Aksi Cinta Muhammad: Ayo Tutup Aurat!


Inilah liputan aksi di kelana kota Suara Surabaya

http://www.suarasurabaya.net/potretkelanakota/index.php?d=1&id=90e8e5fd6c64cb17cc617dcfe76aa3fd19135

Siswa Pesantren Hidayatullah Tolak Rayakan Valentines Day

suarasurabaya.net| Karena dianggap hanya merusak moral, dan tidak bermanfaat bagi generasi muda, ratusan siswa pesantren Hidayatullah Surabaya, Senin (13/2/2012) turun kejalan menggelar aksi didepan Grahadi, menolak perayaan Valentine’s day.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan semacam ini, para siswa dapat memahami sejak dini bahwa perayaan Valentine’s day yang bukan berasal dari budaya dan tradisi negeri kita sendiri, hanya merugikan dan tidak memberikan manfaat sedikitpun bagi mereka,” ujar M. Anwar Jaelani koordinator aksi.

Sekurangnya 300 siswa, dengan mengenakan pakaian seragam sekolah warna putih, berkumpul didepan Grahadi Surabaya, kemudian membentangkan sejumlah spanduk dan poster berisi penolakan terhadap perayaan Valentine’s day yang dinilai hanya merugikan.

Valentine’s day Hari Kasih Sayang, No Way; No Valentine’s day; Rayakan Valentine’s day = Pintu Maksiat; Awas Bahaya Laten Valentine’s day; Valentine’s day Haram, begitu isi poster yang dibawa para siswa.

Selain membentangkan poster dan spanduk, para siswa kemudian menghadirkan teatrikal yang bercerita makin banyaknya anak-anak muda yang jadi korban akibat ulah tak bermoral saat merayakan Valentine’s day.

Sementara itu, kepada pengguna kendaraan, utamanya para pengendara sepeda motor, khususnya perempuan yang tidak mengenakan jilbab atau kerudung, para siswa pesantren Hidayatullah Surabaya, Senin (13/2/2012) membagikan jilbab dengan cuma-cuma.

“Kami juga ingin mengajak para siswi untuk memiliki kepedulian kepada sesamanya dengan mengingatkan mereka untuk menggunakan jilbab. Para siswa pada kesempatan aksi kali ini membagikan jilbab dengan cuma-cuma,” tambah M. Anwar Jaelani saat berbincang dengan suarasurabaya.net, Senin (13/2/2012).(tok)

liputan detiknews:

Banyak Mudharatnya, Ratusan Siswa Tolak Valentine Day

Imam Wahyudiyanta – detikSurabaya


Surabaya – Tidak bermanfaat dan hanya dianggap merusak moral generasi muda, ratusan siswa pesantren Hidayatullah menggelar aksi menolak valentine day. Bagi mereka, hari valentine bukanlah budaya dan tradisi bangsa Indonesia.

“Kami ingin semua bisa memahami dan mengerti sejak dini bahwa valentine bukanlah budaya kita. Tidak ada manfaat merayakan valentine, yang ada hanyalah kerugian,” kata koordinator aksi, Anwar Jaelani, kepada wartawan, Senin (13/2/2012).

Untuk menunjukkan bahaya valentine, sebuah aksi teatrikal digelar yang
menunjukkan makin banyaknya generasi muda yang jadi korban akibat ulah tak bermoral saat merayakan valentine. Selain aksi teatrikal, sekitar 300 siswa tersebut juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk berisi penolakan valentine day.

Isi poster dan spanduk itu antara lain rayakan valentine’s day = pintu maksiat, awas bahaya laten valentine’s day, valentine’s daya haram dan lain sebagainya.

Dalam aksi tersebut, para siswa membagi-bagikan jilbab atau kerudung kepada para pengguna jalan khususnya bagi kaum hawa. “Kami ingin mengajak masyarakat agar menggunakan jilbab untuk memiliki kepedulian kepada sesama,” tandas Anwar.

(iwd/fat)

berita jatim :

http://www.beritajatim.com/fotoberita.php?newsid=4710

Santri Hidayatullah Ajak Cinta Nabi dan Bagi Jilbab Gratis

Selasa, 14 Februari 2012

Hidayatullah.com—Sebuah poster panjang yang dibentangkan 300-an pelajar Sekolah Integral Luqman Al-Hakim hari Senin, (13/02/2012) di tepat di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya.

Setelah berbaris rapi di sepanjang pedestrian taman, sejumlah santri membentangkan aneka poster, menggelar orasi, membaca puisi dan melakukan aksi teatrikal.

Acarapun yang dibuka oleh Pengurus Pesantren Hidayatullah Surabaya ini dimulai pukul 10.00 WIB itu merupakan aksi simpatik gabungan pelajar SMP, SMA, dan STAI Luqman Al-Hakim dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu “alaihi Wassalam.

“Teladan Nabi harus kita contoh. Agar kita bisa menyinari dunia dari kegelapan,” tutur Rosyidan Qurrota A’yun, siswi SMP Luqman al Hakim dalam puisi yang agak panjang berjudul “Nabiku Idola dan Teladanku” yang dibaca bergantian dengan dua temannya, Frida Rahmadhania dan Nur Aidatuzzahra.

Sementara yang lain, santri SMA berorasi menanggapi maraknya fenomena Valentine’s Day.

“Jangan jadi generasi bebek yang cuma ikut-ikutan saja,” ujar M. Rizky Nope Yendi. Lebih jauh, Rizky mengajak kaum muda untuk tak terpedaya oleh budaya yang tak benar.

Aksi para santi ini juga diramaikan ratusan poster bertuliskan pesan, “Valentine’s Day rawan seks bebas. Tolak!”, “Valentine’s Day merusak mental remaja. Jauhi!” “Valentine’s Day mengundang bencana. Boikot!”.

Acara dilanjutkan dengan unjuk teatrikal di mana para santri menggambarkan bahwa kita akan selamat jika ajaran agama kita pegang dengan teguh. Jadilah generasi yang cinta Muhammad Shallahu ‘alaihi Wassalam.

Indahnya menutup aurat

Di saat bersamaan, para santri juga membagi-bagi brosur ajakan untuk setia memegang ajaran agama yang dibagikan secara tertib para pengguna jalan yang sedang melintas.

Pesan yang disampaikan dalam brosur di antarnya berbunyi; “Suka berkasih-sayang itu anugerah Allah. Maka, berkasih-sayanglah dengan sesama sesuai aturan Allah”. “Busana kita, jati diri kita. Maka, tampil elok-lah dengan busana yang sempurna menutup aurat.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagi jilbab pada para pengguna jalan yang sedang lewat. Penutup aurat dibagi secara cuma-cuma kepada masyarakat yang lewat, khususnya yang belum merasakan menggunakan jilbab agar pakaian penutup aurat ini bisa bermanfaat dalam kesehariannya.

Aksi diakhiri dengan pembacaan doa tepat pukul 11.00 WIB. Yang tak kalah menari, acara ini juga diikuti oleh Az-Zahra, sebuah organisasi yang menghimpun ibu-ibu Walimurid Sekolah Luqman Al-Hakim.

Menurut Kepala SMP Luqman Al-Hakim, Ustadz Santoso, kegiatan ini untuk melatih para santri tampil berdakwah dalam segala situasi.

“Intinya melatih santri agar trampil berdakwah di berbagai situasi. Selain itu, kami membiasakan santri peduli kepada semua permasalahan di lingkungan sekitarnya,” ujar Santoso.*/imam nawawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s