SMP PUTRI LUQMAN AL HAKIM

Wahai Puteriku

10 November 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh Syeikh Ali Thanthawi , Ulama Mesir

Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.
Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.
Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak menghasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.
Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.
Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.
Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!
Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.
Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.
Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.
Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.
Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.
Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?
Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?
Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.
Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.

Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, melainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.

Mereka yang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :
Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.

Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?

Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.

Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.

Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.
Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik. (wallahul musta’an).
Disarikan dari buku : “Wahai Putriku” Ali Thanthawi , Ulama Mesir.
Ditulis ulang  oleh Marhadi Muhayar, Lc., M.A.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Bina Keputrian (Nisa')
Ditandai:

Gelombang Penyembuh dari Suara Al Quran

30 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh Abduldaem Al Kaheel*

Pembaca yang budiman! Saya dapat mengatakan dengan yakin menurut pengalaman saya  suatu perubahan  dalam hidup Anda. Anda bisa mendapatkan hasil yang besar yang tidak terduga dapat mengubah hidup Anda benar-benar seperti yang terjadi pada diri saya sebelumnya. Apa yang harus Anda lakukan adalah  mendengarkan pembacaan Alquran sebanyak yang Anda dapat setiap saat: di pagi hari, sore hari, di malam hari, ketika Anda sedang tidur, ketika Anda bangun dan sebelum tidur. Yang Anda butuhkan untuk mendengarkan Alquran adalah memiliki media seperti Laptop, tape recorder, sebuah iPod atau mp3 dengan headphone, TV, radio atau perangkat lain.

Bunyi bacaan Alquran  memiliki gelombang suara yang memiliki frekuensi tertentu dan panjang gelombang tertentu. Gelombang ini menyebarkan medan  gelombang  yang mempengaruhi otak secara positif dan mengembalikan keseimbangannya. Ini  mendukung kekebalan tubuh yang kuat untuk melawan penyakit atau bahkan penyakit seperti kanker. Kanker adalah suatu kelainan pada kinerja sel, sehingga menperdengarkan Alquran berarti memprogram sel layaknya komputer yang penuh virus yang “diformat ulang” dan di-install dengan program-program baru agar dapat bekerja efektif. Inilah  program buatan yang manusia lakukan untuk komputer. Bagaimana dengan program yang dilaksanakan dalam kata-kata Allah, pencipta semua manusia?
Efek yang menakjubkan yang dihasilkan dari mendengarkan  bacaan Quran

Terus-menerus mendengarkan bacaan Alquran memberi Anda hasil berbuah nyata berikut:

– meningkatkan kekebalan tubuh

– meningkatkan  kreativitas

– meningkatkan kemampuan konsentrasi

– menyembuhkan penyakit kronis dan tak tersembuhkan

– mengubah perilaku dan memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan mendapatkan kepercayaan

– menciptakan kedamaian dan menyembuhkan ketegangan saraf

– menyembuhkan kegelisahan, dan iritasi

– meningkatkan kemampuan mengambil keputusan yang tepat

– mengurangi rasa takut dan ragu-ragu

– meningkatkan dan memperkuat kepribadian

– menyembuhkan penyakit normal seperti alergi, sakit kepala, flu, dll

– meningkatkan kemampuan pidato

– melindungi dari penyakit seperti kanker dan sebagainya

– Mengubah beberapa kebiasaan buruk seperti makan berlebihan dan merokok

Pembaca yang budiman! Hal-hal yang saya sebutkan di atas adalah hasil yang saya sendiri punya: Aku ingat, aku adalah seorang perokok berat dan tidak bisa membayangkan pernah berhenti merokok, tapi setelah terus-menerus mendengarkan Alquran ternyata aku berhenti merokok tanpa usaha. Aku benar-benar terkejut “bagaimana hidupku berubah dan mengapa? Tapi setelah saya membaca tentang teknik terbaru dalam penyembuhan, salah satunya adalah terapi oleh suara dan frekuensi suara, aku tahu rahasia ini perubahan besar dalam hidup saya. Itu adalah mendengarkan  bacaan Alquran. Apa yang saya lakukan adalah hanya sekadar mendengarkan Alquran terus menerus.

