Muhammad Nabiku


Oleh Rahmi Andri W*

Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Muhammad hamba-Nya dan Rasul-Nya, keluarga, sahabat, pengikut beliau dan semoga keselamatan tercurah kepada kita semua. Di 1 Syawal 1431 H ini kami mengucapkan Selamat Idul Fitri. Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang kembali ke fitrah dan mendapat keberuntungan dan kemenangan. Syahadat kita disaksikan Allah, sholat, puasa, zakat kita diterima oleh Allah dan menjadikan kita orang-orang beriman, insya Allah.

(Sayup-sayup terdengar lantunan syair lagu Hadad Alwi ft Vita berjudul Muhammad Nabiku…Ah, suara anak kecil itu lucu sekali dan menginspirasi kami untuk menulis ini )

Salah satu pengalaman lebaran kali ini adalah banyak silaturahim (dengan sanak keluarga yang dikenal) atau bertemu berbagai orang diperjalanan yang tidak kita kenal. Sebagai muslim(ah) mungkin dalam perbincangan dengan orang lain (non muslim) kita tiba-tiba mendapat pertanyaan sederhana tentang Islam dan Rasulullah Muhammad SAW. Apalagi sekarang jejaring sosial banyak bertebaran sehingga peluang dan frekuensi kita menjumpai forum atau terjadi komunikasi antar keyakinan yang berbeda semakin besar. Kami yakin antum/antunna pasti berusaha menjawab dengan seluruh pengetahuan yang diperoleh dari guru atau buku teks atau sumber utama yang terpercaya tentunya Al Quran dan sunnah. Namun kadang yang diinginkan si penanya itu sebenarnya memang ingin mengetahui karena belum tahu dan bisa jadi ingin mendapatkan pemahaman kita tentang Islam atau diri Rasulullah.

Mungkin pula ada diantara kita yang kemudian karena ragu-ragu atau merasa ilmunya kurang segera mengalihkan topik pembicaraan. Lebih baik menghindar daripada malu. Kurang pede? Masak sih? Yah, rasa itu tentu ada.Apalagi yang merasa masih muda. Wow, kalau saya pikir sebenarnya sayang sekali . Di masa kita sekarang memberikan informasi dan kebenaran Islam yang dibawa Rasulullah adalah hal yang urgen.Mengapa? Karena banyak orang yang walaupun tinggal di Negara dengan mayoritas penduduknya muslim, mereka tidak mendapat informasi yang benar tentang islam dan Rasulullah. Buktinya sampai ada banyak kasus seperti kartun nabi dan rencana pembakaran Al Quran. Itu terjadi karena informasi yang diterima kurang benar, akurat dan sepotong-sepotong dari media yang memang banyak menyudutkan islam. So, kita mestinya jangan sampai membiarkan atau melupakan tugas dakwah, meneruskan misi Rasulullah di bumi ini. Kita perlu sampaikan pada mereka sebisa mungkin dengan bahasa yang baik tentunya.

Beberapa poin sederhana berikut insya Allah dapat menjadi pijakan atau jawaban yang singkat dan jelas. Penulis hanya mengharap ridha Allah, semoga di bulan Syawal ini kita semakin baik dalam berislam untuk seterusnya sampai khusnul khatimah. Amin

Siapa Muhammad itu? Dapatkah Anda kenalkan?

Katakan dalam satu kalimat, Muhammad tiada lain adalah seorang utusan (Rosul) Allah, nabi terakhir (penutup), untuk mengajarkan tauhid (mengEsakan Allah),dan dia berakhlaq mulia.

Siapakah yang terbaik ? Musa, Isa atau Muhammad?

(Kalau Yahudi tentu akan menjawab Musa, Nasrani akan menjawab Isa -bahkan sebagai Tuhannya. Apakah Anda akan menjawab Muhammad?)

Ingat sabda Rasulullah:”Jangan kalian banding-bandingkan para nabi Allah” (hadits Mutafaq ‘alaih), maka sampaikanlah bahwa Nabi kita memerintahkan agar tidak membeda-bedakan para nabi Allah.Dan seluruh nabi-nabi itu bersaudara.Muslim juga beriman kepada para Rasul termasuk Isa (tapi bukan sebagai Tuhan) dan Ibunya (Maryam). Rasulullah membela Musa dan Isa, mengajarkan hal yang sama yaitu ketauhidan, dan mencontohkan akhlak yang terpuji.

Pertanyaan tentang asal sumber Al Quran sering dituduhkan bahwa : Benarkah Muhammad SAW mengambil berita dari Buhaira (pendeta Nasrani Arab) waktu kecil ikut berdagang?

