Mimpi dan Berjuang

Tahun 1867 hidup seorang ahli tehnik kelahiran Jerman bernama Jhon Augustus Roebling. Ia bermimpi membangun jembatan yang bisa menghubungkan kota New York dan Long Island. Impian Jhon tidak mendapat dukungan, bahkan ditertawakan oleh banyak temannya. Mereka menganggap proyek itu ide gila dan tidak mungkin diwujudkan di jaman itu. Jhon hanya bisa berbagi impian dengan anaknya Washington Roebling. Washington juga seorang ahli tehnik. Ayah dan anak itu berjuang bersama untuk mewujudkan impian. Namun ketika proyek itu baru berjalan beberapa bulan, kecelakaan merenggut nyawa Jhon Roebling. Sementara Washington, walaupun selamat tetapi mengalami cedera parah di kepala yang mempengaruhi motoriknya. Washington pun mengalami kelumpuhan total dan ketidakmampuan berbicara. Namun keinginan Jhon untuk membuat jembatan selalu berada dalam pikiran impian Washington. baca lanjutannya

Iklan

BK SPiLuqkim Menggelar Psikotes untuk Siswi Kelas VII dan Kelas VIII

psites_220609Senin (22/06) tim BK SPiLuqkim bekerja sama dengan Biro Konsultasi Heru Sasmita menggelar psikotes bagi siswi-siswi kelas VII dan kelas VIII. Tes ini bertujuan untuk memahami dan memetakan potensi diri siswi serta sebagai masukan untuk langkah penanganan selanjutnya. Ditanya tentang relevansi tes psikologi yang cenderung melihat aspek kognitif saja dengan kondisi masa kini, Ustd. Feni (guru BK) menegaskan bahwa tes ini dibutuhkan untuk masukan data-data potensi siswi yang murni dan hingga sekarang kredibilitasnya masih diakui. Meski saat ini berkembang paradigma Emotional Intelligence dan Multiple Intelligence, namun kesemuanya belum memiliki alat ukur yang baku yang bisa digunakan untuk mengumpulkan data-data siswi. Ustd. Feni menambahkan, data-data hasil tes psikologi bukan sebagai vonis terhadap siswi. Nantinya data-data itu akan diolah bersama dengan data-data hasil observasi harian siswi yang dilakukan oleh tim BK, wali kelas, maupun guru-guru bidang studi yang sehari-hari mengamati sikap dan perilaku siswi. Dari masukan data-data tes psikologi dan observasi diharapkan ke depan SPiLuqkim bisa menyusun langkah-langkah strategis untuk melakukan penanganan serta pembimbingan minat dan bakat siswi. (artikel/foto: nov)

Learning from the Trouble, the Pain, and the Sorrow

Oleh: Novrian Eka Sandhi*

Suatu hari seorang anak kecil sedang bermain di taman. Tengah asyik bermain perhatiannya tiba-tiba tertuju kepada suatu pemandangan yang unik dan langka. Di ranting sebuah tanaman perdu ia melihat seekor calon kupu-kupu yang baru saja menyelesaikan fase kepompongnya dan berusaha keras keluar dari selubung kepompong. Tubuh kupu-kupu itu cukup besar bila dibandingkan dengan sempitnya lubang kepompong. Akibatnya sang kupu-kupu harus bersusah payah keluar dari lubang sempit itu. Karena iba, sang anak kecil berusaha membantu dengan menyobek sedikit selubung kepompong itu hingga terbentuk lubang yang cukup besar bagi sang kupu-kupu untuk dapat keluar. Benar saja, kupu-kupu itu dengan mudahnya keluar. Sang anak kecil tersenyum dan meninggalkan kupu-kupu muda itu dengan perasaaan puas karena merasa telah melakukan sesuatu yang berarti. Yang ia tidak tahu adalah tidak berapa lama kemudian kupu-kupu itu mati tanpa sempat mengepakkan sayapnya. baca selengkapnya

Delapan Keterampilan yang Sangat Dibutuhkan

SPiLuqkim’s Studentship Division

Buat kamu siswi SPiLuqkim kelas IX yang baru saja usai ujian, tentu sudah mulai merencanakan masa depanmu. Belum? Wah, tidak apalah. Belum terlambat kok. Nah, berikut ini kami adaptasikan artikel dari http://blackplatinum.wordpress.com/2009/05/11/8-ketrampilan-kerja-paling-dicari yang semoga bisa memberikan inspirasi dan ide buat kamu dan ortu dalam merancang masa depanmu.