Untuk menyimpulkan, saya  suka untuk menceritakan fakta yang saya temui dan benar-benar mencoba: apapun Anda menghabiskan waktu Anda dalam membaca atau mendengarkan Alquran, Anda akan menemukan bahwa kali ini tidak akan sia-sia atau menurun. Tetapi Anda akan melihat bahwa Anda akan selalu memiliki waktu ekstra. Anda akan menemukan bahwa karya-karya yang sama kadang-kadang membutuhkan waktu berhari-hari atau jam yang harus dilakukan dapat selesai dalam beberapa menit saja!

Masya Allah.

*  Abdulda’em Al-Kaheel adalah Insinyur Teknik Mesin,  seorang peneliti di Scientific Miracles Quran dan Sunnah. Ia lahir di kota Homs ( Syria ) Pada tahun 1966. Ia menikah dan memiliki dua anak, “Firas” dan “Alaa”. Meraih sarjana dari Universitas  Damaskus .
Kegiatan ilmiah beliau:
Berpartisipasi dalam berbagai seminar dan konferensi global, termasuk  Konferensi Kedelapan Dunia tentang ayat-ayat Ilmiah di  Kuwait pada tahun 2006, dan Simposium Kedua di Dubai pada tahun 2007, Dubai International Holy Quran Award .
Berpartisipasi dalam sejumlah seminar dalam Rabat dan kota-kota Maroko pada tahun 2007.
Berpartisipasi dalam Simposium Internasional Mukjizat Kedokteran dalam Quran dan Sunnah, Aljazair 2009.
Dia memiliki sejumlah penelitian dan penemuan-penemuan ilmiah baru dalam keajaiban ilmiah Al-Quran dan Sunnah, penemuan yang paling penting adalah sistem digital untuk angka tujuh dalam Quran.
Jumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan di situs pribadinya adalah 1200 artikel www.kaheel7.com
Dia telah mendapat penghargaan Sheikh Ali Al Salem Al Sabah untuk bidang Informatika, 2008.

→ Tinggalkan KomentarKategori: science islam
Ditandai: , ,

Surat Siswi SPiluqkim ke Menteri Pendidikan

29 Oktober 2009 · 1 Komentar

Tanggal 28 Oktober 2009 ini SMP Putri menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan peristiwa Sumpah pemuda. Seminggu pasca UTS para siswi bertanding dalam bebarapa perlombaan diantaranya: Lomba mading mini Bidang Studi, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Senam, Lomba Kebersihan dan Dekorasi Kelas. Sebagai puncaknya Rabu pagi ini ada event yang agak lain dari tahun sebelumnya, yaitu lomba Menulis Surat Cinta dan Puisi untuk Bapak Menteri Pendidikan Nasional yang baru (Bp Prof Dr Mohammad Nuh, DEA).

Baca liputannya

SS Media

Duta masyarakat

→ 1 CommentKategori: Akademik · Bina Keputrian (Nisa') · Kesiswaan

Surat Laila Jihad

26 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

gals, coba renungkan. Banyak dari saudarimu tak dapat menjalankan Islam ini karena kondisi yang sulit. Sementara Anda di Indonesia bebas mengenakan atribut identitas kemuslimahan Anda. Tetapi mengapa masih banyak yang juga abai terhadap perintah-Nya? Bersyukurlah atas nikmat ini. Berdoalah kekauasaan Allah akan merubah setiap  kesulitan kita menjadi kemudahan. Simak surat dari Laila berikut.

Aku Tak Dapat Berjilbab

Saya tidak bisa melepaskan masalah ini ..

Saya  pindah dan hidup dengan adik dan ibu saya yang non muslim. Di sana  saya ingin memakai jilbab sehari-hari.
(saya tak tahu bagaimana menyampaikan problem saya) Jadi harus mulai dari mana ..

Saya telah dilarang dari jilbab dan  mempraktekkan Islam yang sebenarnya bahkan secara terbuka. Sayatelah berjuang. Allah mengetahui betapa keras saya mencoba. Namun itu tidak cukup. Hanya ada alasan pelarangan  saya untuk tidak memakainya adalah bahwa saya belum 18 tahun dan entah bagaimana bisa hal itu disebut berbahaya. Meskipun ia membiarkan kakak saya-yang sekarang menjadi murtad bersama-sama dengan dia-memakainya pada usia yang sama.

