Forum Ortu/Wali Kelas VII/C yang Pertama

Sabtu (01/08), Forum Ortu/Wali Kelas VII/C menggelar pertemuan yang pertama sejak forum ini dibentuk. Bertempat di ruang 201 lantai II kampus SPiLuqkim, forum ini dihadiri oleh sebelas orang wali siswi. SPiLuqkim sebagai fasilitator diwakili oleh Ustd. Laila (wali kelas VII/C). Hadir pula Ustd. Rita (Kesiswaan) dan Ustd. Feni (BK).
baca hasil forum

Learning from the Trouble, the Pain, and the Sorrow

Oleh: Novrian Eka Sandhi*

Suatu hari seorang anak kecil sedang bermain di taman. Tengah asyik bermain perhatiannya tiba-tiba tertuju kepada suatu pemandangan yang unik dan langka. Di ranting sebuah tanaman perdu ia melihat seekor calon kupu-kupu yang baru saja menyelesaikan fase kepompongnya dan berusaha keras keluar dari selubung kepompong. Tubuh kupu-kupu itu cukup besar bila dibandingkan dengan sempitnya lubang kepompong. Akibatnya sang kupu-kupu harus bersusah payah keluar dari lubang sempit itu. Karena iba, sang anak kecil berusaha membantu dengan menyobek sedikit selubung kepompong itu hingga terbentuk lubang yang cukup besar bagi sang kupu-kupu untuk dapat keluar. Benar saja, kupu-kupu itu dengan mudahnya keluar. Sang anak kecil tersenyum dan meninggalkan kupu-kupu muda itu dengan perasaaan puas karena merasa telah melakukan sesuatu yang berarti. Yang ia tidak tahu adalah tidak berapa lama kemudian kupu-kupu itu mati tanpa sempat mengepakkan sayapnya. baca selengkapnya

Bekal dari Ortu untuk Putrinya Tercinta

Doa Untuk Putri Kami

Yaa ………. RABB’ ……….
Rasa syukur kami yang teramat dalam kepadaMU
Telah ENGKAU amanahkan putri-putri untuk kami,
anak-anak suka cita
Kebahagiaan yang senantiasa kami rasakan,
menyaksikan kehadirannya dengan tangis,
wajah yang masih merah
Tangisnya adalah nyanyian suka cita untuk kami,
Wajah sucinya memancarkan harapan untuk kami kelak
Cukup dengan berbisik, kami menyambutnya
”Selamat datang putri ……………..”

doa selengkapnya

Friendster dan Facebook, Teman-teman Anak Zaman

al-baqarah-245

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa`at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang lalim. (QS. Al Baqarah:254)

Generasi Friendster

  • Ber-SMS kapan dan dimana saja termasuk di dalam kelas, namun selalu mencari layanan dengan pulsa murah (kritis dan kreatif).
  • Mendengar musik dari MP3 player atau ponsel musik kapan dan dimana saja termasuk di dalam kelas.
  • Sangat ahli dalam pertukaran materi digital (file musik, gambar, dll.) antar gadget.
  • Lebih senang memakai IM (instant messenger), Y!M dan MiRC (chatting tool) dibanding e-mail.

Mengenal Friendster (FS) ayo baca terus

Menjadi Yatim Piatu, (Bahkan) Sebelum Ortu Wafat

Oleh: Novrian Eka Sandhi*

doa-kepada-ortu

Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku saat aku masih kecil.

Saat seorang manusia (baca: muslim) mati, maka terputuslah seluruh amalannya di dunia. Kecuali tiga hal, yaitu: doa anak dari yang sholeh/sholehah, ilmu bermanfaat yang diajarkan kepada orang lain, dan harta halal yang dinafkahkan sebagai amal jariyah. Insya Allah, ketiga hal tersebut akan terus mengalir pahalanya kepada kita yang sedang menikmati alam kubur (Allahumma amiin) ataupun tersiksa azab kubur (Naudzubillah min dzalik).

Sebagai ortu, jika Anda ditanya, ingin anak yang seperti apa? Kira-kira apa jawaban Anda? Mungkin akan muncul beragam jawaban:

“Saya ingin anak yang mandiri.”
“Saya ingin anak yang kreatif.”
“Saya ingin anak yang cerdas.”
“Saya ingin anak yang berprestasi.”
“Saya ingin anak saya terkenal dan menjadi selebriti.”
“Saya ingin anak saya menjadi presiden, atau minimal jadi menteri atau ketua partai.”
“Saya ingin anak saya kelak mewarisi perusahaan-perusahaan saya.”
Atau mungkin ada jawaban yang berbau khas ‘orde baru’: “Saya ingin agar anak saya kelak berguna bagi orang tua, agama, bangsa dan negara, serta masyarakat.”

Ya, terserah Anda sajalah…

Tapi apakah kita ‘cukup waras’ untuk memiliki visi sesederhana ini: “Saya ingin anak yang sholeh/sholehah yang selalu memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa-dosa saya serta kelak menjadi ortu yang lebih baik bagi anak-anak mereka.”

Mari kita merenung…

Tahukah Anda, sebuah pekerjaan yang harus dikerjakan 24 jam sehari dan menuntut keterampilan, kemahiran, dan kecakapan profesional standar dunia-akhirat, namun tidak ada satu pun lembaga pendidikan yang mengajarkannya?

Jawabannya adalah: MENJADI ORANG TUAlebih lanjut

Don’t Miss It: Parenting Class for 7th and 8th Grade Parents

Alhamdulillah, Parenting Class for 9th Grade Parents terselenggara dengan sukses (15/11) dan mendapat respon positif dari para orang tua/wali.

Tim BK – Kesiswaan SPiLuqkim akan kembali menyelenggarakan parenting class yang diperuntukkan bagi orang tua/wali siswi kelas VII dan kelas VIII. Baca lebih lanjut

Let’s Bring Our Kids to the Real Success

Meski harus molor setengah jam, karena menunggu kehadiran ortu/wali siswi kelas IX, Parenting Class for 9th Grade Parents (Sabtu, 15/11) akhirnya dimulai pukul 08.30 WIB. Dibuka oleh duet Mutia dan Sherlin yang membacakan ayat-ayat suci Al Quran dan terjemahannya membuat suasana Sabtu pagi yang cerah menjadi semakin syahdu. Sementara itu Writing Club SPiLuqkim menugaskan tiga calon reporternya: Diba, Alya, dan Nita untuk berlatih melakukan liputan.
Kegiatan yang dihelat di Aula Rahman Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya ini dimotori oleh tim Konseling Kelas IX SPiLuqkim (Kesiswaan, BK, dan wali kelas IX). Baca lebih lanjut