PUASA DAN OTAK

Oleh: Rahmi Andri W

Pengajar MIPA

Sesungguhnya kita sebagai muslim menyadari bahwa diwajibkannya puasa adalah agar kita bertaqwa. Kita melakukan perbuatan/amaliah karena dorongan iman atau keyakinan dari hati. Kita berharap perbuatan kita mendapat pahala dan ridha Allah. Bertaqwa juga berarti kita dapat menjaga diri dari murka Allah karena melanggar larangan-Nya, karena tidak melaksanakan perintah-Nya.

Penulis meyakini bahwa apa yang diperintahkan oleh Allah adalah sebuah kebaikan bagi makhluqnya. Oleh karena itu rahasia dibalik puasa adalah milik Allah semata, yang akan diketahui hanya oleh orang-orang yang berpuasa. Kalaupun artikel ini saya tulis dengan beberapa hasil penelitian ilmiah yang dilakukan tentang puasa itu hanyalah sebagai informasi yang menjadi pembanding selain informasi yang disampaikan oleh Allah langsung kepada hamba-hamba-Nya yang berpuasa.

Kita sadar. Hakikatnya, kita  adalah keseluruhan fisik, emosional, intelektual, dan spiritual.  Setiap domain berpengaruh dan tergantung pada  lainnya.  Hal ini sebenarnya tidak mengherankan. Kita  menyadari bahwa program yang efektif yang mengembalikan kesehatan fisik juga akan memiliki efek besar pada diri kita secara emosional, intelektual, dan spiritual.

Otak terdiri dari triliunan sel.  Tiga ribu bahan kimia psikoaktif memungkinkan otak untuk bereaksi terhadap stimulus dari luar.  Lebih dari lima puluh zat psikoaktif mengaktifkan agresi, sedasi dan memori.  Otak dapat melakukan lebih dari 100.000 reaksi kimia per detik.  Seratus milyar bit dapat disimpan dalam memori, sama dengan 500 ratus set ensiklopedi.  Otak memiliki 100 miliar neuron dan 100 triliun konektor untuk memori saja.  Bahkan dengan teknologi tinggi alat diagnostik saat ini, sebagian besar operasi otak tetap menjadi misteri besar.

 Ada banyak yang bisa dikatakan untuk efek puasa pada otak dan indra.

 Berpikir lebih tajam saat lapar.  Sebuah penelitian di AS, ketika mahasiswa Universitas Chicago berpuasa selama tujuh hari, kewaspadaan mental meningkat dan kemajuan mereka dalam sekolah, ternyata  luar biasa.  Kesaksian universal puasawan itu adalah bahwa puasa dirasakan meningkatkan kemampuan berfikir.

 Indra, mental dan fisik berubah, dan sering, bisa timbul perasaan euforia, terutama selama puasa beberapa kali.  Beberapa, untuk pertama kalinya, akan mengalami kestabilan emosi.  Alasan untuk hal ini adalah multifold-penghapusan ketergantungan emosional pada makanan, mengesampingkan makanan merangsang seperti kafein, gula terproses dan trans-asam lemak, yang semuanya dapat memiliki dampak buruk pada emosi halus.

 Dalam otak, sel-sel neuroglial memasok elemen penting untuk neuron.  Jika neuron menjadi sakit, terluka atau mati, itu dikonsumsi oleh sel-sel neuroglialnya.  Fungsi mereka adalah untuk menjaga otak bersih dan sehat.  Ketika Albert Einstein meninggal, ia mendonasikan tubuhnya untuk ilmu pengetahuan.  Para peneliti memeriksa spesimen otaknya dan menemukan bahwa pikiran Einstein memiliki sel lebih 73 % neuroglial   dari rata-rata orang.  Einstein telah sangat “bersih” otaknya.

 Dr Ehret menyatakan suatu fakta yang menakjubkan pada pergantian abad ke-20.  Dia mengatakan agar cepat untuk membangkitkan fungsi pikiran yang lebih tinggi, puasa itu harus lebih dari 21 hari.  Puasa memiliki catatan kebangkitan indra intuitif, kreativitas dan pertanyaan spiritual yang lebih dalam pada mereka dengan tekad yang cukup untuk melewati masa 21-hari.