So, saya mengambil penerbangan sendirian ke Dallas Texas dari kota saya…
Aku pergi dan mengunjungi ayah biologis saya yang  hanya baru-baru ini saja (musim panas lalu) saya temui. Saya  berjalan keluar dari pintu rumah dengan kepala mengenakan jilbab putih  setelah ibuku meneriaki saya dan mencoba merobek-robek kain di  kepala saya itu 2 kali sehingga saya menjerit memanggil polisi. Kemudian dalam perjalanan ke bandara saya dipengaruhi  Ayah dari ibu saya. Dia juga meminta saya untuk melepas jilbab dan kemudian berkhotbah kepada saya selama 3 jam tentang bagaimana tuhannya turun ke dunia dan menyelamatkan.

Satu-satunya pikiran yang muncul di kepala saya maukah dia  meminta Maria ibu tuhannya itu untuk melepas jilbabnya?

Setibanya di bandara saya adalah satu-satunya muslim yang terlihat dan Anda tahu, tidak ada yang memberi saya suatu masalah. Saya naik penerbangan itu sendiri. Itu adalah penerbangan pertama saya.

Mendarat di Dallas juga ada keluarga kandung saya sendiri yang membombardir saya dengan khotbah yang lebih gencar. Dan karena alasan lain yang tidak ingin saya sampaikan aku ditinggalkan tanpa pilihan lain.  Pokoknya saya harus melepas jilbab.Titik.

Khotbah masih berlanjut. Dan setelah tiba kembali di PA saya menemukan kamar saya  kosong. Semua jilbab, semua buku-buku Islam,  Al-Qur’an segala sesuatu yang ada hubungannya dengan Islam telah lenyap. Ibu saya ternyata telah  memasukkannya  ke dalam kantong sampah, menganggap  seolah-olah barang-barang itu sampah. Namun Alkitab nya bahkan bergeletakan di sekitar rumah. Alkoholnya ditaruh  di lemari es. Babi nya pun di lemari. Standar ganda yang sempurna

Beberapa minggu kemudian  ayah dari ibu saya – orang yang mengantarkan ke bandara-memanggil saya. Dia tidak hanya meminta bahwa saya perlu mengubah email “Laila_Habibti@yahoo.com”, tetapi juga mengatakan agama saya tidak benar dan berada  di jalan yang sesat dan bahwa semua orang saat itu “benar-benar” cinta dan perhatian pada diri saya .

Saya tidak menjawab seperti yang saya pernah lakukan. Bahkan ketika dia mengajarkan keyakinannya kepada saya, saya langsung menutup mulut dan menunggu percakapan itu berlalu. So, saya cepat menutup telepon mengatakan saya harus pergi. Dan saya belum bicara  lagi dengannya sejak saat  itu.

Pikiran saya adalah” oh benarkah kalian mencintaiku?” tapi kemana saja kalian selama 16 tahun!. Kedua, bagaimana kalian berani berkata kepada seseorang “untuk  satu hal,  itu tidak benar” tentang agama seseorang padahal saya sudah selalu berbuat baik padanya.

Haknya untuk mengagung-agungkan agamanya, meskipun saya pikir agamanya bukan apa-apa. Paganisme (penyembahan berhala) dalam penyamaran monoteisme. Tapi apakah akan saya katakan begitu? Tidak!Karena saya yakin kami dapat hidup berdampingan. Saya percaya perdamaian. Saya percaya pada kebebasan agama tanpa paksaan. Dan semua gagasan indah ini bukan milik saya. Itu adalah apa yang diajarkan agama saya.

So, itu membuat saya bertanya-tanya, jika seperti  ini adalah cara dia menyebarkan keyakinannya atau bahkan memojokkan saya lantas  apa yang diajarkan agamanya pada dia?

Saat ini saya tidak dapat mengenakan jilbab lagi. Sekolah baru, rumah baru, adalah  serangan lengkap terhadap  identitas saya. Dan semua harapan saya telah dibuang ke toilet oleh keluarga saya sendiri.

Tapi aku akan terus berusaha… Saya hanya akan berdoa agar waktu cepat berlalu. Dan berharap bahwa tujuan saya bulan depan atau setelahnya dapat tercapai.

