Mimpi dan Berjuang

Tahun 1867 hidup seorang ahli tehnik kelahiran Jerman bernama Jhon Augustus Roebling. Ia bermimpi membangun jembatan yang bisa menghubungkan kota New York dan Long Island. Impian Jhon tidak mendapat dukungan, bahkan ditertawakan oleh banyak temannya. Mereka menganggap proyek itu ide gila dan tidak mungkin diwujudkan di jaman itu. Jhon hanya bisa berbagi impian dengan anaknya Washington Roebling. Washington juga seorang ahli tehnik. Ayah dan anak itu berjuang bersama untuk mewujudkan impian. Namun ketika proyek itu baru berjalan beberapa bulan, kecelakaan merenggut nyawa Jhon Roebling. Sementara Washington, walaupun selamat tetapi mengalami cedera parah di kepala yang mempengaruhi motoriknya. Washington pun mengalami kelumpuhan total dan ketidakmampuan berbicara. Namun keinginan Jhon untuk membuat jembatan selalu berada dalam pikiran impian Washington. baca lanjutannya

Iklan

Share and Be Happy

Oleh: Andri Wongso
Take and Give, itulah kata yang sering kita dengar. Namun sekarang telah terjadi pergeseran, sejak dengan memberi kita akan mendapatkan kebahagiaan maka istilahnya menjadi Give and Take. Kita semua ini harus berbagi agar mendapat kesejahteraan bagi semua umat. Namun semangat berbagi memang masih harus diperjuangkan.
Berikut adalah ilustrasi cerita, yang dengannya kita bisa terinspirasi dan termotivasi untuk berbagi.
Adi adalah seorang anak SD kelas lima. Dia selalu membawa bekal ke sekolah. Setiap hari Adi selalu datang pagi sekali. Teman – temannya pun belum ada yang datang. Suatu hari saat jam istrahat tiba, Adi terkejut melihat bekal yang dibawanya dari rumah berkurang separuh.

Dia pun bertanya dalam hati, siapa kiranya yang mengambil separuh bekalnya. Ketika pulang sekolah, Adi langsung mengklarifikasi mengenai bekalnya yang hilang separuh itu kepada ibunya. Lalu Ibu Adi berkata bahwa beliau tidak pernah kurang menyiapkan bekal Adi.
baca lanjutannya

Catatan Izza (bagian 2)

Insya ALLAH pada beberapa waktu ke depan, Bina Izzatu Dini, alumni SPiLuqkim 2006, akan berbagi pengalamannya mempersiapkan diri untuk meneruskan studi SMA di negeri Singapura. Selamat membaca…

Baca tulisan sebelumnya…

Banyak nilai plus di Pare ini. Biaya kursus yang sangat murah, rata-rata 100ribu per bulan, dengan pertemuan Senin-Jumat dua kali per hari. Jika dibandingkan dengan lembaga-lembaga kursus di Surabaya, sungguh jauh. Namun, jangan pernah membayangkan kelas ber-AC, pembelajaran dengan LCD Proyektor, buku panduan dari luar negeri, atau fasilitas mewah semacamnya. Kondisi menyesuaikan harga. Namun semua itu tetap tidak mengurangi ilmu yang akan didapat. baca selengkapnya

Matrikulasi Untuk Kelas VII/C

Pasca MOS, siswi kelas VII/C angkatan 2009 menjalani matrikulasi. Program akademik yang dihelat dari tanggal 27 – 31 Juli 2009 bertujuan untuk:

  1. standarisasi penguasaan keterampilan dasar Matematika, Bahasa Inggris, IPA, Al Quran, dan praktik ibadah
  2. memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Arab, yang tentunya sangat asing bagi lulusan SD negeri
  3. membiasakan siswi dengan budaya belajar di SPiLuqkim
  4. melatih keterampilan siswi tentang cara belajar yang efektif melalui Konseling

Karena itu, berbeda dari kakak-kakaknya di VIII/C dan IX/C yang langsung memasuki materi pelajaran, selama matrikulasi kelas VII/C belum membahas materi pelajaran tingkat SMP. (akademik)

Catatan Izza (bagian 1)

Insya ALLAH pada beberapa waktu ke depan, Bina Izzatu Dini, alumni SPiLuqkim 2006, akan berbagi pengalamannya mempersiapkan diri untuk meneruskan studi SMA di negeri Singapura. Selamat membaca…

Assalamualaikum wr. wb.