Puasa telah bermanfaat dalam kasus-kasus kelumpuhan, neuritis, neuralgia, neurosis dan penyakit mental.  Dr EA Moras bercerita tentang seorang wanita yang berpuasa selama tujuh hari dan hanya mengkonsumsi jus jeruk peras.  Dia telah sakit mental selama delapan bulan dan dirawat oleh ahli saraf terkemuka.  Kondisinya membaik ke titik yang disembuhkan dalam minggu kelima setelah puasa.

 Ilmu kedokteran menghadapi keterbatasan yang luar biasa ketika dihadapkan untuk penyembuhan otak.  Kompleksitas organ ini memungkinkan hanya intervensi yang paling dasar.  Resep obat dapat memiliki efek samping yang berbahaya karena mempengaruhi keseimbangan otak.  Puasa mungkin menjadi cara yang paling masuk akal untuk penyembuhan gangguan mental.  Hal ini juga diketahui bahwa otak, jika diberi kesempatan, memiliki kapasitas penyembuhan.  Puasa akan mengintensifkan penyembuhan.  Orang gila dapat menstabilkan mentalnya dalam tiga hari puasa jus.  Sakit kepala parah  bisa  sembuh. Memori/daya ingat  dan konsentrasi dapat ditingkatkan secara permanen.  Puasa juga dapat menyembuhkan depresi. (www.fasting.ws)

Subhanallah.

Iklan

Gelombang Penyembuh dari Suara Al Quran

Oleh Abduldaem Al Kaheel*

Pembaca yang budiman! Saya dapat mengatakan dengan yakin menurut pengalaman saya  suatu perubahan  dalam hidup Anda. Anda bisa mendapatkan hasil yang besar yang tidak terduga dapat mengubah hidup Anda benar-benar seperti yang terjadi pada diri saya sebelumnya. Apa yang harus Anda lakukan adalah  mendengarkan pembacaan Alquran sebanyak yang Anda dapat setiap saat: di pagi hari, sore hari, di malam hari, ketika Anda sedang tidur, ketika Anda bangun dan sebelum tidur. Yang Anda butuhkan untuk mendengarkan Alquran adalah memiliki media seperti Laptop, tape recorder, sebuah iPod atau mp3 dengan headphone, TV, radio atau perangkat lain.

Baca lebih lanjut

Matematika Sedekah Ustadz Yusuf Mansyur

Oleh: Ust. Andri (Mathematics)

SPiLuqkim’s Mathematics & Sciences Development Team

Ustadz Yusuf Mansyur (UYM), namanya cukup populer walaupun usia dai ini masih berkepala tiga. Pendalaman ilmunya tentang berislam, seperti yang tertulis dari buku-bukunya, bukan hanya berasal dari buku tekstual dan guru tetapi lebih banyak lewat hikmah, pengalaman kehidupan yang pernah dilakoninya. Ustadz ini sering tampil di layar TV (minggu siang di sebuah TV swasta atau ba’da subuh) dengan gaya aksen ‘betawian,’ tetapi nyaris selalu mengulang-ulang dan bersyiar satu tema besar yaitu SEDEKAH (shodaqoh). Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, juga bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Kalau acara Aa Gym sering diberi judul yang dimulai “Indahnya….. “ acara Ustadz ini juga ditajuki dengan kata: “Nikmatnya…. Sedekah”. Ya, sedekah adalah nikmat.
UYM begitu getol mensyiarkan sedekah sebagai salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan kehidupan. Selain dengan sederetan kisah hikmah dan pengalaman, bahkan uraiannya pun diperkuat dengan ilustrasi ala matematika yang unik namun cukup mudah diterima. (ingat: sedekah tidak sama dengan matematika lho)
Kata UYM, “Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat”. Baca lebih lanjut

Cahaya di Atas Cahaya

Oleh: Ust. Novrian (Physics)

SPiLuqkim’s Mathematics & Sciences Development Team

an-nuur-35-cut

… Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), ALLAH membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, … (QS. An Nuur: 35)

