbedaan antara perekonomian yang sukses dan yang hancur/lemah. Menurut direktur dari Harvard Business School Life Science Project, Dr Juan Enriquez:

“bahasa internasional baru abad ini adalah bahasa  komputer  dan genetika dan bukan bahasa Inggris lagi..”

Transfer pengetahuan

Ia percaya teknologi dan kemampuan untuk menggunakan dan mengirimkan data adalah  peradaban baru yang disebut drive civilization.

“Masyarakat harus melek sains dan  komputer. Orang-orang berdagang pengetahuan bukan lagi gandum”.

“Dan bahasa komputer adalah tentang cara kita mengkomunikasikan pengetahuan ini”.

“Bisnis ini dibangun atas pengetahuan dan  pemerintah berdagang dengannya”.

“Sembilan puluh satu persen informasi sekarang adalah kode digital. Pemerintah yang mengabaikan ini di negara Anda bisa bahaya”

Keaksaraan dalam bahasa baru ini harus dimulai di sekolah. Siswa harus menjadi fasih dalam bahasa kode biner dan sains sepaham  bahasa Inggris dan sejarah. Caranya tidak hanya perlu ada perubahan kurikulum, tetapi anak perempuan juga perlu didorong ke dalam pembelajaran komputer dan sains sebagai langkah pertama. Konon, saat ini  ada ketidakseimbangan jender yang signifikan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan matematika di sekolah menengah.

Menurut Profesor Alison Wolf dari Universitas London’s Institute of Education di Inggris yang terjadi adalah: “ketidakseimbangan gender dimulai pada usia 16 tahun, ketika anak perempuan  mengkhususkan dan membuat pilihan terlalu cepat untuk belajar/kursus pada umumnya dalam mata pelajaran kesenian”.

“Anak-anak perempuan umumnya   memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih baik dalam bahasa asing dan bahasa Inggris daripada anak laki-laki di sekolah”

“Di sekolah-sekolah khusus perempuan, ada juga budaya mendorong siswinya ke pembelajaran  seni/ketrampilan di atas ilmu pengetahuan.”

Di sekolah-sekolah yang dicampur kebanyakan guru matematika dan sains adalah laki-laki yang terdidik dalam bidang ini sampai ke level materi yang lebih tinggi daripada perempuan. Di sekolah-sekolah khusus perempuan denganpengajar sains dan matematika yang juga perempuan dengan level pendalaman bidang tersebut yang tidak begitu mendalam menyebabkan lulusannya pun tidak begitu tinggi dalam bidang sains dan matematika.

Setidaknya para siswi perlu dimotivasi agar mau belajar matematika dan sains sampai level yang tinggi, misalnya dengan adanya pendapatan yang lebih baik kelak  jika mereka ahli di bidang sains dan matematika. Hal itu dapat  di sampaikan saat berbicara tentang pilihan ke masa depan.

Tetapi, melek sains dan bahasa komputer itu baru langkah pertama, langkah selanjutnya adalah dukungan pemerintah kepada para saintis itu sendiri dengan membiayai penelitian sehingga knowledge itu menjadi bernilai secara ekonomi. Penelitian genetik dan komputer terbukti telah mendongkrak sektor perekonomian negara maju seperti AS secara signifikan.

(Sumber: BBC)

Bagaimana menurut Anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s