Ada 8 (delapan) keterampilan yang paling dicari menurut penelitian Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat, yaitu: selengkapnya

Bekal dari Ortu untuk Putrinya Tercinta

Doa Untuk Putri Kami

Yaa ………. RABB’ ……….
Rasa syukur kami yang teramat dalam kepadaMU
Telah ENGKAU amanahkan putri-putri untuk kami,
anak-anak suka cita
Kebahagiaan yang senantiasa kami rasakan,
menyaksikan kehadirannya dengan tangis,
wajah yang masih merah
Tangisnya adalah nyanyian suka cita untuk kami,
Wajah sucinya memancarkan harapan untuk kami kelak
Cukup dengan berbisik, kami menyambutnya
”Selamat datang putri ……………..”

doa selengkapnya

Agar Engkau Bersujud Kepada-Nya

Aku namakan dirimu Muhammad Husain As-Sajjad, karena aku ingin engkau kelak akan banyak bersujud kepada-Nya

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim*

Aku namakan dirimu As-Sajjad, karena engkau lahir di saat orang-orang sedang bersujud ke hadirat Allah ‘Azza wa Jalla. Engkau lahir di saat bidan yang seharusnya menolong kamu, sedang memenuhi panggilan-Nya untuk melakukan shalat Subuh. Ketika manusia sedang mengagungkan asma Allah, engkau lahir di dunia ini. Nyaris tanpa pertolongan. Tetapi pertolongan siapakah yang lebih baik daripada pertolongan Allah? Sesungguhnya, sebaik-baik penolong adalah Allah. Maka kelak, ingat-ingatlah bahwa hanya kepada-Nya engkau menyembah dan meminta pertolongan.

Hayatilah setiap kali engkau membaca “IyyaKa na’budu wa iyyaKa nasta’in. Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan.” Baca lebih lanjut

Mutiara dari Al Qarni

dikutip dari buku Laa Tahzan (Don’t Be Sad)
Syech DR. AIDH BIN ABDULLOH ALQORNY

Kenali dirimu,

artinya anda harus mengenali kelebihan diri yang telah diberikan oleh ALLAH SWT kepada anda. Kemudian anda mampu memfungsikan kemampuan tersebut sesuai dengan tempatnya, baik berupa ilmu, pekerjaan atau profesi. Hal ini karena setiap manusia pasti mengetahui bahwa masing-masing memiliki bakat dan keahlian dibidangnya.

Buku dapat mengajari hikmah dan kebijaksanaan, tetapi tidak bisa mencetak orang yang bijaksana. Orang-orang yang ahli dan pakar pada bidang-bidang tertentu, mereka tidak hanya belajar dari bangku sekolah saja, tetapi mereka juga telah menyelami pengalaman kehidupan.

Buku tidak bercerita tentang cara berenang tetapi hanya menunjukan teori-teori berenang dan tidak menyelamatkan orang orang yang tidak bisa berenang dan tenggelam. Cara berenang yang paling efektif adalah terjun langsung ke sungai dan belajar langsung disana. Sebagaimana pula seorang orator terkenal, dia bisa menjadi orator senior karena telah membaca berbagai macam buku tentang teknik berpidato, mempraktekan langsung ke atas mimbar dengan beberapa kali kesalahan dan kegagalan sampai kemudian berhasil. Dia terus mencoba dan berlatih sampai benar-benar memiliki keahlian dalam bidang tersebut. selanjutnya