Siswa-siswi SMP atau SMA (terutama jurusan IPA) jaman sekarang mungkin sudah fasih dengan sifat-sifat gelombang. Paling tidak, di tingkat SMP sudah mendapatkan dasar teori gelombang dan pernah mengutak-atik sinar-sinar istimewa pada cermin dan lensa, yang notabene menganggap cahaya sebagai gelombang yang dapat dipantulkan (reflected) dan dibiaskan (refracted). Sedangkan di tingkat SMA siswa sudah mengenal interferensi, superposisi, dan difraksi sebagai fenomena yang khas gelombang. lebih lanjut

Lagi, Aritmetika dan Quran

SPiLuqkim’s Mathematics & Science Development Team

Mempelajari ilmu hitung (aritmetika) dan Al Quran memang tidak serta merta bisa melihat adanya hubungan. Al Quran adalah The Book of Signs (Ayat) dan bukan The Book of Science (Buku IPA).

Berikut ada sebuah tulisan dari seorang pengarang buku yang dikutip dari forum hidayatullah.com.

“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-NYA yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. 2:185) baca lebih lanjut

Bilangan kromosom manusia dan Al Quran

Oleh: Ust.  Andri (Mathematics)

Spiluqkim’s Mathematics  & Science Development Team

Menjelang shalat ashar sambil melangkah menuju Masjid Aqsho-l- madinah, penulis dipertemukan oleh Allah dengan KH Fahmi Basya,  seorang matematikawan, seniman, akademisi, budayawan dan peneliti yang termasuk ‘langka’ di Indonesia. Beliau secara tekun mendalami matematika-Al Quran dan  telah menulis beberapa karya buku di antaranya “One Million Phenomena“,  “Al Bayyinah 1&2″, “Paleo Konstantia“, dan pelukis ” Bumi itu Al Quran”. Di internet karyanya bertebaran dengan istilah “Flying Book” yang beberapa saya koleksi sebagai bahan renungan terhadap materi matematika yang saya ajarkan.

Salam dan jabat tangan dari saya disambutnya dengan hangat. Begitu beliau tahu saya mengenalinya dan bertanya apakah launching karya baru, beliau serta merta memberi edisi revisi salah satu karya beliau: “Matematika Al-Quran” terbitan Pustaka Quantum. Setelah sholat sunnah, sambil menunggu saat sholat saya sempat diajak sedikit pembahasan tentang Quran dan matematika. Beliau menjelaskan tentang bilangan kromosom (23) pada manusia berkaitan dengan Al Quran. Menurut beliau begini.

1. Bilangan kromosom dan jumlah ayat Al Quran

bilangan kromosom    : 23

jumlah ayat quran       :  6236

Saya bertanya apa hubungannya? Beliau jabarkan bahwa Allah Yang Maha Kuasa, Maha Tahu,  sungguh Maha teliti dalam merencana dan menentukan suatu nilai angka dalam ciptaan-Nya. Ada keterkaitan dengan Quran itu bukan secara  kebetulan.

Beliau menunjukkan saat  kedua bilangan disusun sebagai:

23 6236 dan dibagi dengan 7 maka hasilnya tepat habis yaitu 33748, kalaupun susunannya dibalik dari posisi satuan (dari belakang) menjadi:

632632 dan dibagi 7 maka hasilnya tepat habis juga yaitu 90376

Maa sya- Allah! Sebuah angka yang unik dan menarik bagi penggemar matematika karena memang hal-hal seperti itulah yang jadi ‘mainannya’ matematikawan. Angka-angka tersebut tidak sembarangan jadi  bukan dibuat-buat oleh manusia, tetapi rahasia Allah. Rahasia Allah ini juga tidak akan mudah diketahui, kecuali dengan ilmu dari-Nya semata kepada orang-orang yang mau berfikir.

2. Bilangan kromosom dan jumlah surah dalam Al quran

bilangan kromosom     : 23

jumlah surah                   : 114

Dengan cara yang sama:

23114 : 7 ternyata tepat habis yaitu 3302,

kalau disusun dari satuan (belakang) maka:

41132 : 7 ternyata juga tepat habis yaitu 5876

artinya, menurut KH Fahmi Basya,  penciptaan kromosom manusia mempunyai suatu korelasi dan ketelitian yang dekat dengan susunan Quran. Manusia semestinya dekat dengan firman Allah ini secara fitrahnya.
-lanjuut….>