-Laila Jihad

(sumber: blogs.muxlim)

→ Tinggalkan KomentarKategori: Bina Keputrian (Nisa')
Ditandai:

Forum Kelas 7C

24 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Acara ini telah direncanakan sebelum lebaran dan Sabtu, 24 April 2009 berhasil diselenggarakan. Agenda utama adalah pemaparan perkembangan akademik dan perilaku siswi selama 3 bulan pertama di SpiLuqkim.

Ustadzah Feni Yuranoa (BK) memaparkan hasil psikotest yang telah dilakukan tanggal 10 Oktober 2009 bekerja sama dengan Biro layanan Psikotes dari Malang. Masing-masing ortu siswi kelas VIIC mendapatkan lembar hasil penilaian psikologi anaknya yang meliputi IQ, EQ,SQ, 8 Kecerdasan, Kemampuan mengingat, dan bebrapa aspek lain yang memberikan gambaran pada orang tua tentang kondisi anaknya saat ini. Hasil tersebut juga dijadikan salah satu acuan untuk mengatasi kesulitan belajar, penggalian potensi dan pembangunan karakter.   Menurut Ustdz Feni, masing masing anak membutuhkan terapi yang unique sehingga potensinya bisa terlejitkan. Alhamdulillah, di SMP Putri ini ada program home visit (kunjungan rumah) sehingga ortu dapat mengetahui lebih lanjut perkembangan anaknya. BK SMP Putri juga membuka pintu untuk konsultasi para ortu via telpon atau datang langsung ke sekolah pada hari Selasadan Kamis.

Ust. Andri menyampaikan perihal UTS 1 yang diselenggarakan 12-17 Oktober lalu.Sebagian besar siswi masih belum adaptif dengan kurikulum integral ini. Tetap,i setelah melalui UTS 1 tampaknya mereka mulai mempunyai gambaran tentang bagaimana seharusnya mesti mempersiapkan diri dalam proses belajar mengajar.

→ Tinggalkan KomentarKategori: forum
Ditandai:

Belajar Bahasa Untuk Abad 21

21 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Seorang akademisi dari  Amerika mengemukakan : siswa harus diajarkan bahwa tidak ada perbedaan antara lemon dan sebuah floppy disk, maksudnya setidaknya bahwa data biner pada floppy disk ditulis dalam bahasa yang sama dengan kode genetik lemon. Hal ini mungkin terdengar gila, tapi pengetahuan ini membuat perbedaan antara perekonomian yang sukses dan yang hancur/lemah. Menurut direktur dari Harvard Business School Life Science Project, Dr Juan Enriquez:

“bahasa internasional baru abad ini adalah bahasa  komputer  dan genetika dan bukan bahasa Inggris lagi..”

Transfer pengetahuan

Ia percaya teknologi dan kemampuan untuk menggunakan dan mengirimkan data adalah  peradaban baru yang disebut drive civilization.

“Masyarakat harus melek sains dan  komputer. Orang-orang berdagang pengetahuan bukan lagi gandum”.

“Dan bahasa komputer adalah tentang cara kita mengkomunikasikan pengetahuan ini”.

“Bisnis ini dibangun atas pengetahuan dan  pemerintah berdagang dengannya”.

“Sembilan puluh satu persen informasi sekarang adalah kode digital. Pemerintah yang mengabaikan ini di negara Anda bisa bahaya”

Keaksaraan dalam bahasa baru ini harus dimulai di sekolah. Siswa harus menjadi fasih dalam bahasa kode biner dan sains sepaham  bahasa Inggris dan sejarah. Caranya tidak hanya perlu ada perubahan kurikulum, tetapi anak perempuan juga perlu didorong ke dalam pembelajaran komputer dan sains sebagai langkah pertama. Konon, saat ini  ada ketidakseimbangan jender yang signifikan di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan matematika di sekolah menengah.

Menurut Profesor Alison Wolf dari Universitas London’s Institute of Education di Inggris yang terjadi adalah: “ketidakseimbangan gender dimulai pada usia 16 tahun, ketika anak perempuan  mengkhususkan dan membuat pilihan terlalu cepat untuk belajar/kursus pada umumnya dalam mata pelajaran kesenian”.

“Anak-anak perempuan umumnya   memiliki kecenderungan untuk menjadi lebih baik dalam bahasa asing dan bahasa Inggris daripada anak laki-laki di sekolah”

“Di sekolah-sekolah khusus perempuan, ada juga budaya mendorong siswinya ke pembelajaran  seni/ketrampilan di atas ilmu pengetahuan.”