Menunggu studi SMA di Singapura yang baru dimulai Januari 2010 yang akan datang, sekalian menambah skill bahasa inggris yang masih jauh dari sempurna, saya memutuskan untuk menetap di Pare, kampung Inggris, selama beberapa bulan.

Setelah seminggu di Pare, saya rasa merupakan sebuah ide yang cukup menarik ketika Ust. Novri meminta saya untuk berbagi kisah dan pengalaman selama di Pare ini.

Pare disebut kampung Inggris bukan karena banyak bule yang tinggal di wilayah ini. Melainkan karena banyaknya lembaga kursus bahasa Inggris yang ada di Pare, tepatnya desa Tulungrejo. Ada sekitar 70 lebih lembaga kursus bahasa disini. Sebagian besar memang lembaga kursus bahasa Inggris, namun ada juga beberapa lembaga kursus bahasa Jepang, Mandarin, Korea, Arab, Jerman, dan Prancis. Tidak hanya menyediakan kursus, banyak yang juga menyediakan English Camp. Di sinilah yang saya pilih sebagai tempat tinggal saya selama di Pare.

Di English Camp ini ada kewajiban berkomunikasi bahasa Inggris selama 24 jam sehari, 6 jam seminggu, kecuali hari Minggu diliburkan dari kewajiban ini. Bagi yang melakukan pelanggaran, setiap camp memiliki konsekuensinya masing-masing. Di camp saya, setiap berbahasa Indonesia, per kata di denda 500 rupiah. Selain kewajiban berkomunikasi bahasa Inggris, juga ada program sholat subuh dan maghrib berjamaah, serta program ba’da subuh plus ba’da maghrib. Bisa berupa memorize vocab, speech, discuss, presentation, ataupun watching movie. (bersambung)

Ahlan Wa Sahlan, SPiLuqkim Angkatan 2009…

mos7_210709_01

SELAMAT DATANG DI

PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH SURABAYA

KAMPUS PERADABAN ISLAM

Selamat mengikuti Masa Orientasi Siswi (MOS) di SPiLuqkim, kawasan haram perploncoan (Bullying Forbidden Area)

mos7_210709_02

Daftar Acara MOS ala SPiLuqkim:

  1. Pengenalan Tata Tertib Sekolah
  2. Budaya Pesantren dan Pengenalan Lingkungan Kampus
  3. Profil SPiLuqkim
  4. Organisasi Kelas
  5. Komunikasi, Kepribadian, dan Psikologi Remaja
  6. Spiritual Workshop
  7. Adab Ibadah
  8. Motivasi Diri Remaja
  9. Kontrak Belajar
  10. Manajemen Waktu
  11. Islamic Fashion
  12. Pengenalan Organisasi Pelajar Luqman Al Hakim (OPLH)
  13. Pengenalan Kegiatan Ekstra Kurikuler
  14. Kreativitas Islami
  15. Bakti Sosial

MOS digelar mulai Selasa 21 Juli 2009 hingga Sabtu 25 Juli 2009.

(foto/artikel: nov)

Tips Menghadapi MOS

Oleh: Novrian Eka Sandhi*

Tahun ajaran baru telah dimulai, terutama bagi sekolah-sekolah negeri baik SMP/MTs maupun SMA/SMK/MA (kalo SPiLuqkim sih masuknya baru tanggal 21 Juli). Beberapa alumni SPiLuqkim melayangkan curhat lewat pesan singkat. Umumnya mereka ‘takut’ menghadapi MOS di sekolahnya yang baru. Apalagi setelah menghadiri pra-MOS kemarin (Minggu, 12/07) mereka semakin ‘ngeri’ karena umumnya mendapatkan penugasan yang aneh-aneh. So, disini kami mau berbagi sedikit tips agar kamu bisa menghadapi MOS dengan gagah berani tanpa ada perasaan terintimidasi.

INGAT: MASA-MASA PERPLONCOAN SUDAH LEWAT!!!
Sebelumnya, kita inventarisir dulu segala macam tindakan yang disebut perploncoan (bullying): baca selengkapnya