Ingat QS An Nisa 82. “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat/menemukan pertentangan yang banyak di dalamnya”. QS Al Ankabut 48. “Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; Andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari(mu)”. Nabi seorang ummi dan mendapat wahyu sejak usia 40 tahun, secara berangsur-angsur selama 23 tahun. Kitab itu tidak ada keraguaan di dalamnya, tidak dapat disamakan dengan Injil yang telah dirubah, telah dihafal sejak 1400 tahun lalu sampai sekarang masih utuh, penuh dengan berita yang terbukti tentang fakta di laut, dalam rahim (embriologi) dan ruang angkasa.Menantang cendekiawan untuk berpikir.

Apakah Islam disebarluaskan Rasulullah dengan pedang?

QS Al Baqarah 256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya Telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Para sahabat Rasulullah banyak yang masuk Islam pada saat kekuatan Islam lemah (hijrah). Di wilayah timur (asia) Islam dikenalkan dari jalur perdagangan dan aturan utama dari Jihad adalah melepaskan/ mencegah orang dari penghalang. Bila di tinjau perang pada masa nabi korbannya yang meninggal tidak sampai ribuan. Hanya dalam kisaran puluhan dan ratusan pada sekali perang (1-2 %) dari seluruh pasukan). Bandingkan dengan perang Dunia I dan II atau di Irak, berapa ribu /juta nyawa tak berdosa (pasti lebih dari 350 % dari jumlah pasukan) yang mati.

Mahatma Gandhi (PM India) berkata, “Saya sangat yakin bahwa bukan pedang yang menjadikan Islam seperti hari ini”

Mengapa Muhammad SAW beristri banyak?

Rasulullah menikah untuk pendidikan (ta’limah), perlindungan, persatuan, sosial (dakwah), politik (siasat dan kekuatan). Istri Rasulullah 12, Khadijah dan Zainab binti Khuzaymah meninggal semasa beliau masih hidup. Saat wafat Rasulullah meninggalkan 10 istri .Kebanyakan istri-istri beliau dinikahi setelah janda. Hanya ‘Aisyah yang dinikah pada usia gadis. Bagi Kaum Qurais hal seperti itu dipandang lazim, ‘Aisyah dibesarkan di lingkungan padang pasir dan setelah baligh bersama Rasul.

Bagaimana kedudukan perempuan 14 abad yang lalu?

Kala itu Bagi Romawi dan Kristen para perempuan tidak dimanusiakan (fe-minus= iman kurang). Bagaiman di Islam? Dalam Al Quran Surat Al Ahzab 35. “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (laki-laki perempuan sama dalam hak kepada Allah). Rasulullah melarang membunuh perempuan ketika perang. Rasulullah melarang durhaka kepada Ibu. Rasulullah memberikan kesenangan dan hiburan kepada istrinya. Rasulullah menghormati teman-teman Khadijah. Bertentangan sekali dengan praktek-praktek penguburan bayi perempuan hidup-hidup saat itu Rasul berkata,”Barang siapa mempunyai 3 anak perempuan atau 3 saudara perempuan atau 2 anak perempuan atau 2 saudara perempuan dan hidup bersama mereka dengan sabar dan baik maka akan masuk surga”(At Tirmidhi). Rasulullah sungguh berbuat baik kepada perempuan, beliau berpesan,”Berlakulah baik kepada para perempuan”. (Bukhari Muslim) dan pesannya kepada para sahabatnya,” sebaik-baik kalian adalah orang yang terbaik kepada istrinya” (Ahmad& Tirmidhi)

Bagaimana dengan perempuan yang wajib berjilbab?

Islam memandang perempuan sebagai manusia bukan daging (jasad) dan dimuliakan dengan jilbab. Lihatlah bagaimana tingginya angka perkosaan dan pelecehan seksual di Negara Barat (non muslim). Memakai jilbab adalah hak pribadi perempuan. (Patut disayangkan,ada kasus seperti Putri Indonesia yang muslimah itu mendapat ujian demikian dari Allah. Naudzubillahi min dzalik)

Bagaimana pendapat para sejarawan?

Jika orang seperti Muhammad mengambil alih kepemimpinan maka dunia modern akan memecahkan masalahnya (George Bernard Shaw)

“Yang menarik perhatian saya selama studi saya untuk periode – periode Abad Pertengahan – adalah tingkat toleransi dinikmati oleh umat Islam, dan khususnya di sini Saladin (Shalahudin al Ayubi), sangat toleran terhadap umat Kristen. Namun Kristen tidak menggunakan sikap yang sama terhadap Islam” (Ulrich Hermann, Orientalis Jerman).

Demikian sedikit poin-poin yang dapat disampaikan di sini untuk menambah atau meluruskan pemahaman orang yang belum tahu Islam dan Rasulullah Muhammad SAW. Kita masih perlu banyak mencari ilmu terutama tentang agama Islam kita ini dan mencontoh teladan kita. Wallahu a’lam.

* Hamba Allah, saat ini berkhidmah di SMP Luqman Al Hakim Pesantren Hidayatullah Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s