Di sekolah-sekolah yang dicampur kebanyakan guru matematika dan sains adalah laki-laki yang terdidik dalam bidang ini sampai ke level materi yang lebih tinggi daripada perempuan. Di sekolah-sekolah khusus perempuan denganpengajar sains dan matematika yang juga perempuan dengan level pendalaman bidang tersebut yang tidak begitu mendalam menyebabkan lulusannya pun tidak begitu tinggi dalam bidang sains dan matematika.

Setidaknya para siswi perlu dimotivasi agar mau belajar matematika dan sains sampai level yang tinggi, misalnya dengan adanya pendapatan yang lebih baik kelak  jika mereka ahli di bidang sains dan matematika. Hal itu dapat  di sampaikan saat berbicara tentang pilihan ke masa depan.

Tetapi, melek sains dan bahasa komputer itu baru langkah pertama, langkah selanjutnya adalah dukungan pemerintah kepada para saintis itu sendiri dengan membiayai penelitian sehingga knowledge itu menjadi bernilai secara ekonomi. Penelitian genetik dan komputer terbukti telah mendongkrak sektor perekonomian negara maju seperti AS secara signifikan.

(Sumber: BBC)

Bagaimana menurut Anda?

→ Tinggalkan KomentarKategori: Akademik
Ditandai:

Belajar Yuuuk!

17 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

(Tulisan diambil dari: www.erlangga.co.id)

Dewi, cewek yang duduk di kelas tiga di sebuah SMA negeri di Bandung sibuk ngebolak-balik halaman buku persiapan ujiannya. Sesekali, jari-jarinya lincah mencet-mencet keypad handphone-nya. Ups, bukan untuk SMS-an sama cowok barunya, melainkan ngitung pake fitur kalkulator. Beberapa saat kemudian, tangan kirinya beralih ke arah setoples biskuit yang sudah tinggal setengahnya. Soal-soal fisika yang dari tadi bikin njelimet ternyata enggak menyurutkan semangatnya untuk belajar. Apalagi, saat matanya lelah memandangi soal-soal yang jumlahnya puluhan, dia tinggal mengarahkan pandangannya ke arah televisi. Di situ, tampak dua orang presenter cewek-cowok yang asyik bawain acara gosip. “Ah, koq bokapnya dia ngomong gitu ya? Aneh banget!” ujarnya mengomentari gosip vokalis band yang sedang naik daun dengan sang pacar.

Hmm, selingan yang cukup bikin otak kembali segar. Makanya, enggak lama kemudian, Dewi pun kembali berkutat dengan rumus-rumus, plus handphone-nya. Gambaran di atas bukan cerita rekayasa belia lho. Tapi beneran kejadian sama adik belia yang bentar lagi mau ikutan ujian akhir sekolah dan ujian akhir nasional. Kerjaannya tiap hari hampir seperti itu. Buka-buka buku persiapan ujian, berlatih ngerjain soal-soal–biar saatnya tiba, enggak kaget dengan jumlah soal yang seabrek. Sore harinya, pergi les or bimbel barengan temen-temennya.

Waduuh, emang ujian itu saat-saat yang paling tidak menyenangkan. Kecuali kalau Belia emang punya hobi aneh–sangat senang dengan ujian! Haha, tapi kalau enggak ada ujian, Belia bakal kayak Unyil or Nobita yang enggak pernah naik-naik kelas, atau beranjak ke SMP. Biar ngerasa ditemenin pas saat ujian, nih, belia kasih buat kamu-kamu yang mau ujian, tips-tips belajar yang bakal bikin kamu semangat ngadepin ujian yang udah di depan mata. Siap? Yuk!
tanggung….mending baca terusannya

→ Tinggalkan KomentarKategori: Akademik · Bina Keputrian (Nisa') · Konseling
Ditandai:

Inside the Class: Fruity Math

12 Oktober 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

9C Mathematics Experiment on the first week of October was constructing the area of a sphere by using orange as model.
See the image, how they proved that the surface area of a sphere is 4 times area of a circle with the same diameter.Luas Bola

→ Tinggalkan KomentarKategori: Inside the Class
Ditandai: